alexametrics

Pembelajaran Konstruktivisme Mempermudah Belajar Ekonomi di Era PJJ

Oleh : Supriyani, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pandemi Covid-19 sudah berjalan hampir 2 tahun. Pandemi yang berkepanjangan ini berdampak pada hampir semua sektor. Tidak terkecuali sektor pendidikan. Untuk mengurangi kerumunan dan mengutamakan kesehatan siswa, kegiatan belajar mengajar yang semula tatap muka dialihkan menjadi dalam jaringan.

Harus diakui pembelajaran dalam jaringan tidak efektif karena banyak hambatan yang terjadi saat proses belajar mengajar berlangsung. Adapun faktor-faktor yang menghambat antara lain: pertama, belum semua daerah ada jaringan internet. Kedua, dijumpai daerah yang sinyal kurang bagus.

Ketiga, keterbatasan perekonomian artinya tidak semua siswa mampu membeli HP android untuk mendukung PJJ. Keempat, keterbatasan teknologi. Artinya ketidakmampuan dalam menggunakan teknologi dalam penerapan aplikasi yang digunakan untuk belajar dan mengajar, baik itu dari siswa maupun dari guru.

Kelima, kendala dalam rumah siswa ketika dijumpai siswa membutuhkan bimbingan dalam pengerjaan tugas sementara orang tua tidak mampu karena berbagai sebab.

Misal karena orang tua bekerja atau karena di rumah ada beberapa anak yang membutuhkan bimbingan sementara latar belakang orang tua bukan dari pendidik.

Baca juga:  Terapkan Mind Mapping dalam Pembelajaran Puisi

Mengacu dari berbagai latar belakang di atas, penulis sebagai guru mata pelajaran ekonomi di SMAN 1 Mertoyudan berusaha menggunakan metode yang membuat siswa menjadi lebih mudah memahami materi yang akan dipelajari.

Pelajaran ekonomi adalah pelajaran yang menganalisis kehidupan nyata untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Materi pelajaran ekonomi antara lain pertama, konsep ilmu ekonomi bagaimana cara pemenuhan kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan sumber daya yang terbatas.

Kedua, dengan kebutuhan yang tidak terbatas tersebut bagaimana kita menerapkan skala prioritas dengan mengacu pada kebutuhan primer, sekunder dan tersier. Ketiga, memahami tentang pasar, terbentuknya harga keseimbangan, faktor yang mempengaruhi permintaan dan penawaran.

Keempat, peran rumah tangga konsumsi, rumah tangga produksi, rumah tangga pemerintah dan masyarakat luar negeri. Kelima, pertumbuhan dan pembangunan ekonomi.

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar siswa secara aktif mengembangkan potensi dirinya (S. Sardiyo, 2015). Selama ini kita jumpai pembelajaran sentral, yang semua materi dari guru dengan metode ceramah.

Baca juga:  Komunikasi Efektif Kombinasi WA dan Ms Teams 365 Era PJJ Materi Pendapatan Nasional

Pembelajaran seperti ini sangat tidak efektif karena siswa cenderung jenuh dan ada keterbatasan siswa untuk menghapal materi. Akan sangat beda jika diberikan metode tertentu yang membuat siswa lebih mudah memahami. Pembelajaran konstrutivisme adalah sebuah teori pendidikan yang meningkatkan perkembangan logika dan pembelajaran konseptual.

Peran seorang pengajar sangat penting dalam pembelajaran kontruktivisme. Ketimbang memberikan ceramah sebaiknya pengajar bekerja sebagai fasilitator yang bisa membantu pembelajar dengan pemahamannya.

Teori konstruktivisme didefinisikan sebagai pembelajaran yang bersifat generatif, yaitu tindakan mencipta sesuatu makna dari apa yang dipelajari. Konstruktivisme sebenarnya bukan merupakan gagasan yang baru. Apa yang dilalui dalam kehidupan kita selama ini merupakan himpunan dan pembinaan pengalaman demi pengalaman (Wikipedia).

Pembelajaran konstruktivisme diterapkan pada kelas X Jurusan IPS mata pelajaran ekonomi di SMAN 1 Mertoyudan Magelang. Kebijakan pemerintah dalam penerapan belajar mengajar yang dilakukan melalui PJJ membuat siswa harus memperbanyak literasi terutama yang berkaitan antara mata pelajaran ekonomi dan perekonomian di Indonesia yang ada saat ini.

Baca juga:  Media Balon Tingkatkan Keterampilan Sepak Sila Peserta Didik

Dengan mengikuti berita tentang pandemi dan dampaknya bagi sektor ekonomi maka kita bisa memberikan satu pertanyaan yang bersifat masalah kemudian dianalisis bersama-sama secara rinci maka dari permasalahan yang muncul tadi akan bisa disimpulkan sebab, akibat dan solusinya. Untuk memacu semangat siswa membaca dan kemudian mempresentasikan dalam diskusi, maka siswa dibagi beberapa kelompok. Dan tiap kelompok diberikan topik yang berbeda.

Dengan topik yang berbeda maka ketika berlangsung pemaparan di presentasi, siswa otomatis bisa belajar beberapa topik sekaligus. Mereka menjadi lebih mudah memahami materi yang disajikan.

Dengan mengikuti keadaan sekitar maka siswa bisa membaca dan akan belajar menganalisis kejadian di masyarakat serta mengetahui kebijakan pemerintah di bidang ekonomi dalam mengatasi dampak pandemi. (mn1/lis)

Guru Ekonomi SMAN 1 Mertoyudan, Kabupaten Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya