alexametrics

Mudahnya Menyampaikan Pesan lewat Video pada Pembelajaran di Masa Pandemi

Oleh : Rini Jumiati S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEJAK kita terdampak Covid-19 banyak menimbulkan berbagai problematik temasuk di bidang pendidikan. Banyak persoalan muncul di bidang pendidikan di antaranya persoalan yang dihadapi oleh para guru.

Merupakan tantangan berat bagi guru yang harus mengubah kebiasaan pembelajaran dari pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ) yaitu pembelajaran daring. Maka guru dituntut kreatif dan berinovasi agar dapat menampilkan pembelajaran yang senantiasa menarik perhatian peserta didik.

Situasi pandemi Covid-19 telah menempatkan peran guru harus mencari solusi agar pembelajarannya senantiasa menyenangkan, meskipun dilaksanakan secara daring. Salah satunya adalah pembelajaran tematik yang dilaksanakan dengan menggunakan media gambar dan video.

Melalui pengamatan terhadap proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) pada setiap pembelajaran di SDN 02 Sawangan, Kecamatan Doro, terutama kelas 2, diperoleh informasi bahwa selama proses pembelajaran di masa pandemi bisa dilakukan model pembelajaran media gambar dan video. Karena selama pembelajaran pandemi banyak siswa yang bermalas-malasan mengikuti pelajaran.

Baca juga:  Analisis Hasil Belajar Siswa pada Implementasi Kurikulum 2013 di Kelas V SDN Pagersari

Dengan berjalannya waktu, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam penggunaan media pendidikan, khususnya media video sudah merupakan tuntutan yang mendesak. Hal ini disebabkan sifat pembelajaran yang kompleks. Terdapat berbagai tujuan belajar yang sulit dicapai hanya dengan mengandalkan penjelasan guru.

Menurut Cheppy Riyana (2007) media video pembelajaran adalah media yang menyajikan audio dan visual yang berisi pesan-pesan pembelajaran baik yang berisi konsep, prinsip, prosedur, teori aplikasi pengetahuan untuk membantu pemahaman terhadap suatu materi pembelajaran.

Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam pembuatan video antara lain, pertama, Tentukan Materi dan Indikator Pencapaian Kompetensi. Materi pembelajaran tentunya berasal dari silabus atau perencanaan pembelajaran yang sudah disusun para guru. Kedua, Cari Ilustrasi dan Imajinasikan Konsepnya. Setelah materi dan indikator pembelajaran telah tersusun, langkah selanjutnya yaitu mencari ilustrasi dan mengimajinasikan konsep. Ketiga, Kumpulkan Aset Audio dan Visual.

Baca juga:  Olah Raga di Rumah Penumbuh Karakter Siswa selama Pandemi Covid-19

Langkah selanjutnya, mengumpulkan aset audio dan visual yang tepat. Bisa berupa gambar, video pendek, tabel, diagram, animasi, atau data lain. Audio atau visual yang dikumpulkan bisa berupa karya sendiri. Misalnya, guru musik yang merekam dengan suara sendiri untuk memberi contoh materi, atau guru seni rupa yang memotret karyanya sendiri untuk ditampilkan kepada murid.

Keempat, Susun Storyline secara Sistematis dan Terstruktur. Setelah semua materi pembelajaran sudah terkumpul, langkah selanjutnya adalah menyusunnya. Guru bisa membuat script dan storyline yang sistematis terlebih dahulu sebelum memasukkan semua materi dan aset audio dan visual. Kelima, Rekam Presentasi Menjadi Materi Audio Visual. Naskah yang sudah dipelajari kemudian jadikan audio visual. Keenam, Olah Menjadi Video yang Menarik.

Baca juga:  Penguatan Kaidah Kebahasaan Teknik Resitasi dalam Menulis Teks Pidato

Video mampu menangkap pesan pembelajar secara realistik. Dengan video dapat dilihat atau didengar dan dapat bergerak. Adapun informasi pada media video dapat disajikan melalui media yang berbentuk dokumen hidup, dapat dilihat di layar monitor atau ketika diproyeksikan ke layar lebar melalui projector dapat didengar suaranya dan dapat dilihat gerakannya (video atau animasi). (cd1/ida)

Guru Kelas II SDN 02 Sawangan, Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya