alexametrics

Pembelajaran IPA Efektif selama PTM dengan Blended Learning

Oleh: Wiwik Wahyuningsih, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pandemi Covid 19 yang melanda berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia, telah memberikan dampak yang besar di berbagai bidang. Baik bidang ekonomi, teknologi, politik hingga pendidikan.

Bidang pendidikan berdampak sangat besar sekali, sehingga mengubah berbagai kebiasaan dalam proses pembelajaran. Kita harus mampu beradaptasi dengan kebiasaan baru tersebut. Penggunaan teknologi Pembelajaran Jarak Jauh ( PJJ ) menjadi salah satu cara untuk mengurangi perluasan penyebaran Covid-19 di lingkungan lembaga pendidikan.

Pemberlakuan kebijakan physical distancing yang selanjutnya menjadi dasar pelaksanaan belajar di rumah membuat siswa kebingungan, karena mendapat tugas yang menumpuk selama belajar di rumah.

Sementata orang tua murid juga merasa stres ketika mendampingi proses pembelajaran putra-putrinya. Pembelajaran secara online harusnya mendorong siswa menjadi kreatif dengan mengakses sebanyak mungkin pengetahuan, menghasilkan karya, dan mengasah wawasan.

Pandemi yang telah berjalan hampir dua tahun tentunya sangat mengganggu keberhasilan belajar di kehidupan anak-anak. Dan saat ini sudah dimulai pembelajaran tatap muka terbatas (PTM). Sehingga kita mencari metode pembelajaran yang tepat untuk siswa yang berada di sekolah maupun di rumah dalam waktu yang bersamaan.

Baca juga:  Pembelajaran IPS Materi Proklamasi Kemerdekaan Menyenangkan dengan Sosiodrama

Blended learning merupakan metode yang efektif digunakan dalam PTM terbatas saat ini. Karena merupakan perpaduan pembelajaran tatap muka langsung (face to face) dengan pembelajaran berbasis teknologi modern secara online dengan menggunakan media internet.

Dwiyogo (2012) menguraikan arti blended learning yaitu suatu model pembelajaran yang menggabungkan tatap muka dengan pembelajaran berbasis teknologi yang mana dapat diakses secara online maupun offline. Model pembelajaran tersebut memiliki kesamaan dengan e-learning.

Sedangkan Thorne (2013) menjabarkan blended learning yaitu sebagai campuran dari teknologi e-learning dan multimedia, di antaranya seperti streaming video, kelas virtual, teks animasi online yang dikombinasikan dengan bentuk-bentuk pembelajaran tradisional di kelas.

Saat ini, blended learning telah menjadi tren di masa pandemi dalam pembelajaran tatap muka terbatas. Seperti di SMP Negeri 14 Semarang, hampir semua pendidik menggunakan metode blended learning dalam pembelajaran.

Baca juga:  Ciptakan Pengalaman Belajar IPS Bermakna dengan Metode Portofolio

Blended learning merupakan pembelajaran yang menggabungkan berbagai cara penyampaian, model pendidikan, gaya penyampaian, serta berbagai media berbasis teknologi yang beragam. Sebagai kombinasi pendidikan langsung (face to face), belajar mandiri, dan belajar mandiri via online.

Dengan menerapkan model pembelajaran blended learning ini, adanya kombinasi KBM secara daring (online ) dan luring (offline). Artinya, guru mengajar secara dua arah, secara virtual dan tatap muka. Tujuan model tersebut adalah untuk membantu percepatan proses pembelajaran dengan melibatkan aktivitas siswa secara interaktif dengan dibantu fasilitas multimedia secara online.

Pembelajaran blended learning di SMP Negeri 14 Semarang, khususnya untuk mata pelajaran IPA di kelas 8H dilakukan dengan memberikan tugas membaca materi tertentu yang sudah dibagikan guru secara daring di lengkapi dengan lembar kerja untuk memandu belajar siswa. Kegiatan belajar daring diupayakan untuk meningkatkan literasi dan kemampuan bertanya peserta didik. Setiap peserta didik dapat mendiskusikan materi dengan guru di sekolah pada saat tatap muka terbatas.

Baca juga:  Efektivitas Penggunaan Videogram Pembelajaran

Selain itu, kegiatan daring dapat dimanfaatkan guru untuk membuat tagihan tugas sebagai penilaian dalam bentuk lembar kerja yang dikumpulkan pada saat PTM terbatas. Kegiatan PTM terbatas membatasi kegiatan belajar di sekolah, sehingga kegiatan tersebut harus mampu dimanfaatkan guru dan siswa sebaik-baiknya guna melakukan kegiatan belajar mengajar.

Dalam kegiatan ini, siswa dapat bertanya langsung kepada gurunya berkaitan dengan pertanyaan atau kesulitan yang mereka temui pada saat daring untuk didiskusikan di kelas. Dalam kegiatan PTM terbatas, guru harus menyiapkan materi essensial yang harus disampaikan kepada peserta didik, sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik. (*/aro)

Guru SMP Negeri 14 Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya