alexametrics

Flipped Classroom Solusi Pembelajaran Tatap Muka Bergilir Pasca Pandemi

Oleh: Mutiatun, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, DI beberapa tempat masih cenderung naik dan sebagian daerah masuk dalam kategori zona merah Covid-19. Setiap daerah menerapkan kebijakan yang berbeda terkait pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Hal tersebut tentu saja menimbulkan rasa kekhawatiran, baik bagi orang tua murid maupun bagi guru.

Namun di pihak lain, kerinduan anak-anak akan suasana sekolah juga sudah semakin memuncak. Untuk mengurangi risiko kerumunan, sebagian sekolah membuat kebijakan belajar dengan membagi giliran (shift) murid masuk sekolah.

Jumlah murid masuk dibatasi hanya maksimal 25% saja.Kebijakan ini dimaksudkan agar murid memungkinkan untuk duduk berjarak, satu bangku satu orang murid.

Belajar dapat berlangsung kapan saja, di mana saja, dengan siapa saja, bahkan dalam situasi apa saja. Belajar merupakan suatu proses interaksi antara seorang individu (siswa) dengan sumber belajar.

Sedangkan guru adalah salah satu sumber belajar. Pada situasi ini guru harus mampu menciptakan situasi agar siswa dapat dan harus belajar.

Baca juga:  PTM Terbatas dan PJJ Aman dengan Model Belajar Flipped Classroom

Pada flipped classroom, pengetahuan dasar dan teoritis dipelajari sendiri oleh anak di rumah, kemudian dilanjutkan dengan implementasi atau praktek pada kegiatan tatap muka di kelas atau memanfaatkan media video sebagai bahan belajar di rumah sebelum siswa masuk kelas.

Dengan menyimak tayangan video tersebut siswa dapat memahami materi yang akan didiskusikan atau dipelajari lebih lanjut di kelas, sehingga proses pembelajaran di dalam kelas menjadi lebih efisien.

Pola Kegiatan Belajar Flipped Classroom, yaitu: Kegiatan di rumah sebelum masuk kelas Agar pembelajaran terarah dan siswa tidak bingung, guru perlu memberikan tugas yang jelas terkait apa yang harus dilakukan oleh siswa di rumah. Oleh karena itu, hal pertama yang harus guru lakukan adalah memberikan tugas.

Dalam model flipped classroom, tugas hendaklah yang sederhana dan tidak terlalu rumit, sehingga mudah dilakukan oleh siswa. Misalnya menonton tayangan video pembelajaran, mendengarkan audio, membaca teks, atau multimedia interaktif, dll.

Baca juga:  Atasi Kesulitan Belajar Siswa dengan Layanan Konseling Kelompok

Tugas yang diberikan sebaiknya tidak terlalu banyak, misal hanya satu judul video saja dengan durasi kurang lebih 15 menit agar siswa fokus pada materi yang akan dipelajari. Sebagai bukti telah melaksanakan tugas, sebaiknya siswa diminta untuk menulis rangkuman atau poin-poin penting dari apa yang telah dipelajarinya pada selembar kertas.

Kegiatan belajar di kelas. Dalam pertemuan tatap muka di kelas, banyak pilihan metode yang dapat guru lakukan, antara lain; presentasi, diskusi kelompok, galeri, praktikum, dll. Misal guru memilih diskusi kelompok. Tempat duduk siswa diatur dalam formasi diskusi kelompok dengan tetap menjaga jarak. Guru dapat mempersilahkan siswa untuk menceritakan tentang apa yang telah mereka pelajari di rumah secara bergantian.

Berikanlah keleluasaan siswa untuk bercerita dan berikan kesempatan siswa lain untuk menanggapi, sehingga terjadi diskusi. Selain diskusi, bisa juga dipilih metode galeri. Dalam metode yang diterapkan di SDN Pretek 01 ini, siswa dipersilakan memasang display atau galeri hasil belajarnya di rumah, baik dalam bentuk gambar, teks, ataupun hasil karya. Hasil karya siswa tersebut bisa dipajang di meja masing-masing atau ditempel di dinding. Galeri dapat dikunjungi oleh siswa lainnya secara bergantian.

Baca juga:  Blended Learning Aktifkan Pembelajaran Masa Pandemi

Pengunjung diberikan kesempatan untuk memberikan komentar atau sekedar memberikan tanda bintang atau gambar jempol. Kegiatan belajar tatap muka sebaiknya dibuat bervariasi, membuat siswa aktif dan mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna, serta tetap jaga protokol kesehatan.

Kegiatan tindak lanjut. Pada tahap ini, guru dapat memberikan apresiasi, saran, motivasi bagi siswa agar tetap semangat belajar. Guru juga dapat mengaitkan pembelajaran yang telah dipelajari hari ini dengan kehidupan nyata siswa baik saat ini maupun pada masa yang akan datang. Sehingga siswa mengerti makna penting dari pengalaman belajar yang telah dilaluinya. (rn2/zal)

Guru SDN Pretek 01

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya