alexametrics

Tingkatkan Kemampuan Calistung Siswa dengan Media Kit Tematik

Oleh: Dra. Sumarni

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Bahasa Indonesia sebagai salah satu mata pelajaran di SD banyak memberikan kontribusi bagi tercapainya pendidikan yang berkualitas. Untuk tercapainya pendidikan yang berkualitas dan bermutu, guru harus mampu menciptakan pembelajaran yang kondusif agar siswa aktif dan termotivasi dalam setiap pembelajaran.

Apalagi pembelajaran di kelas I SD merupakan landasan dan pondasi bagi siswa untuk mengikuti pembelajaran di kelas yang lebih tinggi. Oleh karena itu, siswa harus bisa menguasai keterampilan membaca, menulis, dan berhitung (calistung).

Tetapi kenyataan di lapangan, guru kelas I SD kesulitan menuntaskan ketiga kemampuan dasar tersebut. Apalagi pembelajaran di kelas awal menggunakan pendekatan tematik dan masih banyak guru yang kesulitan menerapkan pembelajaran tematik di kelasnya. Sehingga angka mengulang di kelas awal cukup tinggi, karena banyak siswa yang belum bisa menguasai kemampuan calistung.

Dari hasil tes formatif dalam bentuk perbuatan atau unjuk kerja pada aspek membaca dan menulis, rata-rata nilai masih di bawah KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal=75). Dari 25 jumlah siswa yang tuntas baru 11 siswa, sedangkan 14 siswa masih di bawah KKM. Berdasarkan data tersebut, penulis melakukan refleksi diri untuk mengetahui masalah atau yang melatarbelakangi mengapa nilai siswa masih kurang.

Baca juga:  Peran Teknologi dalam Pembelajaran Bahasa Inggris di Era Pandemi Covid-19

Permasalahan tersebut di antaranya sebagian besar siswa tidak bisa membaca dan menulis, sementara siswa yang sudah pandai atau lancar membaca dan menulis terlihat bosan dalam kelas.

Dari berbagai masalah dan kekurangan yang dialami siswa dalam pembelajaran tersebut, diketahui guru dalam pembelajaran belum kreatif dan efektif. Untuk mengetahui faktor ketidakberhasilan siswa tersebut, guru melakukan refleksi berkaitan dengan proses pembelajaran yang telah berlangsung.

Ternyata selama proses pembelajaran guru tidak memperhatikan minat dan kemampuan siswa. Guru masih menggunakan pendekatan mapel dalam pembelajaran bukan pendekatan tematik, dan tidak menggunakan media yang tepat.

Penggunaan media KIT Tematik merupakan salah satu startegi yang dapat melatih siswa bekerja sama. Melatih tanggung jawab. Memungkinkan pembelajaran sesuai dengan minat dan kemampuan masing-masing siswa. Menerapkan belajar sambil bermain dan membangun rasa kepercayaan diri melalui kerja berpasangan dan tutor sebaya.

Baca juga:  Siswa Semangat Belajar dengan Berbagai Metode Pembelajaran

Terdapat berbagai macam alternatif model dan strategi pembelajaran yang dapat diterapkan oleh guru dalam pembelajaran untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Hal yang dapat dipandang sebagai salah satu strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan kemampuan membaca dan menulis siswa kelas awal adalah penggunaan KIT Tematik.

Menurut Miarso (2015:80) menegaskan bahwa media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan kemauan peserta didik sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada diri siswa.

Penggunaan media pembelajaran akan memungkinkan terjadinya proses belajar pada diri siswa dan dapat meningkatkan efektivitas kegiatan pembelajaran.

Untuk meningkatkan aktivitas, kemampuan membaca dan menulis maka guru kelas I SD Negeri Pudakpayung 02 Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang menggunakan KIT Tematik.

Baca juga:  Strategi CTL Dahsyat Mendongkrak Minat Belajar Siswa

Dengan melaksanakan penelitian yang terdiri atas dua siklus dengan masing-masing siklus meliputi: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KIT Tematik efektif digunakan dan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran membaca dan menulis siswa kelas I SD Negeri Pudakpayung 02 Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang dan membantu kesulitan guru dalam melaksanakan pembelajaran tematik.

Hal ini dapat dilihat dari ketercapaian tujuan sesuai indikator, yaitu rata-rata ketuntasan klasikal siklus 2 adalah 100 persen, sedangkan target yang ditetapkan 85 persen.

Jumlah siswa yang tuntas membaca dan menulis 25 siswa, sedangkan target minimal 85 persen siswa sudah berani berbicara secara lisan di hadapan teman-temannya.

Sebelumnya hanya 20 persen. Dengan uraian tersebut bisa dikatakan bahwa KIT Tematik efektif digunakan untuk menuntaskan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung siswa, serta memudahkan pembelajaran yang dilaksanakan guru pengganti. (nov1/aro)

Guru SD Negeri Pudakpayung 02 Banyumanik, Kota Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya