alexametrics

Media Pembelajaran Inovatif : Baju dari Plastik Bekas

Oleh : Istikanah, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Media pendidikan merupakan salah satu sarana yang dipergunakan untuk menunjang proses pembelajaran. Menurut Arif S. Sadiman (2012: 7), media pembelajaran merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima. Sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi.

Penggunaan media dalam proses belajar mengajar diharapkan mampu menumbuhkan minat dan motivasi belajar, memperjelas fakta. Dan diharapkan siswa lebih mudah memahami materi yang disampaikan guru sehingga mendapatkan hasil pembelajaran yang diinginkan.

Saat ini media pembelajaran dan metode pembelajaran yang digunakan di Taman Kanak-kanak (TK) dalam mendukung proses pembelajaran di kelas antara lain dengan ceramah dan media pembelajaran yang umumnya digunakan.

Media pembelajaran merupakan suatu sarana komunikasi pembawa pesan dari sumber pesan kepada penerima pesan untuk menunjang proses pembelajaran. Media pembelajaran membuat pengajaran akan lebih menarik perhatian siswa, materi pelajaran akan lebih jelas maknanya, sehingga akan lebih mudah dipahami oleh siswa.

Baca juga:  Menyusun Cerita Fiksi dengan Mengaitkan Pengalaman Pribadi melalui Video Kisah Inspiratif

Pembelajaran inovatif bagi anak usia dini merupakan pembelajaran berpusat pada aktivitas anak yang dilakukan dengan kegiatan pembelajaran yang menarik, menyenangkan dan dapat memfasilitasi berbagai aspek perkembangan anak usia dini.

Untuk mendukung tercapainya aspek perkembangan anak dalam pembelajaran dibutuhkan pembaharuan model dan inovasi yang unik serta mudah ditemukan disekitar anak. Salah satu media pembelajaran yang didesain untuk inovasi pembelajaran ini adalah media pembelajaran baju dari plastik bekas.

Proses pembuatan media pembelajaran untuk anak usia dini diawali dengan menyiapkan alat dan bahan untuk membuat baju dari plastik bekas. Guru menyiapkan alat dan bahan yang diperlukan anak untuk proses kegiatan antara lain: plastik bekas berwarna-warni, gambar pola baju yang diinginkan, kertas emas/ kertas kreb, gunting, dan lem. Kemudian guru menjelaskan fungsi dari masing-masing alat dan bahan yang disediakan.

Baca juga:  Pembelajaran Mengenal ASEAN dengan Roda Putar

Sebelum memulai kegiatan, guru mengarahkan anak untuk mengidentifikasi kembali alat dan bahan yang ada dan menyebutkan kembali fungsi alat dan bahan yang telah disediakan dengan tujuan untuk mengembangkan aspek kognitif maupun bahasa anak. Masing-masing anak mengklasifikasi alat dan bahan yang tersedia di depannya dan menyebutkan fungsi dari alat dan bahan tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan dengan bermain dan bernyanyi agar kegiatan menyenangkan dan menarik perhatian anak.

Guru memulai kegiatan belajar dengan berdoa terlebih dahulu. Sebelum masuk pada kegiatan inti, guru bersama anak menyanyikan beberapa lagu sesuai tema. Kegiatan inti dimulai dengan memberikan kebebasan kepada masing-masing anak untuk memilih plastik dan mempola corak/bentuk sesuai keinginannya di atas kertas yang telah disediakan.

Selanjutnya, masing-masing anak dibantu guru untuk menyiapkan plastik bekas yang akan digunting menjadi bentuk baju (plastik kresek ukuran kecil/ sedang). Menyiapkan pola baju yang telah dibuat (guru yang menyiapkan). Guru dan anak-anak menempelkan pola baju yang telah disediakan guru pada plastik yang akan dibentuk menjadi baju. Kemudian menggunting plastik sesuai pola. Untuk mempercantik baju tersebut, dapat ditambahkan hiasan dari kertas emas/ kertas crab lain (misal bentuk bulat, persegi), lalu tempelkan pada bagian baju yang ingin berikan hiasan. Media pembelajaran siap untuk digunakan.

Baca juga:  Media Pembelajaran dengan Bahan Alam Daun Pisang

Melalui kajian tersebut diharapkan para pendidik anak usia dini selalu berinovasi mendesain pembelajaran untuk anak yang berbasis pada pencapaian perkembangan anak. Disimpulkan penerapan media pembelajaran inovatif baju dari plastik bekas yang diterapkan di TK PGRI Deyangan 2 Mertoyudan dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa. Dalam proses pembelajaran partisipasi atau motivasi siswa meningkat sehingga hasil belajar juga naik. (mn1/lis)

Guru TK PGRI Deyangan 2 Mertoyudan, Kabupaten Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya