alexametrics

Belajar Matematika secara Riil itu Mengasyikkan

Oleh : Mundakir S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PEMBELAJARAN pada hakikatnya sangat terkait dengan bagaimana membangun interaksi yang baik antara dua komponen yaitu guru dan anak didik. Interaksi yang baik dapat digambarkan dengan suatu kondisi di mana guru dapat membuat anak didik belajar dengan mudah dan terdorong oleh kemauannya sendiri untuk mempelajari apa yang ada dalam kurikulum sebgai kebutuhan mereka.

M Sobry Sutikno dalam bukunya belajar dan pembelajaran mengemukakan definisi pembelajaran yaitu, segala upaya yang dilakukan oleh guru (pendidik) agar terjadi proses belajar pada diri siswa. Secara implisit, di dalam pembelajaran ada kegiatan memilih, menetapkan, dan mengembangkan metode untuk mencapai hasil pembelajaran yang diinginkan.

Matematika adalah salah satu pelajaran yang terkesan sulit dan menakutkan bagi sebagian siswa. Anggapan tersebut mengakibatkan turunnya minat dan motivasi siswa dalam mempelajari matematika.

Baca juga:  Mewujudkan Profil Pelajar Pancasila di Masa Pandemi

Terkait proses pembelajaran matematika di SDN 01 Mejasem kelas VI perlu mengalami perubahan mengingat hasil belajar siswa 50 persen di bawah KKM sekolah. Metode yang digunakaan adalah Realistic Mathematic Education (RME) adalah pendekatan pengajaran yang bertitik tolak pada hal-hal yang real bagi siswa (Zulkardi).

Teori ini menekankan keterampilan proses, berdiskusi dan berkolaborasi, berargumentasi dengan teman sekelas, sehingga mereka dapat menemukan sendiri, sebagai kebalikan dari guru memberi dan pada akhirnya murid menggunakan matematika itu untuk menyeleseikan masalah baik secara individual ataupun kelompok.

Pemanfaatan lingkungan sebagai media nyata dalam proses pembelajaran matematika tentulah sangat menarik. Hal ini akan lebih efektif jika dimulai dengan membiasakan guru agar berpikir lebih kreatif untuk mengondisikan lingkungan sekitar baik sebagai sarana, media, bahkan sebagai sumber masalah yang menarik untuk dipecahkan bersama.

Baca juga:  Belajar Matematika dengan Model Index Card Match Sangat Menyenangkan

Adapun langkah-langkah model pembelajaran matematika realistik di dalam proses pembelajaran matematika (Waraskamdi.2008) adalah, pertama, memotivasi siswa atau memfokuskan perhatian siswa.

Kedua, mengomunikasikan tujuan pembelajaran. Ketiga, memulai pelajaran dengan mengajukan masalah (soal) yang riil bagi siswa sesuai dengan pengalaman dan tingkat pengetahuannya, sehingga siswa segera terlibat dalam pelajaran secara bermakna.

Keempat, permasalahan yang diberikan tentu harus diarahkan sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai dalam pelajaran tersebut. Kelima, siswa mengembangkan atau menciptakan model-model simbolik secara informal terhadap persoalan/masalah yang diajukan.

Keenam, pengajaran berlangsung secara interaktif, siswa menjelaskan dan memberikan alasan terhadap jawaban yang diberikannya, memahami jawaban temannya/siswa lain, setuju terhadap jawaban temannya, menyatakan ketidaksetujuan, mencari alternatif penyelesaian yang lain; dan melakukan refleksi terhadap setiap langkah yang ditempuh atau terhadap hasil pelajaran.

Baca juga:  Peningkatan Hasil Belajar IPA Melalui Metode Make a Match

Harapan penulis menerapkan metode RME adalah supaya peserta didik dapat memberikan pengertian yang jelas kepada siswa lainnya bahwa cara penyelesaian suatu soal matematika atau masalah itu mudah. Dengan pembelajaran matematika realistik dalam proses pembelajaran merupakan sesuatu yang utama dan orang harus menjalani proses itu dan berusaha untuk menemukan sendiri konsep-konsep matematika. (cd1/ida)

Guru Kelas 6 SDN 01 Mejasem, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya