alexametrics

Video Pembelajaran Tingkatkan Motivasi dan Hasil Belajar IPS

Oleh : Nuryanto, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pandemi Covid-19 memberikan dampak pada dunia pendidikan. Pemerintah pusat sampai daerah memberikan kebijakan untuk mengadakan pembelajaran daring di seluruh lembaga pendidikan. Kondisi tersebut menuntut guru melakukan inovasi dalam proses pembelajaran khususnya pembelajaran daring.

Karakteristik perkembangan kognitif peserta didik kelas V di SDN 2 Ngadirejo Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung menjadi masalah dalam pembelajaran daring jika guru kurang tepat dalam menyusun strategi pembelajaran. Peserta didik kelas V SDN 2 Ngadirejo pada umumnya baru memiliki kemampuan berpikir benda yang nyata dan abstrak.

Sebagian besar peserta didik kelas V SD Negeri Ngadirejo memiliki tingkat motivasi belajar yang rendah. Hasil pengamatan penulis di grup WhatsApp pada pembelajaran tema 1 sub tema 1 Muatan Pelajaran IPS, KD 3.1 “Mengidentifikasi karakteristik geografis Indonesia sebagai negara kepulauan/maritim dan agraris serta pengaruhnya terhadap kehidupan ekonomi, sosial, budaya, komunikasi serta transportasi” hanya 43,47 persen dari 23 peserta didik yang sudah mampu menunjukkan motivasi belajar tinggi. Ini berarti masih ada 13 peserta didik dari seluruh peserta didik yang masih memiliki motivasi belajar yang rendah.

Baca juga:  Permainan Dam Memacu Kerja Otak Motorik Siswa

Menurut Sardiman (2018:75) dalam kegiatan belajar mengajar motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak dalam diri peserta didik yang menimbulkan kegiatan belajar, yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar, dan memberikan arah pada kegiatan belajar. Sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar itu dapat tercapai.

Jadi, motivasi belajar adalah kondisi psikologis yang mendorong peserta didik untuk belajar dengan senang dan sungguh-sungguh, yang pada akhirnya akan terbentuk cara belajar peserta didik yang sistematis dan penuh konsentrasi.

Rendahnya motivasi belajar dan hasil belajar peserta didik akibat guru kurang mampu menggunakan menggunakan model pembelajaran yang tepat sesuai karakteristik materi dan peserta didik dalam pembelajaran daring. Selain itu, kurang dilibatkannya peserta didik dalam proses pembelajaran juga menjadi penyebab rendahnya motivasi belajar dan hasil belajar peserta didik.

Baca juga:  Belajar Puisi melalui Video Pembelajaran Berbasis Microsoft Teams

Guru masih menggunakan model pembelajaran konvensional. Belum menguasai strategi pembelajaran daring. Untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan, perlu menerapkan pembelajaran kooperatif menggunakan media video pembelajaran.

Menurut Riyana (2007:6) media video pembelajaran sebagai bahan ajar bertujuan untuk memperjelas dan mempermudah penyampaian pesan agar tidak terlalu verbalistis. Mengatasi keterbatasan waktu, ruang, dan daya indera peserta didik maupun instruktur. Dapat digunakan secara tepat dan bervariasi.

Manfaat media video menurut Andi Prastowo (2012 : 302), antara lain memberikan pengalaman yang tak terduga kepada peserta didik. Memperlihatkan secara nyata sesuatu yang pada awalnya tidak mungkin bisa dilihat.

Media pembelajaran yang dikemas dalam bentuk video pembelajaran dapat memberikan memori jangka panjang kepada peserta didik karena media video disajikan melalui animasi, gambar, dan suara.

Baca juga:  Menjadi Guru Milenial Berkarakter

Media video memiliki potensi untuk lebih disukai peserta didik. Hal ini dikarenakan melalui media video peserta didik dapat menyaksikan dan membayangkan apa yang disajikan pada saat pemutaran video berlangsung.

Jadi, media video adalah media pembelajaran yang dapat mengomunikasikan pesan materi pembelajaran lebih kuat, tegas, membangkitkan rasa senang, semangat, dan motivasi peserta didik dalam belajar. Media video juga dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik karena materi yang dipelajari dapat dengan mudah dimengerti dan dipahami peserta didik melalui gambar, suara dan animasi yang disajikan.

Dengan video, proses pembelajaran tematik khususnya muatan pelajaran IPS di kelas V SDN Ngadirejo menjadi menyenangkan dan tidak membosankan. Motivasi belajar peserta didik meningkat sehingga hasil belajar pun meningkat. (*/lis)

Guru Kelas V SDN 2 Ngadirejo, Kec. Ngadirejo, Kabupaten Temanggung

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya