alexametrics

Cara Happy Belajar Hukum dengan Kagum

Oleh : Suhada, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Peserta didik SMA kelas XII pada umumnya berusia antara lima belas sampai delapan belas tahun. Pada usia tersebut secara hukum mereka akan memasuki usia sebagai subjek hukum dimana pada usia tersebut seseorang memiliki kecakapan hukum.

Kecakapan berbuat adalah kewenangan untuk melakukan perbuatan-perbuatan hukum sendiri (Handri Raharjo, 2009:52). Para peserta didik yang memasuki usia cakap hukum dapat melakukan perbuatan-perbuatan hukum atas nama dirinya atau orang lain serta dapat bertanggung jawab atas perbuatannya di hadapan hukum. Untuk menunjang kecakapan tersebut diperlukan pengetahuan yang cukup tentang hukum.

Dalam mata pelajaran PPKn kelas XII terdapat materi pembelajaran tentang Penegakan dan Perlindungan Hukum di Indonesia yang membahas pengertian hukum, tujuan hukum, sumber-sumber hukum, peran lembaga penegak hukum, serta jenis-jenis perlindungan hukum.

Melalui materi tersebut peserta didik diharapkan memiliki pengetahuan dasar untuk membekali mereka untuk menjadi seseorang yang cakap hukum.

Baca juga:  Pembelajaran IPA Menyenangkan selama Masa Pandemi

Permasalahan yang muncul dalam pelaksanaan pembelajaran di antaranya adalah peserta didik kurang memahami materi pembelajaran. Hal ini disebabkan beberapa factor. Di antarannya materi pembelajaran yang cenderung bersifat hafalan sehingga peserta didik kurang berminat mengikuti kegiatan pembelajaran, merasa jenuh dan bosan.
Untuk mengatasi permasalah tersebut diperlukan metode pembelajaran yang menarik dan menyenangkan agar peserta didik mudah memahami dan mengingat materi pembelajaran tentang penegakan dan perlindungan hukum.

Dalam pembelajaran tugas guru utamanya bukan mentransfer pengetahuan tetapi memfasilitasi kegiatan pembelajaran sehingga peserta didik memiliki kesempatan aktif belajar dengan cara mengkonstruksi pengetahuan berdasar pengalaman siswa sendiri (Muhammad Faturrohman, 2017:177).

Mengingat pentingnya materi pembelajaran penegakan dan perlindungan hukum bagi peserta didik yang tidak hanya diukur dengan pencapaian nilai sesuai prosedur penilaian, tetapi juga memberi bekal pengetahuan dasar kepada peserta didik untuk menjadi warga masyarakat yang cakap hukum, penulis mengembangkan metode pembelajaran dengan Kagum untuk siswa kelas XII SMA Negeri 1 Kajen.

Baca juga:  Asesmen Nasional (AN): Cara Memotret Sistem Pendidikan secara Keseluruhan

Kagum merupakan akronim dari Kartu Guna Tahu Hukum. Adalah suatu metode pembelajaran yang menggunakan permainan kartu yang setiap kartu dibagi menjadi dua bagian. Satu bagian berisi pertanyaan yang jawabannya terdapat pada kartu lain dan satu bagian lagi bersisi jawaban dari pertanyaan yang terdapat pada kartu yang lain tentang materi Penegakan dan Perlindungan Hukum di Indonesia. Masing-masing kartu berpasangan dengan kartu lain.

Pelaksanaan kegiatan pembelajaran dengan Kagum adalah setelah guru memberikan penjelasan tentang materi pembelajaran, peserta didik dibagi menjadi tiga kelompok dengan anggota sepuluh sampai tiga belas siswa. Masing-masing kelompok diberikan lima belas kartu. Selanjutnya masing-masing anggota saling bekerja sama dalam kelompok untuk menyusun kartu sesuai pasangan pertanyaan dan jawabannya dengan kartu yang lain.

Penilaian permaian Kagum adalah berdasarkan kecepatan dalam menyelesaikan tugas dan ketetapan dalam menyusun pasangan kartu. Kelompok yang pertama menyelesaikan tugas mendapat skor tiga, yang kedua mendapat skor dua dan yang ketiga mendapat skor satu. Tujuan penilaian berdasarkan kecepatan waktu menyelesaikan tugas adalah untuk melatih peserta didik agar dapat memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya dalam menyelesaikan suatu pekerjaan.

Baca juga:  Role Playing pada Layanan Konseling Kelompok dalam Menyelesaikan Kasus Bullying

Penilaian selanjutnya, berdasarkan ketepatan susunan pasangan kartu. Setiap pasangan kartu yang tepat mendapat skor satu, dan apabila terdapat pasangan kartu yang salah skor dikurangi satu. Tujuan penilaian berdasarkan ketepatan menyusun pasangan kartu adalah agar peserta didik cermat dan berhati-hati dalam mengambil keputusan.

Melalui pembelajaran dengan Kagum peserta didik lebih bersemangat dan termotivasi untuk mengikuti kegiatan pembelajaran sekaligus melatih peserta didik bersikap disiplin, jujur, bekerja sama, cermat, serta berkompetisi secara sehat. Melalui pembelajaran ini diharapkan dapat memberi bekal pengetahuan serta menanamkan karakter yang diperlukan untuk menjadi subjek hukum. (cd1/lis)

Guru SMA Negeri 1 Kajen, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya