alexametrics

Analisis SWOT untuk Siswa SMK

Oleh : Rondiyah, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID. SWOT adalah kepanjangan dari Strength, Weakness, Opportunities dan Threats atau dalam bahasa Indonesia diartikan kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman. Jadi analisis SWOT adalah analisis atau kegiatan menguraikan tentang kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman. Analisis SWOT ini bisa digunakan untuk evaluasi kondisi dan situasi yang dihadapi lembaga/organisasi, perusahaan bahkan pada diri seseorang.

Menurut Ferrel dan Harline (2005), fungsi dari analisis SWOT adalah untuk mendapatkan informasi dari analisis situasi dan memisahkannya dalam pokok persoalan internal (kekuatan dan kelemahan) dan pokok persoalan eksternal (peluang dan ancaman).

Sedangkan Menurut Freddy Rangkuti analisis SWOT adalah indifikasi berbagai faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi perusahan. Analisis ini didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan (strength) dan peluang (opportunities), namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan (weaknesses) dan ancaman (threats).

Faktor kekuatan dan kelemahan, sering disebut sebagai faktor internal atau kondisi dari dalam diri masing-masing pribadi/dalam organisasi/dalam perusahaan. Sedangkan peluang dan ancaman disebut sebagai faktor eksternal atau situasi di luar diri masing-masing pribadi/luar organisasi/luar perusahaan.

Baca juga:  Tingkatkan Kemampuan Berbahasa Anak Usia Dini dengan Media Gambar

Sistem yang dilakukan dalam analisis SWOT yaitu melakukan analisis secara mendalam terhadap objek seperti diri sendiri, organisasi, maupun perusahaan. Tujuannya agar bisa melihat potensi terbaik serta memberikan gambaran tentang kemungkinan situasi yang akan dihadapi di masa depan dan menjadi salah satu hal yang perlu dilakukan agar bisa menentukan perencanaan yang baik.

Untuk bisa melakukan analisis SWOT untuk diri sendiri terutama pada seorang siswa SMK, maka harus memahami terlebih dahulu tentang kaidah SWOT. Yaitu kekuatan, kelemahan, peluang serta ancaman. Selanjutnya, siapkan satu lembar kertas dan buatlah empat kolom yang berisikan keempat komponen tersebut.

Sedangkan menurut Sondang P Sinagian ada pembagian faktor-faktor strategis dalam analisi SWOT. Yaitu di kolom pertama strength atau kekuatan, bisa dituliskan semua potensi yang ada di dalam diri siswa. Contoh potensi antara lain mampu bekerja keras, pantang menyerah, punya komitmen yang kuat, mudah bergaul, penampilan menarik, prestasi akademik baik, pernah menjuarai lomba tertentu, mempunyai kemampuan manajemen yang baik, disiplin, bertanggung jawab dan lain-lain.
Di kolom kedua yaitu weakness atau kelemahan. Bisa dituliskan semua kelemahan yang ada dalam diri siswa antara lain punya sifat pelupa, egois, kemampuan komunikasinya lemah, tidak memiliki kemampuan finansial yang cukup dan lain-lain.

Baca juga:  Tingkatkan Kompetensi Guru melalui Berbagi Praktik Baik Pembelajaran

Di kolom ketiga opportunities atau peluang. dituliskan semua peluang yang ada di masyarakat antara lain adanya lowongan CPNS/PPPK oleh pemerintah, teknologi semakin berkembang, adanya dukungan keluarga/teman-teman dan lain-lain.

Di kolom keempat threats atau ancaman. Dituliskan semua ancaman atau hambatan yang ada di masyarakat antara lain, banyak pesaing yang sudah berpengalaman, tuntutan yang menekan untuk segera menikan/bekerja, banyak sekolah yang meluluskan siswanya.

Yang perlu diingat adalah analisis SWOT pribadi akan lebih efisien jika berfokus pada tujuan dan cita-cita ke depannya. Ini akan memudahkan untuk introspeksi diri dan menilai kelebihan dan kelemahan siswa untuk menanggapi cita-cita tersebut.

Karena tiap individu memiliki kemampuan maupun keterampilan yang beragam, maka kelak akan menjadi tolak ukur tim bagian kepegawaian organisasi/perusahaan ketika sedang menilai siapa yang paling cocok untuk bekerja di perusahaan. Namun, siswa tidak usah khawatir, pastikan tiap kolom diisi sejujur-jujurnya dan tetap percaya diri.

Baca juga:  Pembelajaran DLE Mengasyikkan dan Efektif di Masa Pandemi melalui Podcast

Pada akhirnya siswa harus bisa intropeksi diri untuk melakukan 4 hal berikut. Yakni mempertahankan dan menambah lebih banyak lagi kekuatan yang dimiliki; mengurangi atau berusaha menghilangkan kelemahan yang ada. Selalu mengikuti informasi peluang yang ada di masyarakat dan berusaha minimal satu peluang bisa diisi oleh diri siswa. Tetap waspada menghadapi ancaman/hambatan yang muncul dari luar dirinya.

Berdasarkan data yang diperoleh penulis dari kelas-kelas yang diampu selama mengajar di sekolah SMK, banyak siswa yang berkeinginan langsung masuk dunia kerja dan sebagian ada yang ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Dengan analisis SWOT diharapkan siswa bisa mempersiapkan diri untuk bisa masuk ke dunia nyata, mampu melakukan suatu hal setelah selesai/lulus dari pendidikan SMK. (*/lis)

Guru Produk Kreatif dan Kewirausahaan SMKN 1 Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya