alexametrics

Memahami Persamaaan Dasar Akuntansi dengan Media Gambar

Oleh : Abduka Gusnari, SE

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Siswa baru di jenjang pendidikan tingkat Sekolah Menengah Kejuruan, bisa kita anggap sebagai wadah yang masih kosong. Sehingga seorang guru pengampu mata pelajaran kelas X SMK ada anggapan bahwa siswa-siswa tersebut belum memiliki pengetahuan maupun ketrampilan apapun pada mata pelajaran tersebut.

Demikian pula di SMK Negeri 1 Batang Kelas X Jurusan Akuntansi dan Keuangan Lembaga, siswa baru merupakan wadah kosong yang bisa diisi oleh guru dengan ilmu pengetahuan dan ketrampilan yang sesuai dengan mata pelajaran yang diampunya.

Berkaitan mata pelajaran Akuntansi Dasar di kelas X yang meliputi sebanyak 11 Kompetensi Dasar (disingkat KD). Setiap KD mencakup Kompetensi Dasar Pengetahuan dan Kompetensi Dasar Ketrampilan. Di KD yang keenam yakni KD 3.6 Menerapkan Persamaan Dasar Akuntansi dan KD 4.6 Membuat Persamaan Dasar Akuntansi, siswa baru diharapkan mampu menerapkan dan membuat persamaan dasar akuntansi secara benar setelah pembelajaran dilakukan.

Bentuk dari persamaan dasar akuntansi adalah aset = liabilitas + ekuitas. Siswa kelas X Jurusan Akuntansi dan Keuangan Lembaga kebanyakan masih bingung dalam memahami dari bentuk persamaan dasar akuntansi tersebut. Mengapa bentuknya bisa seperti itu, karena mereka baru pertama kali mengenal tentang pencatatan akuntansi.

Baca juga:  Menulis Narasi Lebih Mudah dengan Media Gambar Seri

Adapun upaya yang dilakukan oleh guru agar siswa mampu menerapkan dan membuat persamaan dasar akuntansi secara benar dan tepat yaitu dengan menggunakan media gambar.
Suparno dalam bahan ajar PLPG (2013:22) mengatakan bahwa media yaitu suatu alat yang dapat dipakai sebagai saluran (channel) untuk menyampaikan suatu pesan (massage) atau informasi dari suatu sumber (resource) kepada penerimanya (receiver). Media dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dan dapat merangsang pikiran, membangkitkan semangat, perhatian, dan kemauan siswa sehingga dapat mendorong terjadinya proses pembelajaran pada diri siswa.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, gambar/gambar/tiruan barang (orang, binatang, tumbuhan, dsb) yang dibuat dengan pensil pada kertas lukisan. Gambar adalah penyajian visual dua dimensi yang memanfaatkan rancangan gambar sebagai sarana pertimbangan mengenai kehidupan sehari-hari, misalnya yang menyangkut manusia, peristiwa, benda-benda, dan tempat.

Baca juga:  Media Gambar Meningkatkan Minat Baca Siswa

Dalam penerapan media gambar, proses pembelajaran yang dilakukan guru dengan menunjukkan gambar-gambar aset atau harta yang dapat digunakan untuk penanaman modal usaha atau investasi awal membuka suatu usaha bisnis baru baik berupa perusahaan jasa, perusahaan dagang, atau perusahaan industri. Gambar-gambar aset tersebut yang ada kesamaan dari yang dimiliki oleh orang tua siswa dan yang memiliki nilai material atau mengandung nilai finansial. Misal gambar uang, peralatan-komputer, kendaraan-mobil, sepeda motor, bangunan-gedung, dan lain-lain.

Berdasarkan gambar-gambar yang ditunjukkan tersebut bisa langsung dipahami oleh siswa bahwa aset atau harta yang ada di dalam perusahaanpun ternyata berwujud sama. Seperti harta yang dimiliki oleh orang tuanya di rumah. Proses pembelajaran dengan media gambar ini dapat memberikan kesan bahwa dalam pembelajaran yang dilaksanakan seperti dalam konteks kehidupan nyata. Oleh karena itu, siswa lebih cepat memahami bahwa aset yang ditanamkan ke perusahaan yang baru didirikan itu berasal dari semua pendiri/pemilik perusahaan.

Baca juga:  Peningkatan Minat Belajar IPA Materi Struktur Bumi melalui Media Gambar

Jika pada 9 November 2021 pemilik (orang tua siswa) mendirikan suatu usaha dengan menanamkan uang tunai Rp 100.000.000,00 ke dalam perusahaannya sebagai modal awal usaha. Bahwa setiap transaksi minimal akan mempengaruhi dua unsur dari persamaan dasar akuntansi yakni aset, liabilitas/hutang, dan ekuitas/modal. Maka pengaruh dari transaksi tanggal 9 November 2021 di atas adalah pertama, aset perusahaan berupa kas bertambah Rp100.000.000,00 dan kedua ekuitas perusahaan berupa modal pemilik (orang tua siswa) bertambah Rp100.000.000,00.

Siswa dapat dengan mudah mencatat ke dalam bentuk persamaan dasar akuntansi. Dicatat di sisi kiri aset kas perusahaan besarnya sama dengan ekuitas/modal pemilik (orang tua siswa) dicatat di sisi kanan. Proses pembelajaran dengan media gambar yang menghadirkan dunia nyata di dalam kelas ini, membuat siswa dapat dengan mudah memahami materi yang ada. (bk1/lis)

Guru Produktif Akuntansi dan Keuangan Lembaga SMKN 1 Batang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya