alexametrics

Belajar Menulis Aksara Jawa Mandaswara Mudah dengan Video Tutorial

Oleh : Erni Ariyanti, S.S

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pandemi Covid-19 yang berjalan hampir dua tahun ini sangat mempengaruhi setiap sektor di antaranya adalah pendidikan. Hal ini sesuai dengan pendapat Suhu (2020) bahwa pandemi menjadi persoalan multi dimensi yang dihadapi dunia. Demi menghindari penyebaran virus ini, pemerintah memutuskan untuk menggunakan sistem online dalam melaksanakan pembelajaran.

Penggunaan sistem online mengharuskan guru untuk mengubah model pembelajaran. Salah satunya dengan menggunakan video sebagai sarana pembelajaran. Hal ini pula yang diterapkan di SMA Wiradesa kelas X pada materi membaca dan menulis huruf Jawa sandangan mandaswara.

Dalam buku Media Pembelajaran (Arsyad, 2013) menyatakan salah satu keunggulan utama penggunaan video yakni dapat menggambarkan suatu proses secara tepat yang dapat disaksikan secara berulang-ulang jika dipandang perlu.

Hal ini sangat cocok dengan materi dalam Kompetensi Dasar (KD) Membaca dan Menulis Huruf Jawa Aksara Mandaswara. Sepertihalnya anak yang belum mampu membaca maupun menulis, tutorial cara membaca dan menulis menjadi hal yang tidak dapat diabaikan.

Baca juga:  Belajar Tembang Gambuh dengan Vidio Tutorial Pembelajaran

Beberapa masalah mendasar yang dihadapi siswa kelas X SMA Wiradesa ketika mempelajari KD ini. Yaitu ketidaktahuan tujuan pembelajaran sehingga menurunkan motivasi belajar siswa. Yang kedua yakni kurangnya pembiasaan dalam menulis huruf Jawa.

Pertemuan pertama merupakan bagian dari observasi untuk memetakan sejauh mana peserta didik mengetahui cara menulis dan membaca huruf Jawa. Melalui Google meet siswa diminta untuk membaca contoh kata, dan kalimat sederhana.

Dalam tahap observasi ini, dapat disimpulkan adanya persentase kemampuan yang rendah dalam menulis dan membaca huruf jawa.

Hanya sekitar 30 persen siswa yang mampu membaca kalimat sederhana. Selebihnya membaca terbata-bata. Hal lainnya yakni ketidakmampuan membaca suku kata tertutup ketika bertemu dengan huruf pasangan dan sandangan terutama sandangan mandhaswara.

Setelah tahap observasi ini guru mengambil langkah bahwa tutorial dalam membaca dan menulis huruf jawa tidak dapat ditinggalkan. Tidak hanya sekali tetapi harus berkali-kali. Karenanya penggunaan video menjadi alternatif yang sangat mungkin untuk dilaksanakan. Pelan dan bertahap layaknya mengajari anak yang belum tahu aksara.

Baca juga:  Penguatan Karakter Kebangsaan dalam Pembelajaran Aksara Murda dengan Peta Candi Nusantara

Video tutorial ini dimulai dari membicarakan symbol huruf dan cara bacanya, menulis kata terbuka, tertutup serta berlanjut pada kalimat sederhana. Adapun video dikirimkan melalui aplikasi WAG untuk dipelajari.

Pertemuan berikutnya masih dengan menggunakan google meet para siswa diajak kembali untuk membaca beberapa kata dan kalimat yang telah disediakan. Hal ini untuk memantau perkembangan apakah penggunaan video tutorial berhasil dimanfaatkan oleh siswa.

Hasilnya luar biasa, lebih dari 80 persen sudah mampu membaca kalimat sederhana. Selain membaca, siswa juga diminta untuk menulis beberapa kata dengan suku kata tertutup dan menggunakan sandhangan mandaswara.

Setelah mendapatkan gambaran perkembangan siswa dalam belajar aksara Jawa dengan hasil yang cukup memuaskan, guru mengembangkannya dalam program “menulis surat cinta untuk teman”. Untuk mendapatkan hasil yang lebih memuaskan lagi, program ini tidak dilaksanakan langsung dalam google meet, tetapi melalui penugasan.

Baca juga:  Serunya Menulis Pariwara Menggunakan Aplikasi Canva

Harapannya, anak akan lebih banyak mengeksplor perasaannya sehingga mereka tidak hanya belajar menulis aksara Jawa tetapi juga belajar menulis mengungkapkan perasaannya.

Program pembelajaran model semacam ini dapat dikatakan berhasil sebab dari yang tadinya tidak tahu cara membaca dan menulis huruf Jawa akhirnya menjadi tahu. Memang tidak dapat dikatakan bahwa persentase keberhasilannya mencapai 100 persen sebab ada beberapa penulisan suku kata atau bahkan kata yang keliru.

Tetapi melalui program menulis surat cinta untuk teman, siswa akan belajar menulis dan terus menulis sehingga dari yang belum berhasil 100 persen bertahap akan mencapai 100 persen. (bk1/lis)

Guru Bahasa Jawa SMA 1 Wiradesa

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya