alexametrics

I Like, Metode Kolaborasi pada Pembelajaran Pecahan

Oleh : Sigit Prayoga S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PROSES belajar mengajar merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian perbuat guru dan siswa atas dasar hubungan situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Hubungan timbal balik antara guru dan siswa merupakan syarat utama berlangsungnya proses beljaar mengajar.

Kesuksesan dalam kegiatan belajar-mengajar dapat dilihat dari hasinya, tetapi harus tetap diperhatikan prosesnya. Pada proses inilah siswa akan melakukan aktivitas kegiatan belajar mengajar. Proses yang baik dan benar kemungkinan besar akan memberikan hasil yang baik pula. Hasil belajar akan menjadi optimal jika ada interaksi edukatif yang baik di kelas.

Salah satu kompetensi dasar (KD) yang harus dicapai oleh peserta didik dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP 2013) SD adalah dari kompetensi dasar tersebut indikator yang akan dicapai adalah siswa mampu menghitung pecahan. Pada siswa SD Bodas, Kecamatan Kandangserang, kelas V tentang materi pecahan menarik untuk diajarkan ke siswa.

Baca juga:  Mudahnya Identifikasi Pecahan dengan Video Pembelajaran

Permasalahan yang sering timbul pada materi pecahan adalah dalam menghitung penjumlahan, pengurangan saja siswa masih kesulitan. Sedangkan siswa merasa belum mampu akan berdampak nilai di bawah kriteria ketentuan minimal (KKM). Karena selama ini dalam menyampaikan materi selalu menggunakan metode tradisional.

Maka penulis merancang dan mengubah metode awal menjadi metode modern yaitu dengan menggunakan dua metode yaitu metode pengamatan dan latihan. Cara paling sederhana untuk memahami metode pengamatan adalah dengan melihat dan mendengar peristiwa atau tindakan orang yang diamati dan kemudian mencatat hasil pengamatan mereka dengan catatan atau bantuan lainnya.

Latihan merupakan suatu cara mengajar yang baik untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan tertentu. Metode observasi adalah cara pengumpulan data dengan cara melakukan pencatatan secara cermat dan sistematik.

Baca juga:  Puas, Belajar Pecahan dengan Sosis

12 Observasi adalah cara untuk mengumpulkan data dengan mengamati atau mengobservasi objek penelitian. Metode observasi merupakan metode yang cara mengumpulkan datanya dengan cara pengamatan langsung. Metode ini digunakan sebagai pengamatan langsung.

Dan langkah-langkah menyusun metode drill sebagai berikut, pertama, siswa terlebih dahulu dibekali dengan pengetahuan secara teori, sesuai dengan bahan ajaran yang akan diterapkan dengan metode pembelajaran drill. Kedua, guru memberikan contoh latihan soal sebelum diberikannya latihan tentang materi pembelajaran yang telah diberikan.

Ketiga, guru memberikan latihan soal-soal tentang materi yang telah diberikan, kemudian dilakukan oleh siswa, dengan bimbingan guru. Keempat, guru mengoreksi dan membetulkan kesalahan-kesalahan latihan yang dilakukan oleh siswa.

Kelima, siswa diharuskan mengulang kembali latihan untuk mencapai gerakan otomatis yang benar. Keenam, pengulangan yang ketiga kalinya atau terakhir, guru melakukan evaluasi hasil belajar siswa, dengan lembar tes. Evaluasi dilakukan pada saat melakukan kegiatan yang ketiga kalinya.

Baca juga:  Modul Sebuah Alternatif dalam PJJ Bahasa Inggris

Suharsimi Arikunto Observasi adalah proses pengamatan langsung suatu objek yang ada di lingkungan, baik yang sedang berlangsung ataupun masih dalam tahapan, dengan menggunakan penginderaan. Observasi dilakukan secara sengaja atau sadar, sesuai urutan yang ditentukan.

Dalam penggunaan metode kolaborasi tersebut dalam proses pembelajaran dapat membuat siswa lebih tertarik, merasa senang, dan termotivasi untuk belajar, serta menumbuhkan rasa ingin tahu terhadap sesuatu yang akan dipelajari. Karena itu, media pembelajaran dapat sangat bermanfaat saat digunakan dalam proses pembelajaran. (cd1/ida)

Guru Kelas 5 SDN Bodas, Kecamatan Kandangserang, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya