alexametrics

Kotak Penemu Jaring-Jaring Balok

Oleh: Triwati, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SAMPAH rumah tangga seringkali diabaikan dan tidak diperhatikan keberadaannya. Berserakan tak teratur dan menjadi sampah yang mengganggu pemandangan, menjadi polusi yang merusak pemandangan dan lingkungan.

Padahal, jika di pilah dan digunakan dengan tepat sampah bisa bermanfaat bagi manusia dalam kegiatannya sehari-hari. Tak terkecuali dalam pembelajaran di sekolah.
Mata pelajaran matematika adalah salah satu diantara beberapa mata pelajaran yang sering dianggap sulit dan membosankan.

Hal ini menjadi PR guru untuk bisa mengembangkan media pembelajaran yang unik agar dapat meningkatkan minat siswa dalam belajar matematika. Selama ini, dalam kegiatan pembelajaran matematika guru masih mendominasi kelas.

Pada pelajaran matematika kelas 5 khususnya bidang geometri menuntut siswa berkutat dengan angka dan rumus yang menjadi patokan dalam mengerjakan soal. Salah satu materi geometri di kelas 5 adalah menemukan volume dan jaring – jaring bangun ruang yang merupakan bagian dari kompetensi dasar: Menjelaskan dan menemukan jaring – jaring bangun ruang sederhana (kubus dan balok).

Baca juga:  Menanamkan Pemahaman Lima Pulau Besar di Indonesia dengan Peta Buta

Sebagian besar siswa kesulitan untuk menemukan jaring – jaring bangun ruang sederhana (kubus dan balok), seperti yang terjadi pada siswa kelas 5 di SD Negeri Cluwuk Kecamatan Tulis Kabupaten Batang. Untuk mengatasi hal tersebut, guru perlu menciptakan pembelajaran geometri yang menarik dan menyenangkan. Salah satunya yaitu dengan menggunakan media yang menarik. Media yang dapat digunakan dalam menemukan jaring – jaring balok dan kubus adalah pemanfaatan sampah kotak kemasan.

Penggunaan kotak kemasan sebagai media pada pembelajaran dianggap bisa meningkatkan ketertarikan terhadap pembelajaran sekaligus mengurangi sampah rumah tangga. Siswa dapat langsung berhadapan dengan bangun ruang yang selama ini hanya dilihat atau digambar di buku dan papan tulis. Bangun ruang ini juga tidak monoton berwarna hitam dan putih. Warna warni pada kotak kemasan diharapkan mampu meningkatkan ketertarikan dan minat siswa pada proses pembelajaran materi menemukan jaring – jaring bangun ruang sederhana (kubus dan balok).

Baca juga:  Terapkan TGT Mempermudah Pembelajaran Siklus Hidup Hewan

Kegiatan pembelajaran dalam memanfaatkan kotak kemasan dapat dilakukan secara berkelompok. Dengan bimbingan guru, siswa membentuk kelompok yang terdiri atas 3 sampai 4 siswa. Pada tahap awal siswa diminta mengamati permukaan bangun kubus dan balok. Kemudian siswa diminta menghitung jumlah sisi atau permukaan pada kubus dan balok.

Tahap berikutnya, setiap kelompok menyiapkan kotak kemasan, cutter, gunting, dan isolasi. Kemudian siswa diminta membuka kotak kemasan tersebut dengan memotong atau menggunting pada bagian rusuk – rusuknya sehingga membentuk jaring – jaring balok. Dengan ketentuan sisi kardus jangan sampai terpisah dengan yang lain. Bagian yang digunakan hanya bagian permukaan kemasan. Setiap siswa diperbolehkan berkreasi dalam proses menggunting kotak kemasan. Sehingga didapat berbagai bentuk jaring – jaring kotak kemasan yang berbeda – beda pada setiap kelompok.

Baca juga:  Dongkrak Prestasi Belajar IPA dengan Metode Eksperimen

Tahap selanjutnya setelah kardus terbuka siswa diminta untuk menempelkan jaring – jaring kotak kemasan pada kertas manila . Kemudian setiap kelompok mendiskusikan beberapa pertanyaan, antara lain: Jelaskan proses yang kamu lakukan dalam kelompok! Apakah hanya ada 1 bentuk setelah kardus dibuka? Apakah kesimpulanmu? Pada tahap akhir setiap kelompok dimnta untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompok.

Dari kegiatan tersebut siswa dapat menemukan jaring – jaring balok dengan mandiri. Siswa merasa bangga dengan hasil temuannya tersebut. Sehingga tujuan dari penggunaan kotak kemasan itu bisa tercapai. (ra1/zal)

Guru SDN Cluwuk, Batang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya