alexametrics

Mudahnya Belajar Mendesain Topologi Jaringan Komputer dengan PBL

Oleh : Agus Setiyono, S.Kom

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan pembelajaran di kelas adalah bagaimana pembelajaran itu disajikan oleh guru. Apalagi di dalam Kurikulum 2013, guru hanya berperan sebagai fasilitator dalam pembelajaran. Siswa dilatih mengkontruksi pengetahuaannya sendiri.

Agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara optimal salah satu caranya dengan menggunakan model pembelajaran, Definisi model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang menggambarkan prosedur sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar peserta didik untuk mencapai tujuan belajar tertentu dan berfungsi sebagai pedoman dalam merencanakan dan melaksanakan aktivitas belajar mengajar (Syaiful Sagala, 2005).

Para ahli menyusun model pembelajaran berdasarkan pada prinsip-prinsip pendidikan, teori psikologis, sosiologis, psikiatri, analisis sistem, atau teori lain (Joyce dan Weil, 1980).

Ada beberapa model pembelajaran yang sesuai untuk diterapkan dalam Kurikulum 2013.

Di antaranya pembelajaran berbasis proyek (project based learning), pembelajaran penemuan (discovery learning), dan pembelajaran berbasis masalah (problem based learning).

Baca juga:  Membudayakan Hidup Bersih dan Sehat Siswa Sekolah Dasar

Dalam pembelajaran di SMK Negeri 1 Kutasari jurusan TKJ (Teknik Komputer & Jaringan) khususnya di kelas XI terdapat materi membuat desain topologi jaringan komputer.

Materi ini di lapangan atau di dunia kerja sebelum membangun instalasi jaringan komputer pada suatu area, penting sekali untuk dibuat desain topologi jaringan komputer terlebih dahulu dengan pertimbangan beberapa aspek. Di antaranya geografis, anggaran biaya, perangkat keras yang akan dipakai.

Salah satu model pembelajaran yang bisa digunakan oleh guru di kelas untuk materi membuat desain topoligi jaringan komputer adalah dengan model pembelajaran berbasis masalah (problem based learning atau PBL).

Problem based learning (PBL) merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang fokusnya pada siswa dengan mengarahakan siswa menjadi pembelajar yang mandiri yang terlibat langsung secara aktif dalam pembelajaran berkelompok (Sumarmi, 148: 2012).

Baca juga:  Meningkatkan Hasil Belajar Matematika dengan PBL

Dalam pembelajaran problem based learning (PBL) pada materi mendesain topologi jaringan komputer ada lima fase. Untuk fase yang pertama yaitu mengorientasikan siswa kepada masalah. Pada fase ini guru memberikan masalah yang menarik untuk dipecahkan oleh siswa yaitu bagaimana membuat desain topologi jaringan komputer dengan keadaan area geografis gedung yang ada.

Anggaran yang disediakan serta jenis perangkat keras apa yang sesuai supaya pembangunan jaringan komputer terbangun dengan baik dan tidak ada kendala dikemudian hari.

Fase yang kedua mengorganisasikann siswa. Pada fase ini guru mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok, mengarahkan siswa untuk mengidentifikasikan masalah dan mengorganisasikan tugas belajar yang berhubungan dengan pemecahan masalah tersebut. Fase ketiga membimbing penyelidikan individu dan kelompok. Pada fase ini guru mendorong siswa mengumpulkan informasi yang sesuai.

Dalam hal ini siswa diminta mencari solusi dari permasalahan dengan mencari di internet, setelah informasi diperoleh siswa mencoba mempraktikan langkah-langkah mendesain topologi jaringan yang sesuai. Fase yang keempat mengembangkan dan menyajikan hasil karya.

Baca juga:  Aplikasi Pendekatan Problem Based Learning Tingkatkan Aktivitas Pembelajaran

Siswa diarahkan untuk menyiapkan laporan pemecahan masalah yaitu membuat laporan mengenai langkah-langkah mendesain topologi jaringan komputer yang sesuai. Kemudian siswa diberi kesempatan untuk mempresentasikan temuanya di depan kelas serta kelompok lain menanggapi.

Fase yang kelima menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Pada fase ini guru mengevaluasi pemecahan masalah dan memberikan arahan jika temuan siswa belum sesuai dengan tujuan pembelajaran yaitu mendesain topologi jaringan komputer.

Dengan kelima fase pada model pembelajaran Problem Base Learning (PBL) siswa bisa mengkontruksi sendiri pengetahuannya yaitu dengan mencari solusi dari permasalahan yang disajikan dalam pembelajaran. (rn2/lis)

Guru TKJ SMK Negeri 1 Kutasari, Kabupaten Purbalingga

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya