alexametrics

Pembelajaran Bermakna untuk Generasi Z

Oleh : Dedi Fauziyanto

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dalam beberapa dekade terakhir mengalami perkembangan luar biasa. Munculnya revolusi industri 4.0 yang merupakan digitalisasi mengandalkan teknologi internet merupakan salah satu indikatornya. Kondisi masyarakat mengalami perubahan pola hubungan sosial dari yang dulu dominan face to face menjadi via online.

Hal inilah yang sekarang melahirkan generasi Z. Apa itu “generasi Z”? “Generasi Z” atau yang kemudian banyak dikenal dengan generasi digital merupakan generasi muda yang tumbuh dan berkembang dengan sebuah ketergantungan yang besar pada teknologi digital (Chou, Hellen: 2012).

Generasi Z merupakan orang-orang yang memiliki kecenderungan waktu yang lebih lama untuk berkomunikasi dan berinteraksi dengan banyak orang di berbagai kalangan. Tidak hanya teman sebaya namun juga orang lain yang lebih muda atau bahkan lebih tua melalui berbagai situs jejaring sosial. Seperti Facebook, Twitter, SMS, BBM, dan lain sebagainya.

Baca juga:  Keterampilan Berbicara Meningkat dengan Metode Talking Stick

Bahkan tidak cukup hanya bersosialisasi dengan orang-orang atau teman satu daerah atau negara, tetapi juga lintas daerah dan lintas negara. Generasi Z juga terbiasa untuk melakukan pelbagai aktivitas dalam satu waktu yang bersamaan (multitasking).

Mereka lebih menginginkan segala sesuatu dapat dilakukan dengan cepat, dan sangat menghindari hal-hal yang terlalu lambat atau terbelit-belit (Sudrajat, Akhmad: 2018).

Dengan melihat karakteristik tersebut, orang tua dan pendidik dituntut untuk lebih adaptif dan kreatif dalam memberikan pembelajaran keilmuan maupun internalisasi nilai-nilai terhadap anak. Pola pembelajaran yang konservatif hanya akan membuat tujuan pembelajaran makin tidak tercapai.

Pembelajaran tidak hanya sebatas transfer informasi dan ilmu pengetahuan saja, namun pembelajaran yang mampu memfasilitasi pembelajar generasi net untuk menjadikan pengetahuan itu sebagai sarana transformasi diri. Karena indikator manusia terdidik pada era digital ini bukan lagi mampu atau tidaknya seseorang mencerna pengetahuan.

Baca juga:  Peningkatan Minat Baca Siswa SD melalui Classroom Reading Program

Namun bagaimana ia memanfaatkan pengetahuan tersebut untuk mentransformasi dirinya. Hal tersebut searah dengan salah satu tujuan pembelajaran sosiologi dalam Kurikulum 2013 (Pratiwi: 2015).

Mengembangkan pengetahuan sosiologi dalam praktik atau praktik pengetahuan sosiologi untuk meningkatkan keterampilan sosial peserta didik dalam memecahkan masalah-masalah sosial.

Metode yang paling relevan dalam pembelajaran generasi Z untuk bisa mencapai tujuan di atas adalah dengan menggunakan blended learning. Blended learning adalah sebuah kemudahan pembelajaran yang menggabungkan berbagai cara penyampaian. Model pengajaran, dan gaya pembelajaran, memperkenalkan berbagai pilihan media dialog antara fasilitator dengan orang yang mendapat pengajaran.

Blended learning juga sebagai sebuah kombinasi pengajaran langsung (face-to-face) dan pengajaran online, tapi lebih daripada itu sebagai elemen dari interaksi sosial (Semler: 2005).

Baca juga:  Memaknai Isi dan Nilai Hikayat dengan Model Pembelajaran CIRC

Melalui kombinasi antara pembelajaran tradisional (tatap muka) dilengkapi dengan sesi pembelajaran online, akan memungkinkan guru untuk dapat lebih banyak memvariasikan proses dalam memberikan pengalaman belajar bagi peserta didik.

Melalui pengalaman belajar yang beragam, peserta didik diharapkan mampu menguasai keterampilan sesuai dengan kriteria pendidikan abad 21 dan era industri 4.0, yaitu berpikir kritis, kreatif, berkolaborasi, keterampilan dalam hal berkomunikasi, serta kemampuan terkait literasi teknologi.

Pemilihan metode yang tepat dan pelaksanaannya yang konsisten akan membuat proses pembelajaran akan lebih menarik dan efektif untuk menuju keberhasilan. Di sini peran pendidik akan sangat menentukan pelaksanaan metode pembelajaran.

Skill dan pemahaman guru mengenai metode ini harus ditingkatkan. Integritas dan semangat juga harus dibangun. Semoga kita semua bisa melaksanakan tugas ini demi meningkatkan kecerdasan bangsa. (bk1/lis)

Guru SMAN 1 Bandar

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya