alexametrics

Gaya Belajar yang Menyenangkan, Atasi Kejenuhan Belajar di Masa Pandemi

Oleh : Roro Atika, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kejenuhan belajar merupakan hal yang lumrah di lakangan para pelajar. Kejenuhan merupakan rentang waktu yang digunakan untuk belajar, tetapi tidak mendatangkan hasil (Reber, 1988).

Seseorang yang mengalami kejenuhan dalam belajar merasa bahwa pengetahuan dan kemampuan yang mereka miliki tidak menghasilkan kemajuan/perkembangan.

Menurut Edi Sutarjo, Dewi Arum WMP, Ni.Kt. Suarni (2014: 6) kejenuhan belajar adalah kondisi emosional yang terjadi terhadap seseorang yang telah mengalami jenuh secara mental maupun fisik sebagai tuntutan dari pekerjaan yang terkait dengan belajar yang meningkat.

Di masa pandemi para pelajar lebih sering mengalami kejenuhan belajar apalagi dengan pembelajaran secara daring maupun PTM (pembelajaran tatap muka) terbatas. Ada 4 faktor penyebab kejenuhan belajar pada pelajar. Yakni bidang studi atau mata pelajaran yang kurang disukai sehingga siswa tersebut kurang fokus dalam belajarnya.

Kemudian padatnya jam pelajaran tidak disesuaikan dengan kondisi siswa. Ruangan atau lingkungan dalam belajar kurang nyaman. Dan kecemasan siswa terhadap dampak negatif yang ditimbulkan oleh keletihan itu sendiri.

Baca juga:  Pembelajaran Pencemaran Lingkungan lewat Praktik Membuat Pupuk Cair dari Gedebog Pisang

Kecemasan siswa terhadap standar/patokan keberhasilan bidang-bidang studi tertentu yang dianggap terlalu tinggi terutama ketika siswa tersebut sedang merasa bosan mempelajari bidang-bidang studi tersebut. Siswa berada di tengah-tengah situasi kompetitif yang ketat dan menuntut lebih banyak kerja intelek yang berat.

Salah satu cara untuk mengatasi kejenuhan belajar yaitu dengan memilih gaya belajar yang menyenangkan. Ada 3 jenis gaya belajar yaitu pertama, visual (belajar dengan cara melihat). Anak yang mempunyai gaya belajar visual harus melihat bahasa tubuh dan ekspresi muka gurunya untuk mengerti materi pelajaran.

Mereka cenderung untuk duduk di depan agar dapat melihat dengan jelas. Mereka berpikir menggunakan gambar-gambar di otak mereka dan belajar lebih cepat dengan menggunakan tampilan-tampilan visual, seperti diagram, buku pelajaran bergambar, dan video. Di dalam kelas, anak visual lebih suka mencatat sampai detil-detilnya untuk mendapatkan informasi.

Baca juga:  Metode KBM Online Menggunakan Whatsapp Group dan Video Call

Kedua, auditori (belajar dengan cara mendengar). Anak yang mempunyai gaya belajar auditori dapat belajar lebih cepat dengan menggunakan diskusi verbal dan mendengarkan apa yang guru katakan.

Anak auditori dapat mencerna makna yang disampaikan melalui tone suara, pitch (tinggi rendahnya), kecepatan berbicara dan hal-hal auditori lainnya. Informasi tertulis terkadang mempunyai makna yang minim bagi anak auditori mendengarkannya.

Anak-anak seperi ini biasanya dapat menghafal lebih cepat dengan membaca teks dengan keras dan mendengarkan kaset. Ketiga kinestetik (belajar dengan cara bergerak, bekerja dan menyentuh).

Anak yang mempunyai gaya belajar kinestetik belajar melalui bergerak, menyentuh, dan melakukan. Anak seperti ini sulit untuk duduk diam berjam-jam karena keinginan mereka untuk beraktifitas dan eksplorasi sangatlah kuat. Siswa yang bergaya belajar ini belajarnya melalui gerak dan sentuhan.

Baca juga:  Indahnya MeNaBung Tumbuhkan Peduli dan Berbagi Terhadap Sesama

Di SMA Negeri 1 Kandangserang, Kabupaten Pekalongan, banyak peserta didik yang mengalami kejenuhan belajar terutama pada peserta didik kelas 12. Mereka merasa sebentar lagi selesai sekolah sehingga sangat mudah merasa jenuh dalam belajar.

Untuk itu guru BK di SMA Negeri 1 Kandangserang memberikan layanan klasikal dengan materi “Cara Mengatasi Kejenuhan Belajar” di kelas 12 dengan tujuan agar peserta didik mampu mengatasi kejenuhan belajar dengan gaya belajar yang menyenangkan menurut mereka. Kegiatan layanan klasikal tersebut dapat dilihat di YouTube dengan link https://youtu.be/kbKmuSwbmVc.

Pemilihan gaya belajar yang menyenangkan diharapkan mampu mengatasi kejenuhan dalam belajar pada peserta didik. Jika peserta didik belajar dengan gaya yang mereka sukai, setidaknya akan mengurangi kejenuhan dalam belajar. Hal ini berbeda jika mereka belajar dengan tekanan karena adanya tugas yang harus segera diselesaikan. (bk2/lis)

Guru SMAN 1 Kandangserang, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya