alexametrics

Atasi Tantangan Siswa Setelah Lulus Sekolah dalam Menentukan Karir dengan Bibliokonseling

Oleh : Nurkhasanah, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pendidikan sebagai usaha sadar yang sistematik selalu bertolak dari sejumlah landasan serta mengindahkan sejumlah asas-asas tertentu. Pendidikan selalu bertumpu pada suatu wawasan kesejarahan. Yakni pengalaman-pengalaman masa lampau, kenyataan dan kebutuhan mendesak masa kini dan aspirasi serta harapan masa depan.

Karir merupakan suatu hal yang penting dalam kelanjutan kehidupan seseorang. Setiap individu di era globalisasi seperti sekarang ini dituntut untuk mempunyai suatu pekerjaan serta sukses dalam suatu jabatan tertentu. Untuk meraih suatu jabatan atau pekerjaan yang sesuai dengan kebutuhan hidupnya seseorang harus mampu membuat suatu rencana dan keputusan sendiri dalam mempersiapkan karir di masa depannya.

Karir seseorang bukanlah sekadar pekerjaan apa yang telah dijabatnya, melainkan suatu pekerjaan atau jabatan yang benar-benar sesuai dan cocok dengan potensi-potensi diri dari orang tersebut. Sehingga setiap orang yang memegang pekerjaan yang dijabatnya itu akan merasa senang untuk menjabatnya dan kemudian mereka akan berusaha semaksimal mungkin untuk meningkatkan prestasinya, mengembangkan potensi dirinya, lingkungannya, serta sarana dan prasarana yang diperlukan dalam menunjang pekerjaan yang dijabatnya.

Baca juga:  Dengan Bimbingan Konseling, Peserta Didik Mampu Atasi Masalah

Sebagian masyarakat menganggap pengetahuan pemilihan karir tepat diberikan saat usia remaja, seperti yang dijelaskan oleh Hurlock (2005:221) bahwa anak sekolah menengah atas mulai memikirkan masa depan mereka secara bersungguh-sungguh.
Selain itu menurut Prayitno (2004:162) salah satu tugas perkembangan masa remaja pada usia 12 – 18 tahun adalah memilih dan mempersiapkan diri untuk suatu pekerjaan.

Tugas perkembangan tersebut dirasakan penting karena mereka akan memilih pekerjaan tertentu yang sesuai dengan kemampuan dan minatnya. Sebelum seorang remaja mengambil keputusan mengenai pilihan karir yang tepat untuk masa depannya, perlu pemantapan perencanaan karir.

Kemantapan perencanaan karir sejak dini bagi siswa sekolah menengah atas sangat menentukan kesiapan seorang individu dalam penerimaan karir setelah mereka lulus dari sekolah.

Baca juga:  Bimbingan Klasikal Pencegahan Anemia untuk Mengatasi Masalah Belajar

Kesiapan dalam perencanaan karir pada situasi pandemi seperti ini siswa dihadapkan dengan berbagai masalah yang menghambat dalam proses perencanaan karir.

Seperti minimnya informasi, tidak ada diskusi langsung antarsiswa yang dapat menambah wawasan karir. Jika tidak segera diberikan penanganan akan menghambat perkembangan siswa ke arah perkembangan yang optimal.

Dalam hal ini peran guru BK dalam perencanaan karir siswa sangat penting untuk membantu dalam kematangan perencanaan karir siswa, melalui layanan bimbingan dan konseling individu bisa mendapatkan bantuan dalam mencapai tugas-tugas perkembangan secara optimal.

Salah satu layanan bimbingan dan konseling yang dipandang tepat untuk membantu siswa dalam kesulitan pemilihan karir adalah layanan konseling individu dengan teknik bibliokonseling.

Bibliokonseling menurut Pardeck & Pardecck (dalam Herlina, 2013) merupakan salah satu teknik yang menggunakan buku dalam treatment-nya dimana bertujuan untuk menggerakkan konseli untuk mencapai perubahan yang sudah direncanakan.

Baca juga:  Bimbingan Konseling Siapkan Mental Peserta Didik Menuju Kurikulum Merdeka

Proses ini dilakukan mulai dari proses konseling dalam pengungkapan masalah, kesiapan diri konseli. Pemilihan buku yang akan digunakan, proses konseli dalam membaca buku sampai pada tindak lanjut setelah konseli menyelesaikan kegiatan membaca buku. Pemilihan buku yang akan digunakan, proses konseli dalam membaca buku sampai pada tindak lanjut setelah konseli menyelesaikan kegiatan membaca buku.

Penggunaan bibliokonseling dalam layanan bimbingan dan konseling selama pembelajaran jarak jauh (PJJ) akibat pandemi bisa menjadi layanan bimbingan dan konseling yang kreatif. Bibliokonseling bisa diberikan kepada konseli karena tidak harus bersentuhan secara langsung antara konselor dan konseli.

Konseli direkomendasikan untuk membaca buku yang sesuai dengan permasalahan yang sedang dihadapi kemudian diberikan refleksi atau tindak lanjut secara daring dari gagasan yang diperoleh setelah membaca buku. (bk2/lis)

Guru BK SMA Negeri 1 Kajen Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya