alexametrics

Rumahku Laboratoriumku di saat Pandemi Covid-19

Oleh : Sri Widiningsih, S.SI

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Apa sebenarnya tujuan pendidikan? Bila tujuannya agar anak mampu mengerjakan ujian, maka selaku pendidik cukup mengajarkan pada pelajar menjawab soal-soal ujian dengan benar. Tapi bila tujuannya agar anak mampu mempelajari dan menjawab tantangan kehidupan, maka pendidik perlu mengajarkan pada pelajar untuk merdeka belajar.

Pelajar yang berkomitmen pada tujuan yang ditetapkannya, mandiri mencari cara untuk mencapai tujuan, serta melakukan refleksi terhadap proses dan capaiannya (Najelaa Shihab dan Komunitas Guru Belajar,2018: Buku Merdeka Belajar).

Penulis mengajar mata pelajaran biologi di SMAN 1 Salaman, Kabupaten Magelang. Pandemi Covid -19 masih belum beranjak dari bumi pertiwi, semua kegiatan sekolah yang hampir dua tahun ini tidak dilakukan kegiatan offline atau tatap muka 100 %, seperti beberapa bulan belakangan ini.

Akan tetapi semua siawa mempunyai hak yang sama dalam memperoleh pengajaran baik secara teori maupun praktik. Begitu juga siswa juga wajib mengikuti penilaian kognitif, afektif, dan psikomotorik.
Untuk mata pelajaran biologi banyak materi bahkan hampir semua ada praktikumnya yang masuk dalam penilaian psikomotorik. Pada materi-materi tertentu yang idealnya dilaksanakan di laboratorium, dan ada juga yang dilakukan di lingkungan sekitar.

Di masa pandemi ini sebagai guru dituntut tetap mengajarkan teori dan praktik, meski zona wilayah pandemi dan yang kemudian pemberlakuan PPKM membuat pengajar tidak bisa menghadirkan peserta didik untuk datang ke sekolah.

Dengan demikian pengajar dituntut untuk tetap memberikan praktikum untuk penilaian psikomotorik pada materi-materi tertentu sesuai dengan kompetensi dasar. Yaitu dengan menyederhanakan atau meminimalkan penggunaan alat-alat dan bahan-bahan kimia yang hanya ada di laboratorium menggantinya alat-alat dan bahan-bahan yang tersedia di rumah.

Banyak hal yang bisa dilakukan peserta didik di rumah untuk memenuhi tugas praktikum. Dengan senang hati peserta didik praktikum di rumah masing-masing dengan anggapan rumahku laboratoriumku.
Misalnya pada saat belajar tentang teori osmosis pada bioproses sel, peserta didik melakukan praktikum di rumah dengan bahan yang ada di dapur orang tuanya, (seperti gelas, pisau, kentang, garam), penggaris. Kentang dipotong-potong dengan ukuran yang sama kemudian direndam pada air, dan beberapa larutan garam dengan konsentrasi berbeda. Peserta didik sudah dapat mempraktikkan teori osmosis, dan hasil praktikum dikirim dalam bentuk laporan praktikum lengkap dengan foto praktikum via e-mail.

Contoh lain pada materi makanan dan sistem pencernaan makanan. Peserta didik dapat diarahkan untuk melakukan praktikum uji makanan yang sederhana yang tidak membutuhkan reagen tertentu untuk melakukan di rumah, uji amilum bisa meneteskan iodium yang terkandung dalam obat luka baru.

Uji lemak bisa dengan kertas koran. Uji protein bisa diamati dengan ada tidaknya koagulasi/penggumpalan pada bahan makanan dipanaskan. Banyak hal yang menarik di rumah sebagai media belajar bukan? Untuk praktikum seperti interaksi antarmakhluk hidup, klasifikasi, ekosistem dan lain lain yang bisa dilakukan di luar laboratoriam otomatis peserta didik melaksanakannya di lingkungan tempat tinggalnya masing-masing.

Semua praktikum dilakukan di rumah masing-masing dengan sederhana akan tetapi tetap pada konsep sesuai kompetensi dasar dan pengajar membuka diri bagi peserta didik untuk konsultasi tentang projek praktikum yang sedang ditugaskan.

Praktikum di rumah tersebut penulis lakukan untuk menyiasati kondisi pandemi untuk tetap dapat mencapai tujuan pembelajaran dalam masing-masing KD.

Terima kasih kepada sekolah yang telah memberikan kebebasan para guru untuk mencapai tujuan pembelajan dan peserta didik yang dengan rajin mengikuti dan mengumpulkan tugas. (mn1/lis)

Guru SMAN 1 Salaman, Kabupaten Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya