alexametrics

Memahami Konsep Listrik Dinamis melalui Mind Mapping

Oleh : Eni Wahyusari, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kurikulum 2013 dirancang untuk mengembangkan kompetensi siswa dalam ranah pengetahuan, ketrampilan dan sikap. Siswa harus berperan aktif dalam proses pembelajaran, bahkan sebelum proses pembelajaran siswa diharapkan sudah mulai aktif mencari bahan-bahan atau informasi yang berhubungan dengan materi pelajaran yang akan dipelajari.

IPA adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang alam sekitar beserta isinya. Hal ini berarti IPA mempelajari semua benda yang ada di alam, peristiwa dan gejala-gejala yang muncul di alam. Bagaimana guru mendorong siswa untuk aktif dalam pembelajaran sangatlah penting. Salah satu metode yang di pakai adalah mind mapping yang dapat membangkitkan semangat dan keaktifan siswa untuk belajar.

Menurut Evi Safitri (2017) mind mapping adalah metode pemetaan konsep untuk memudahkan pesera didik mengingat dan menghafalkan materi pelajaran yang tidak membosankan. Sementara itu menurut Tony Buzan dalam Yesi Puspita Sari (2019) mind mapping adalah cara mencatat yang kreatif, efektif dan secara harfiah akan memetakan pikiran kita.

Baca juga:  Asyiknya Belajar Produksi Masal dengan Model Pembelajaran Project Based Learning

Mind mapping menawarkan pembelajaran yang berbeda dimana siswa dituntut untuk kreatif. Dengan membuat catatannya sendiri yang tidak membosankan, juga mempermudah siswa dalam menghafal dan memahami pelajaran karena semua yang berhubungan dengan pelajaran menjadi menarik sesuai dengan kreatifitas masing-masing.

Senada dengan Ajeng Agustina (2015) mind mapping merupakan cara termudah untuk menempatkan informasi ke dalam otak dan memudahkan pengguna untuk mengingat atau mengambil informasi ketika dibutuhkan kembali.

Pada pembelajaran IPA siswa telah banyak pengalaman dan pengetahuan yang berhubungan dengan alam. Dengan pengalaman itu sudah terbentuk intuisi dan “teori siswa” mengenai peristiwa alam dalam lingkungan sehari-hari manusia, akan tetapi belum tentu teori yang telah terbentuk itu adalah benar. Salah konsep (miskonsepsi) itu muncul dari pengalaman sehari-hari dan sulit diperbaiki.

Apabila guru mengajar tanpa memperhatikan salah konsep (miskonsepsi) siswa yang sudah ada sebelum mengalami proses pembelajaran di sekolah, maka guru tidak akan berhasil menanamkan konsep IPA yang benar. Oleh karena itu perlu adanya antisipasi sejak dini secara konsisten untuk melakukan pembenahan pembelajaran mulai dari analisis kesalahan konsep sampai pada mencari solusi alternatif mengenai bagaimana miskonsepsi dalam pembelajaran IPA mungkin dapat diatasi.

Baca juga:  Metode Demonstrasi melalui Video Tingkatkan Hasil Belajar Siswa

Penulis sebagai guru IPA di SMP Negeri 2 Mrebet berharap melalui mind mapping dapat meminimalkan kesalahan konsep dan membantu siswa lebih mudah memahami materi listrik dinamis. Dalam pembelajaran materi listrik dinamis agar mudah diterima dan dipahami siswa.

Siswa diminta membuat mind mapping sesuai kreasi masing-masing. Misal dari satu materi global listrik dinamis dibagi menjadi empat bagian terlebih dahulu yaitu besaran fisika yang terdapat dalam listrik dinamis (kuat arus, tegangan dan hambatan), alat ukur besaran fisika yang terdapat dalam listrik dinamis (amperemeter, voltmeter dan ohmmeter), susunan hambatan (seri dan paralel) dan hukum hukum fisika yang terdapat pada materi listrik dinamis (hukum ohm dan hukum kirchoff).

Baca juga:  Praktik Mandiri Tingkatkan Keterampilan Belajar IPA

Diharapkan melalui mind mapping tersebut siswa menjadi lebih mudah menerima dan memahami konsep listrik dinamis, karena siswa membaca dan mempunyai catatan dari kreasi siswa itu sendiri.

Siswa akan lebih mudah mengingat konsep listrik dinamis dari catatan mind mapping yang dibuat oleh siswa. Sehingga pada akhirnya apa yang menjadi tujuan pembelajaran dapat tercapai. Mind mapping juga membantu siswa menyajikan dan mengkomunikasikan informasi, baik untuk diri sendiri maupun orang lain, karena siswa sudah terbiasa memahami poin-poin penting dari suatu konsep materi yang dipelajari. Bila sudah terbiasa melihat gambaran besar dari suatu konsep, diharapkan siswa juga akan terlatih memecahkan suatu masalah yang kompleks. (pb1/lis)

Guru IPA SMPN 2 Mrebet, Kabupaten Purbalingga

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya