alexametrics

Pembelajaran Keliling Lingkaran Menggunakan Konteks Gelas

Oleh: Madahera Wuri Prahesti, S.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, MATEMATIKA merupakan salah satu ilmu dasar yang mempunyai peran penting dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, karena matematika merupakan salah satu sarana yang digunakan untuk membentuk siswa berpikir logis. Secara umum, tujuan diberikannya matematika di sekolah adalah untuk membantu siswa mempersiapkan diri agar sanggup mengahadapi perubahan keadaan di dalam kehidupan dan di dunia yang selalu berkembang, melalui latihan bertindak atas dasar pemikiran logis, rasional, dan kritis, serta mempersiapkan siswa agar dapat menggunakan matematika dan pola pikir matematika dalam kehidupan sehari-hari dan dalam mempelajari ilmu pengetahuan.

Adanya pembatasan kegiatan dalam mencegah dan memutus mata rantai penularan Covid-19 telah memberikan dampak yang signifikan di dunia pendidikan. Proses belajar mengajar di sekolah dihentikan sementara dan peserta didik malaksanakan kegiatan belajar dari rumah atau daring. Dengan kebijakan ini, pendidik dituntut kreatif dalam menjalankan pembelajaran daring. Belajar dari rumah haruslah menarik, bermanfaat, dan bermakna.

Baca juga:  Model PBL dan Video Interaktif Tingkatkan Motivasi Belajar Siswa

Materi luas dan keliling lingkaran merupakan materi yang sering dijumpai siswa dalam kehidupan sehari-hari. Dalam mempelajari luas dan keliling lingkaran, yang dipelajari tidak hanya model kongkretnya saja melainkan ciri-ciri, prinsip-prinsip dan bagaimana mengaplikasikannya. Belajar yang disertai pemahaman merupakan hal yang mendasar dalam pembelajaran matematika. Individu melalui beberapa tahapan untuk mengkonstruk pemahamannya. Konstruksi pemahaman yang dimulai dari dasar menjadi pondasi untuk tahapan pemahaman selanjutnya.

Materi pelajaran Matematika Kelas VI tentang keliling lingkaran di SD Negeri Noborejo 02, saya menggunakan media menggunakan konteks gelas, yang bertujuan untuk mengetahui peranan konteks gelas dalam mendukung pembelajaran konsep keliling lingkaran dan respon siswa terhadap pembelajaran tersebut menggunakan pendekatan RME. Kegunaan mengikuti pembelajaran matematika menggunakan pendekatan RME mendapat respon yang positif dari peserta didik.

Peserta didik merespon sangat positif terhadap peranan konteks gelas dalam mendukung pembelajaran konsep keliling lingkaran. Hasil tersebut sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Usdiyana, Purniati, Yulianti, & Harningsih (2009), yaitu pada umumnya peserta didik merasa senang, tertarik, dan mudah mengerti mempelajari matematika dengan pendekatan realistik. Materi lingkaran banyak bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari, seperti halnya dalam membangun gedung yang berbentuk lingkaran, membuat roda mobil, membuat gelas dengan bibir berbentuk lingkaran, dan masih banyak benda lain yang mengandung unsur lingkaran.

Baca juga:  Menjadikan Kelas Menyenangkan di Masa PTM Terbatas

Dalam penerapannya, setiap peserta didik menyiapkan gelas dengan ukuran yang berbeda dengan temannya. Seluruh peserta didik melakukan pengukuran menggunakan meteran. Hasil dari pengukuran yang telah dilakukan kemudian dituliskan pada lembar aktivitas. Ternyata hasil pengukuran tidak sama, hal tersebut disebabkan oleh ukuran gelas yang berbeda. Kegiatan berikutnya adalah peserta didik melakukan perhitungan perbandingan keliling dengan diameter gelas.Setelah dilakukan perhitungan, peserta didik mendapatkan hasil perbandingan keliling dengan diameter bibir gelas yang merupakan nilai π (phi).

Setelah peserta didik mengetahui bahwa π diperoleh dari Keliling : Diameter, maka mereka tidak mengalami kesulitan untuk menemukan bahwa Keliling = π × Diameter. Keliling lingkaran adalah panjang garis lengkung (kurva tertutup sederhana). Keliling suatu lingkaran dapat kita ukur dengan memotong lingkaran di suatu titik, kemudian meluruskan lengkung lingkaran itu lalu kita ukur panjang garis lingkaran dengan mistar.

Baca juga:  Implementasi Mapel Sosiologi dalam Membentuk Karakter Siswa

Jadi konteks gelas berperan dalam mendukung pembelajaran konsep keliling lingkaran. Berdasarkan kesimpulan tersebut penulis menyarankan agar para guru dapat menggunakan berbagai konteks yang dekat dengan siswa dalam membelajarkan konsep matematika, salah satunya yaitu pemanfaatan konteks gelas dalam pembelajaran keliling lingkaran. Selain itu, hendaknya dilakukan penelitian mengenai konteks-konteks lain dalam pembelajaran matematika, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan mampu mengangkat prestasi belajar siswa. (nop1/zal)

Guru SDN Noborejo 02 Kota Salatiga

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya