alexametrics

Pembelajaran Kimia dengan Eksperimen Mandiri

Oleh : Hartini S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, METODE eksperimen menurut Nana Sudjana (2014:93) ialah metode yang siswanya mencoba mempraktikkan suatu proses tersebut, setelah melihat/mengamati apa yang telah didemonstrasikan oleh seorang demonstrator. Eksperimen juga dapat dilakukan untuk membuktikan kebenaran sesuatu.

Sedangkan menurut Asih Widi Wisudawati dan Eka Sulistyowati (2014:157) metode eksperimen bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berpikir peserta didik dalam menemukan dan memahami suatu konsep atau teori IPA yang sedang dipelajari.

Pelaksanaan eksperimen pada pembelajaran jarak jauh saat ini harus dilaksanakan secara mandiri oleh peserta didik, meskipun tetap dapat dilaksanakan secara berkelompok. Hal itu juga dilakukan penulis di SMA Negeri Bantarsari, Kabupaten Cilacap. Jumlah anggota tiap kelompok juga tetap dibatasi agar setiap anggota kelompok dapat berperan pada saat pelaksanaan eksperimen. Meskipun demikian, tidak semata-mata aspek pengetahuan dan ketrampilan yang dikejar oleh guru.

Baca juga:  Belajar Laju Reaksi dengan Blended Learning Berbantuan Google Meet dan OBS

Guru tetap memiliki tanggungjawab untuk berupaya membangun sikap/karakter peserta didik. Banyak nilai karakter yang dapat dikembangkan dalam pembelajaran dengan eksperimen mandiri.

Satu, sikap religius ditanamkan dengan mengawali setiap pertemuan dan kegiatan dengan berdoa sesuai agama dan kepercayaan msing-masing disertai pengantar akan kebesaran Tuhan Yang Maha Esa dengan segala nikmatnya. Guru juga menyampaikan harapan atas doa yang dipanjatkan. Dua, sikap jujur ditanamkan dengan meminta peserta didik untuk menuliskan hasil eksperimen sesuai dengan data yang sesungguhnya meskipun data yang dihasilkan tidak sesuai dengan teori karena tidak setiap eksperimen akan menghasil data yang tepat. Tiga, sikap toleransi ditanamkan dengan sikap saling menghargai apabila terjadi perbedaan pendapat antar anggota kelompok pada waktu mengerjakan lembar kerja atau melakukan pengamatan saat melaksanakan eksperimen.

Baca juga:  Edmodo Bikin Belajar Siswa lebih Inovatif

Empat, sikap disiplin ditanamkan dengan meminta peserta didik melaksanakan eksperimen mandiri sesuai prosedur kerja termasuk jumlah alat dan bahan yang digunakan. Disiplin juga dibangun dengan tugas pengumpulan laporan hasil praktikum tepat waktu sesuai dengan tengat yang diberikan. Lima, karakter kerja keras dibangun dengan meminta peserta didik untuk tidak patah semangat apabila eksperimen yang dilakukan gagal atau harus diulang karena adanya hambatan. Enam, sikap kreatif dibangun dengan membolehkan peserta didik mengusulkan sesuatu ide atau penggantian alat dan bahan jika alat dan bahan tidak ada di sekitarnya tetapi tetap harus dengan sepengetahuan guru pengampu.

Tujuh, sikap mandiri peserta didik dituntut karena mereka harus bekerja di rumah, tidak bergantung pada guru atau anggota keluarga yang lain. Mereka juga harus bekerja melakukan eksperimen tanpa pengawasan dari guru. Delapan, rasa ingin tahu dibangun dengan memancing peserta didik akan pertanyaan-pertanyaan yang membawa rasa ingin tahu terhadap eksperimen yang dilaksanakan. Sembilan, sikap tanggung jawab dibangun dengan memberikan rasa percaya bahwa peserta didik mampu melaksanakan praktikum dengan baik.

Baca juga:  Bermain Bola Kasti Menyenangkan Menggunakan Bola Ubur-Ubur

Semua harus dikembangkan oleh guru dengan berbagai hambatan, tantangan dan kendalanya. Hambatan, tantangan dan kendala harus disikapi dengan bijak agar pelaksanaan eksperimen dapat berjalan dengan baik serta penanaman nilai-nilai karakter yang diinginkan dapat tercapai sesuai harapan. Tidak mudah membangun karakter peserta didik pada pembelajaran apalagi secara jarak jauh. Guru harus yakin bahwa peserta didik mampu melaksanakan eksperimen mandiri dan memiliki karakter yang diharapkan. (*/ida)

Guru Kimia SMA Negeri 1 Bantarsari, Kabupaten Cilacap

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya