alexametrics

Peran Guru BK dalam Program Merdeka Belajar

Oleh : Elly Sulistiyowiharti, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Program Merdeka Belajar merupakan program baru yang dicanangkan Mendikbud Nadiem Makarim. Istilah Merdeka belajar muncul ketika Mendikbud pidato saat memperingati hari guru Nasional 2019. Konsep merdeka belajar, Kemdikbud mengelaborasi dan mengaktualkan dalam bentuk kebijakan.

Sampai November 2020, Kemdikbud telah mengeluarkan 6 kebijakan merdeka belajar. Sejalan dengan kebijakan itu, guru BK perlu segera menyikapi dalam menyukseskan implementasi program tersebut. Untuk dapat berperan dengan lebih baik guru BK perlu memahami lebih detail berbagai landasan peraturan, hakikat merdeka belajar serta petunjuk pelaksanaan program merdeka belajar. Selanjutnya bersama-sama merumuskan peran yang dapat dilakukan oleh guru Bimbingan Konseling.

Beberapa peran guru BK yang berkaitan dengan program Merdeka Belajar adalah kebijakan tentang penggantian Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimal atau AKM dan Survey Karakter (SK), Penghapusan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), Penyederhanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP/RPL), dan peraturan penerimaan peserta didik baru sistem zonasi.

Baca juga:  Menanamkan Karakter Siswa dengan Berpikir Positif

Dalam hal ini penulis sebagai guru Bimbingan dan Konseling di SMA Negeri 3 Pemalang ikut mensukseskan program Merdeka Belajar dengan berperan sebagai assesor maupun koordinator dalam Asesmen Kompetensi Minimum(AKM).

AKM Literasi dan numerasi dilakukan dengan menggunakan Asesmen Tes dan Asesmen Non Tes. Asesmen tes merupakan penilaian terhadap individu guna menentukan pemberian layanan konseling agar sesuai dengan kebutuhan, kondisi dan permasalahan yang dihadapi peserta didik.

Instrumen asesmen yang digunakan dalam bentuk tes dan nontes. Meliputi tes kecerdasan, tes bakat minat, tes kepribadian, tes kreativitas dan tes prestasi belajar. Sedangkan bentuk non tes adalah observasi, wawancara, angket, sosiometri dan studi dokumentasi.

Menurut Sumardi & Sunaryo (2006) tujuan asesmen adalah memperoleh data yang relevan, objektif, akurat dan komprehensif tentang kondisi anak saat sekarang. Mengetahui profil anak secara utuh terutama permasalahan dan hambatannya. Menentukan teknik dan strategi pemberian layanan Bimbingan Konseling yang tepat.

Baca juga:  Keefektifan Budaya Literasi Terhadap Motivasi Belajar Siswa

Adapun peran lainnya yaitu menyederhanakan RPL, membangun platform pendidikan yang berbasis teknologi serta membangun sekolah masa depan yang aman dan eksklusif. Peran guru Bimbingan Konseling selanjutnya yaitu sebagai fasilitator atau memberikan informasi yang berkaitan mengenai PPDB serta sistem zonasi. Selanjutnya peran serta guru Bimbingan Konseling yaitu ikut serta dalam Program Guru Penggerak. Sebagai salah satu program yang revelan, yang harus diikuti guru untuk mensukseskan program dari Mendikbud ini.

Berbagai peran yang disandang guru Bimbingan Konseling dalam rangka pelaksanaan merdeka belajar, menunjukkan guru BK semakin dibutuhkan pemerintah dan sekolah serta masyarakat. Oleh karena itu guru BK selalu melakukan update ilmu dan meningkatkan kemampuannya supaya dapat berperan lebih optimal. Guru BK diharapkan mempelajari secara komprehensif mengenai program merdeka belajar dan segera merancang program Bimbingan Konseling yang mendukung kesuksesan implementasi program merdeka belajar yang dicanangkan Mendikbud. (pr2/fth)

Baca juga:  Pembelajaran Teorema Phytagoras Menggunakan ATM

Guru Bimbingan dan Konseling SMA Negeri 3 Pemalang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya