alexametrics

Peran Guru BK dalam Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Bimbingan konseling merupakan pemberian bantuan terhadap konseli yang diberikan seorang konselor untuk membantu memecahkan masalah yang dialaminya. Serta interaksi antara konselor dengan konseli.

Baik secara langsung maupun tidak langsung untuk membantu konseli agar dapat mengembangkan potensi dirinya. Atau pun memecahkan permasalahan yang dialaminya dan untuk memandirikan kliennya serta mengembangkan potensi yang ada dalam diri klien.

Pengertian bimbingan dan konseling merupakan terjemahan dari istilah guindance dan counselling dalam bahasa Ingris. Kata “guindance” berasal dari kata kerja to guide yang mempunyai arti “menunjukkan, membimbing, menuntun, ataupun membantu” (Hallen 2005:2).

Sesuai dengan istilahnya maka bimbingan dapat diartikan secara umum sebagai bantuan dan tuntunan, namun tidak semua bantuan diartikan bimbingan.

Adanya pandemi Covid-19 mengharuskan guru melaksanakan kerja mengajar dengan WFH (work from home), sehingga butuh inovasi yang menjadikan siswa lebih tertarik dalam melaksanakan tugas dari guru mapel.

Kegiatan pembelajaran yang berubah ini merupakan tantangan bagi semua guru khususnya guru Bimbingan dan Konseling (BK).

Baca juga:  Peran Bimbingan Konseling terhadap Kedisiplinan Siswa dalam Penerapan Aturan di Madrasah

Dari hasil wawancara guru BK di MTs Negeri 5 Magelang dengan peserta didik, orang tua dan masyarakat sekitar serta tokoh masyarakat, ada kendala dalam pembelajaran secara daring.

Antara lain orang tua tidak mampu beli HP. Ada juga yang punya HP namun tidak mampu beli kuota internet. Juga tidak ada sinyal.

Guru BK memberikan solusi bagi peserta didik yang kesulitan sinyal untuk bisa hadir secara bergantian di madrasah.

Menemui guru mapel yang memberikan tugas, selanjutnya minta tugas serta mengumpulkan tugas dengan selembar kertas yang telah berisi jawaban. Ini berjalan kurang lebih satu setengah tahun di masa pandemi Covid-19.

Kemudian sejak September 2021, MTs Negeri 5 Magelang mengadakan pembelajaran tatap muka terbatas (PTM) 50 persen siswa setelah ada rekomendasi dari Bupati Magelang.

Di MTs Negeri 5 Magelang siswa yang masuk hanya 50 persen dari keseluruhan siswa di madrasah secara bergantian antara siswa bernomor ganjil dan siswa bernomor genap.

Sehingga setengah siswa di kelas pelajaran dengan tatap muka dan setengah siswa pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau secara daring dengan menerima pelajaran yang sama. Menggunakan zoom meeting dan WA.

Baca juga:  Membentuk Profil Pelajar Pancasila melalui Pembelajaran Bahasa Inggris Berbasis Proyek

Dari hasil observasi, siswa yang melakukan pembelajaran tatap muka lebih efektif dibandingkan dengan siswa yang melakukan PJJ. Siswa yang pembelajaran di kelas lebih memahami dan menangkap materi dengan jelas karena langsung bertatapan dengan guru.

Juga jika ada pertanyaan yang ingin diajukan bisa dapat bertanya tanpa mengalami kendala. Siswa yang berada di kelas ini lebih bisa fokus dan dapat memahami materi yang disampaikan guru. Ini berbeda dengan siswa yang melaksanakan pembelajaran di rumah dengan PJJ.

Dengan observasi dan wawancara, siswa yang belajar di rumah kurang efektif. Untuk meningkatkan keefektivan belajar siswa, guru BK mengadakan jam setiap kelas.
Dengan adanya jam, siswa dekat dengan guru BK. Bisa berinteraksi dengan siswa.

Apabila dekat dengan guru BK, tentu siswa akan enak jika berbicara mengenai masalahnya.

Tentu jika setiap kelas ada jam BK, keefektifan pembelajaran siswa akan meningkat.

Baca juga:  Pemanfaatan E-learning sebagai Media Evaluasi Pembelajaran Bahasa Inggris

Di MTs Negeri 5 Magelang terdapat 3 guru BK yang masing-masing memegang setiap kelas angkatannya. Guru di madrasah juga memberikan layanan informasi mengenai pembelajaran agar siswa dapat mudah mengakses tugas dan materi.

Tersedia platform pembelajaran siswa yang digunakan guru BK untuk mengirimkan informasi mengenai apapun tentang perkembangan madrasah.

Juga mengenai pembelajaran. Dan ini sudah dilakukan guru BK agar siswa dapat belajar dengan lebih efektif .

Guru BK juga membantu guru mata pelajaran dan wali siswa untuk mengidentifikasi siswa yang memerlukan layanan bimbingan dan konseling serta yang mempunyai masalah belajar.

Guru BK juga melakukan home visit untuk menangani masalah siswa begitu juga mengenai pembelajaran. Banyak peran yang dilakukan guru BK di MTs Negeri 5 Magelang untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran di sekolah.

Hingga saat ini guru BK masih mencari berbagai cara dan ide untuk lebih dapat meningkatkan efektifitas pembelajaran di sekolah dalam masa pandemi seperti ini. (mn1/lis)

Guru BK MTs Negeri 5 Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya