alexametrics

Menganalisis Strategi Permainan Sepakbola dengan Menjadi Komentator Pertandingan

Oleh : Djoko Prabowo, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Di masa pandemi saat ini pembelajaran tatap muka hampir tidak dilaksanakan oleh mayoritas satuan pendidikan dari tingkat PAUD hingga Sekolah Lanjutan Tingkat Atas bahkan sampai Perguruan Tinggi. Sebagai gantinya, pembelajaran dilaksanakan secara daring atau biasa dikatakan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh).

Namun pembelajaran jarak jauh ini kurang maksimal, terutama pada pembelajaran PJOK (Pendidikan Jasmani Olahraga Kesehatan) yang nota bene pembelajaran PJOK ini dituntut kemampuan pengetahuan, ketrampilan dan sikap yang menjadi satu dalam rangkaian pembelajaran.

Hetherington mengatakan, empat dimensi tujuan pendidikan jasmani adalah yang mencakup fisik, motorik, mental dan sosial. Hal senada juga disampaikan oleh Program Olimpic Aid yang didukung oleh para olahragawan dan relawan di bidang kemanusiaan juga menyampaikan bahwa pada dasarnya tujuan pendidikan jasmani yaitu bermain dan olahraga untuk anak-anak sangat penting guna menumbuhkembangkan : aspek mental (misalnya inteligensia dan wawasan), aspek fisik (misalnya kebugaran jasmani dan dimensi pertumbuhan jasmani), aspek perasaan dan emosi (misalnya self-esteem dan optimise), aspek kesehatan (bebas dari penyakit, diet dan lingkungan yang hidup) dan aspek sosial (misalnya keterampilan hidup bersama, hubungan dalam hidup bermasyarakat) (Lutan, 2002:5).

Baca juga:  Serunya Belajar Kisah Nabi dengan Metode Role Playing

Guru mempunyai sifat sebagai seorang pendidik, dalam menghadapi situasi PJJ seperti saat ini tidak dijadikan sebagai hambatan dan kendala. Apalagi di era digital, justru memicu guru untuk menjadi kreatif dalam mencerdaskan peserta didiknya dan juga mengajak peserta didiknya untuk menjadi lebih kreatif pula.

Ide kreatif harus selalu diciptakan untuk meningkatkan situasi belajar yang menyenangkan. Guru PJOK di SMA Negeri 1 Sragi Kabupaten Pekalongan dalam melaksanakan pembelajarannya menciptakan ide dan mengajak peserta didik khususnya kelas XII untuk berkreasi pada materi Bola Besar yang membahas analisis dan startegi pertahanan dan penyerangan dalam sepak bola.

Pada materi ini, peserta didik diajak untuk menjadi seorang komentator dalam sebuah video pendek pertandingan sepak bola tentang pola penyerangan dan pertahanan. Komentator menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah orang yang (pekerjaannya) mengomentari atau mengulas suatu berita dan sebagainya ; juru ulas. Untuk menjadi seorang komentator olahraga tentunya seseorang harus mampu dan menguasai teknik serta istilah-istilah dalam sepak bola.

Baca juga:  Penggunaan Metode Demontrasi Tingkatkan Keterampilan Service pada Permainan Bola Voli

Pada peserta didik SMA N 1 Sragi Kabupaten Pekalongan, penguasaan teknik dan istilah ini sudah disampaikan di kelas X dan XI, jadi peserta didik kelas XII tentunya sudah mampu dan menguasai teknik dan istilah-istilah dalam sepak bola.

Langkah-langkah belajar menjadi komentator sepak bola dalam PJJ ini, peserta didik diminta untuk mengamati dan menganalisis video pendek tentang pola penyerangan dan pertahanan dalam sepak bola. Setelah diamati dan dianalisis, peserta didik membuat catatan analisis. Kemudian catatan analisis tersebut diaplikasikan ke dalam video tersebut dalam bentuk voice/suara. Dalam mengaplikasikan video dan catatan analisis ini, dibutuhkan kreativitas anak dalam mengedit video supaya menarik untuk dilihat dan didengar.

Baca juga:  Meningkatkan Kemampuan Speaking dengan Film Animasi

Hasil dari belajar menjadi komentator ini, peserta didik menjadi tertantang untuk bekreasi dalam mengedit video, menganalisis video dan tercapainya sasaran materi inti yaitu belajar pola penyerangan dan pola pertahanan dalam sepak bola. Belajar seperti ini ternyata menyenangkan bagi peserta didik dan sangat antusias untuk menghasilkan produk video komentator yang menarik. (ips1/ton)

Guru PJOK SMA 1 Sragi

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya