alexametrics

Tingkatkan Pemahaman Unsur Lingkaran dengan Powtoon

Oleh: Titin Sumarni, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran matematika merupakan ilmu yang berkaitan dengan penalaran dan pola pikir seseorang. Melalui pembelajaran matematika diharapkan seseorang dapat memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari.

Pembelajaran matematika di sekolah dasar diajarkan untuk membekali peserta didik pengetahuan, pemahaman, dan sejumlah kemampuan yang dipersyaratkan untuk memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi serta mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Menurut Susanto, “Salah satu karakteristik matematika adalah mempelajari objek yang bersifat abstrak. Materi yang abstrak tersebut menjadikan peserta didik tidak mudah memahami konsep matematika. Menurut teori kognitif Piaget, usia peserta didik sekolah dasar (7-8 tahun hingga 12-13 tahun) berada pada tahap operasional konkret (2016: 184).

Seorang pendidik diharapkan dapat memiliki keahlian khusus dalam membuat media pembelajaran yang menarik agar proses pembelajaran berjalan dengan efektif. Media pembelajaran yang dapat digunakan pada saat ini juga sudah banyak sekali dan dapat kita manfaatkan sebagai proses pembelajaran.

Baca juga:  Belajar Membaca Lebih Cepat dengan Media Cetak pada Anak SD Kelas Rendah

Aplikasi-aplikasi yang berbasis pembelajaran juga dapat kita pelajari sebagai media yang dapat kita pilih untuk proses pembelajaran yang kita gunakan sesuai keadaan dan kebutuhan peserta didik.

Salah satu media pembelajaran inovatif yang dapat digunakan untuk mengoptimalkan minat dan hasil belajar peserta didik adalah powtoon. Aplikasi powtoon merupakan layanan online yang dapat digunakan untuk membuat sebuah paparan dengan animasi yang menarik.

Kelebihan media powtoon adalah mudah digunakan dan praktis karena sudah tersedia banyak pilihan animasi menarik yang dapat digunakan tanpa membuatnya secara manual. Melalui media powtoon peserta didik tidak hanya mempelajari konsep-konsep matematika secara abstrak, tetapi juga melihat konsep secara nyata.

Dari hasil observasi di kelas VI SD Negeri Pudakpayung 02 Kota Semarang, penulis menemukan suatu permasalahan yaitu rendahnya hasil belajar peserta didik dan kurang aktifnya peserta didik pada pembelajaran matematika materi unsur lingkaran.

Baca juga:  Strategi Belajar bagi Siswa Kelas 1 SDN 06 Gombong

Hal ini ditunjukkan dari jumlah nilai perolehan peserta didik pada evaluasi harian dengan jumlah 26 peserta didik yang mendapat nilai memenuhi KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal =70) hanya 11 orang atau berkisar 42% dan berarti 58% (15 orang) belum tuntas.

Keadaan tersebut dianggap wajar, karena guru masih menggunakan metode belajar yang tidak variatif dan tanpa menggunakan media pembelajaran maupun alat peraga tambahan sehingga hasil belajar kurang maksimal. Untuk itu penulis melakukan terobosan baru dengan membuat video pembelajaran matematika dengan menggunakan aplikasi powtoon supaya peserta didik bisa memutar ulang kembali sampai materi bisa dipahami.

Media powtoon dapat menyajikan animasi yang menarik, cukup mudah digunakan, karena sudah tersedia fitur-fitur animasi tulisan tangan, animasi kartun, dan efek transisi yang lebih hidup, serta peggunaan timeline yang mudah. Sehingga dapat membangkitkan minat peserta didik untuk memperhatikan materi yang dipelajari.

Baca juga:  Pelajari Kolonialisme dan Imperialisme dengan Kartu Berpasangan Berbantu

Sedangkan langkah-langkah pembelajaran menggunakan media powtoon adalah guru merumuskan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai. Guru membuat media powtoon sesuai materi yaitu mengenal unsur lingkaran.

Kesiapan peserta didik, ruangan dan fasilitas dalam pembelajaran. Penyajian pembelajaran dengan penerapan media powtoon (dapat diputar berulang kali disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik). Kegiatan belajar peserta didik dan evaluasi pembelajaran.

Hasil belajar berupa nilai rata-rata kelas yang pada kondisi awal hanya 66, setelah menggunakan media powtoon meningkat menjadi 88. Persentase ketuntasan belajar pada kondisi awal hanya sebesar 42% meningkat menjadi 100%. Dari uraian hasil tersebut maka dapat dikatakan penggunaan media powtoon lebih efektif dibandingkan dengan media konvensional terhadap hasil belajar matematika materi mengenal unsur lingkaran. (nov1/lis)

Guru SD Negeri Pudakpayung 02 Banyumanik, Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya