alexametrics

Metode PAKEM Tingkatkan Hasil Belajar Siswa

Oleh : Sutarto Sapto Prasetyo, ST

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Perkembangan arus globalisasi yang diiringi dengan perkembangan teknologi informasi (TI) telah mengubah manusia dalam menyelesaikan berbagai pekerjaan. Juga mencakup berbagai aspek kehidupan manusia.

Dalam kehidupan modern seperti saat ini, kebutuhan akan pengolahan dan penyampaian informasi yang cepat dan akurat sangat dibutuhkan oleh setiap orang. Hal ini tentu saja tidak dapat diwujudkan secara mudah, namun perlu pembelajaran yang tekun bagi setiap orang untuk mendapatkan pengetahuan yang memadai tentang teknologi informasi dan komunikasi.

Kelas X MIPA-IPS semester 1 di SMA Negeri 1 Kesesi tahun pelajaran 2021/2022, bahwa siswa kurang disiplin dalam belajar dan kurang aktif dalam proses pembelajaran Bimbingan Konseling Teknologi Informasi dan Komunikasi.

Suka bercanda dengan teman, perhatian terhadap guru mata pelajaran kurang, dan suasana proses pembelajaran tidak kondusif.

Dari hasil pengamatan dengan beberapa siswa kelas X MIPA-IPS, disimpulkan bahwa guru kurang kooperatif pada siswa yang mengalami kesulitan belajar, materi yang disajikan diterapkan secara monoton, dan tidak ada waktu untuk bertanya, akhirnya suasana kelas dalam proses pembelajaran kurang kondusif.

Baca juga:  Kiat Belajar IPS yang Menyenangkan Tanpa Menghafal

Maka, guru memilih metode PAKEM dalam proses KBM BKTIK kelas X MIPA-IPS semester 1 di SMA Negeri 1 Kesesi. PAKEM singkatan dari Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan.

Dalam PAKEM digunakan prinsip-prinsip pembelajaran berbasis kompetensi. Pembelajaran berbasis kompetensi peserta didik, sehingga muara akhir dari hasil pembelajaran adalah meningkatnya kompetensi peserta didik yang dapat diukur dalam pola sikap, pengetahuan, dan keterampilannya menurut Gultom (2011: 5).

Tujuan PAKEM membantu siswa mengembangkan kemampuan berpikir tahap tinggi, berpikir kritis, dan berpikir kreatif.

Berpikir kritis adalah suatu kecakapan nalar secara teratur, kecakapan sistematis dalam menilai, memecahkan masalah menarik keputusan, memberi keyakinan, menganalisis asumsi, dan pencarian ilmiah.

Sedangkan berpikir kreatif adalah suatu kegiatan mental untuk meningkatkan kemurnian, ketajaman pemahaman dalam mengembangkan sesuatu.

Kemampuan memecahkan masalah merupakan kemampuan berpikir tingkat tinggi.

Dalam PAKEM peserta didik terlibat dalam berbagai kegiatan yang mengembangkan pemahaman dan kemampuan mereka dengan penekanan dalam belajar melalui berbuat.

Baca juga:  Pahami Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan RI melalui Brainstorming

Guru menggunakan berbagai alat bantu dan berbagai cara untuk membangkitkan semangat.

Termasuk menggunakan lingkungan sebagai sumber belajar untuk menjadikan pembelajaran menarik, menyenangkan, dan cocok bagi peserta didik.

Guru menerapkan strategi pembelajaran yang lebih kooperatif dan interaktif, termasuk cara belajar kelompok.

Guru mendorong peserta didik untuk menemukan caranya sendiri dalam pemecahan suatu masalah, untuk mengungkapkan gagasannya, dan melibatkan peserta didik dalam menciptakan lingkungan sekolahnya.

Menurut Budimansyah, dkk (2009:84), jenis penilaian yang sesuai dengan pembelajaran metode PAKEM adalah tes objektif (objective test) versus tes esai (essay test). Dan pencil and paper test versus performance test. Serta penilaian otentik (authentic evaluation).

Tingkat pemahaman siswa menurut model Gagne, 1985 (Gultom, 2011: 4) dapat dikelompokkan menjadi delapan tipe belajar. Yaitu belajar isyarat, stimulus respons, rangkaian gerak, rangkaian verbal, membedakan, pembentukan konsep, pembentukan aturan, dan pemecahan masalah (problem solving).

Baca juga:  Penguatan Karakter Kebangsaan dalam Pembelajaran Aksara Murda dengan Peta Candi Nusantara

Dalam kegiatan inti pembelajaran merupakan proses untuk mencapai kompetensi dasar yang harus dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif. Serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat dan perkembangan fisik dan psikologis peserta didik.

Hasil belajar menurut Sudjana (2006: 22), “Kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah menerima pengalaman belajar. Sudjana menekankan hasil belajar merupakan kemampuan yang diperoleh setelah proses belajar.”

Hasil belajar dipengaruhi oleh beberapa faktor. Yakni faktor psikologis, seperti kecerdasan, motivasi, perhatian, penginderaan dan cita-cita peserta didik. Faktor kesehatan fisik dan mental, dan faktor lingkungan belajar yang menunjang.

Penerapan metode PAKEM dapat meningkatkan hasil belajar BKTIK siswa kelas X MIPA-IPS di SMA Negeri 1 Kesesi 2021/2022.

Respons siswa kelas X MIPA-IPS di SMA Negeri 1 Kesesi 2021/2022 dalam penerapan metode PAKEM pada pembelajaran BKTIK termasuk kategori positif. (bk2/lis)

Guru BKTIK SMAN 1 Kesesi, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya