alexametrics

Pengaruh Berita Online pada Pola Pikir Anak

Oleh : Riya Prasetyaningsih, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tentunya dapat membantu akses pengetahuan lebih mudah, di manapun dan kapanpun. Sebelum adanya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bagi seseorang untuk mendapatkan informasi sangat terbatas bahkan sulit.

Dulu informasi serta berita hanya dapat diperoleh dari televisi dan media cetak seperti surat kabar. Dengan adanya perkembangan teknologi seseorang mampu mendapatkan berita maupun informasi dengan lebih mudah melalui internet.

Perkembangan teknologi internet semakin pesat, dulu seseorang mampu mengakses internet sudah merupakan hal yang istimewa, namun lain halnya dengan sekarang. Memamerkan kemampuan email sekalipun sudah dianggap kuno apalagi hanya sekadar mengakses internet.

Berita melalui media sosial seperti Instagram, Facebook, WhatsApp, dan platform lainnya kini menjadi sesuatu yang tak dapat dilepaskan dari masyarakat. Hal tersebut disebabkan kemudahan memperoleh informasi tanpa harus bersusah payah seperti zaman dahulu kala.

Baca juga:  Persiapan Proses Pembelajaran dalam Menghadapi New Normal

Oleh karena itu, media sosial dapat dikatakan sebagai salah satu penyebab pola pikir seseorang dapat berubah. Lalu, bagaimana pola pikir seseorang bisa berubah karena hal ini.

Pertama-tama, orang yang mendapatkan sebuah informasi melalui media sosial akan menafsirkan berita tersebut. Apakah hal itu masuk akal atau tidak sama sekali untuk dirinya. Jika masuk akal, ia akan menerima, mengolah, dan bahkan meyakini informasi tersebut hingga akhirnya mengubah pola pikirnya. Contohnya, YouTube, media sosial ini sering digunakan masyarakat untuk mengunggah dan mendapatkan pengetahuan.

Nah, dari sinilah kita seringkali mendapati konten-konten yang tujuannya menggiring opini publik. Bahkan dari konten tersebut dapat mengubah pola pikir mereka yang tadinya tidak setuju menjadi setuju dan sebaliknya.

Pada saat sekarang di masa pandemi Covid-19 ini keberadaan berita baik cetak, elektronik dan media sosial yang sekarang ini lagi pesat-pesatnya sangat membantu siswa. Siswa yang sulit untuk mendapatkan pembelajaran bertatap muka di sekolah dan alternatif atau metode lain yang bisa dipakai adalah dengan pembelajaran jarak jauh atau daring.

Baca juga:  Optimalisasi Belajar Daring IPS

Sistem pendidikan jarak jauh telah berkembang dengan pesatnya. Seiring dengan pesatnya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi. Ini yang terjadi juga pada siswa kelas IV SDN Randuacir 01 Salatiga.

Mereka memanfaatkan teknologi informasi untuk dijadikan sarana yang lebih efektif. Dan dapat dikatakan bahwa sebagian besar bahan ajar pada sistem, pembelajaran jarak jauh di sampaikan melalui berbagai jenis media, baik cetak maupun noncetak. Adanya keterpisahan antara pengajar dengan peserta didik, diperlukan media sebagai sarana komunikasi yang menjembatani antara pengajar dan peserta didik.

Kehadiran media ini yang akan memuat berita informasi yang akan tersampaikan ke siswa. Akibat dari itu siswa dan siswi SDN Randuacir 01 Salatiga secara tidak langsung mereka ternyata memiliki pola pikir sebagai berikut : siswa memiliki kesempatan melatih dirinya sendiri untuk belajar mandiri. Siswa berkesempatan mengekspresikan cara belajar yang sesuai dengan kemampuan bakat dan minatnya. Siswa berkesempatan menguji kemampuan dirinya .

Baca juga:  Pentingnya Minat Baca dan Pengaruhnya terhadap Peningkatan Kualitas Peserta Didik

Sebenarnya, berita dapat mengubah pola pikir seseorang, entah itu menjadi lebih baik ataupun buruk. Semuanya tergantung pada individu masing-masing yang memiliki kuasa atas dirinya sendiri. Jika mulai terasa dampak negatifnya, sudah saatnya untuk lebih fokus pada dunia nyata, memperhatikan orang-orang dan lingkungan sekitar, dan melakukan kegiatan yang lebih positif. (nov1/lis)

Guru Kelas IV SDN Randuacir 01 Salatiga

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya