alexametrics

Bangkitkan Motivasi Belajar Siswa lewat Sinema Konseling

Oleh : Wildan Ifazaturrisqi, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Setelah setahun lebih siswa melaksanakan SFH (school from home), saat ini beberapa sekolah telah melaksanakan PTM (pembelajaran tatap muka) terbatas dengan protokol kesehatan ketat. Namun, PTM yang pada awal pandemi menjadi sesuatu yang dirindukan oleh siswa, kini justru tak terlihat adanya semangat pada siswa saat mengikuti PTM.

Dalam beberapa tahap PTM terbatas, masih banyak siswa yang tidak hadir. Beberapa siswa datang terlambat, tidak mematuhi protokol kesehatan, dan kurang antusias saat menerima pelajaran di kelas.

Pandemi yang terlalu lama berdampak pada anjloknya motivasi belajar siswa. Padahal dalam kegiatan belajar, motivasi sangat diperlukan. Tanpa motivasi belajar, siswa akan sulit mencapai hasil belajar yang maksimal.

Menurut Sardiman (2018:75) motivasi belajar adalah keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan kegiatan belajar, yang menjamin kelangsungan dari kegiatan belajar dan memberikan arah pada kegiatan belajar sehingga tujuan yang dikehendaki oleh subjek belajar dapat tercapai.

Baca juga:  Model PBL dan Video Interaktif Tingkatkan Motivasi Belajar Siswa

Siswa yang mempunyai motivasi dalam belajar akan menunjukkan minat, semangat dan tekun dalam menyelesaikan tugas, tidak mudah putus asa dalam menghadapi kesulitan, memiliki dorongan dan kebutuhan dalam belajar serta memiliki hasrat untuk berhasil.

Membangkitkan motivasi belajar sama artinya membangun kesadaran dan kemauan belajar lebih tekun sehingga mendapatkan hasil yang maksimal. Salah satu strategi yang dipilih guru BK SMAN 1 Wiradesa untuk membangkitkan motivasi belajar siswa kelas XI MIPA yaitu melalui sinema konseling.

Sinema konseling merupakan bentuk konseling kreatif, dimana seorang Konselor mampu menampilkan film pendek/video sebagai metode konseling. Menurut Solomon (2012) sinema konseling adalah metode penggunaan film untuk memberi efek positif pada pasien.

Jadi, sinema konseling merupakan sebuah metode layanan konseling kepada peserta didik dengan menggunakan film atau video pendek yang dapat dilakukan secara individu ataupun berkelompok serta memiliki tujuan tertentu yang menghasilkan efek positif.

Baca juga:  Pendekatan Interaktif Tingkatkan Motivasi Belajar Siswa

Menurut Fuat Ulus (2003), film dapat memberikan efek hiburan, edukasi dan penguatan. Film merupakan salah satu media yang dapat mempengaruhi penontonnya. Kekuatan film terletak pada daya sugestifnya.

Sadar atau tidak setelah menonton sebuah tayangan film akan ada sebuah kesan yang tertanam dalam diri kita dan mempengaruhi cara pandang dan sikap kita terhadap sebuah persoalan. Hal inilah yang dilakukan Guru BK SMAN 1 Wiradesa, yaitu ‘memanfaatkan’ film untuk membangkitkan motivasi belajar siswa.

Adapun prosedur pelaksanaan sinema konseling adalah sebagai berikut: pertama, penayangan film. Pemilihan film yang sesuai dengan tema terapeutik sangat penting dalam suatu treatment.

Film harus dipilih berdasar masalah klien, tujuan, kekuatan, serta kemampuan klien dalam memahami isi film. Dalam hal ini Guru BK memilih film dengan tema pendidikan yang di dalamnya mengandung pesan perjuangan seseorang dalam mencapai cita-cita.

Baca juga:  Optimalisasi Facebook untuk Layanan Bimbingan Konseling

Sesuai tujuan yang ingin dicapai yaitu membangkitkan motivasi belajar siswa. Kedua, refleksi isi film. Guru BK bersama siswa membahas isi film dan pesan yang ingin disampaikan oleh film tersebut. Ketiga, pengembangan komitmen.

Guru BK bersama siswa membahas tentang pesan moral apa yang bisa diambil dari film tersebut terkait motivasi belajar. Keempat, uji komitmen. Yaitu langkah apa yang akan diambil siswa setelah menonton film tersebut.

Dan yang terakhir adalah refleksi pengalaman. Membahas tentang beberapa pengalaman yang pernah dilakukan siswa terkait upaya membangkitkan motivasi belajar.

Melalui sinema konseling siswa diberi kesempatan untuk memahami dan mengeksplorasi mengenai diri sendiri, kehidupan dan hubungan dengan orang lain. Jika digunakan secara tepat, film dapat digunakan untuk memotivasi tanpa menasihati. (bk1/lis)

Guru Bimbingan dan Konseling SMAN 1 Wiradesa, Kabupaten Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya