alexametrics

Tingkatkan Kualitas Proses Belajar Bahasa dengan Lesson Study

Oleh : Dra.Eva Ratihwulan, M.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Roh kualitas pendidikan terletak pada proses pembelajaran yang dinamis. Persoalan dalam proses pembelajaran dapat berbeda meski dalam lingkup sekolah yang sama. Demikian juga dengan model, media, sarana, teknik, metode pembelajaran yang tidak jauh berbeda. Hasil yang dicapai pun tentu beragam. Semua persoalan yang dijumpai para guru di sekolah menjadi sesuatu yang mewarnai proses pembelajaran.

Selain itu merupakan tantangan guru untuk mencari solusi dalam mencapai tujuan akhir. Guru harus kreatif dan inovatif untuk meminimalisasi persoalan yang dihadapi di kelas. Guru harus mencari metode yang menarik, tidak membosankan, mudah, murah, dan ramah dengan anak. Tentu saja guru juga harus ingat memanfaatkan teknologi sesuai dengan arah pembelajaran abad 21. Bagaimana pula upaya guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran?

Berbagai upaya dilakukan guru khususnya dalam pembelajaran bahasa. Guru menerapkan desain Lesson study dalam pembelajaran bahasa Indonesia dengan harapan siswa akan terbantu dalam belajar dan hasil yang diperoleh pun meningkat.

Lesson study merupakan program peningkatan kualitas pembelajaran yang diadaptasi dari Jepang. Lesson study menerapkan tahapan plan, do, see dengan prinsip utama mendorong terjadinya perubahan praktik pembelajaran menuju arah yang lebih efektif.

Baca juga:  Blog sebagai Media Pembelajaran Jarak Jauh

Lesson study sendiri bukan merupakan metode atau strategi pembelajaran tetapi kegiatan lesson study dapat menerapkan metode atau strategi pembelajaran yang sesuai dengan situasi, kondisi, dan permasalahan yang dihadapi guru (Sumar Hendayana, 2009; Susilo, 2009; Sriyati, 2005).

Dus menurut penulis lesson study merupakan desain pembelajaran untuk meningkatkan proses belajar baik untuk guru maupun siswa. Dalam pembelajaran bahasa, terutama di masa pandemi ini, kadang kala guru menghadapi kendala siswa yang pasif. Apalagi bila antarsiswa belum pernah saling jumpa, belum kenal, bahkan belum mengetahui karakter satu dengan lainnya.

Tidak hanya siswa tetapi guru pun sulit mengenali peserta didiknya satu per satu. Kalaupun guru dapat menatap siswanya di SMAN 5 Magelang, hanya sebentar melalui layar saat memakai video call dalam WhatsApp atau Telegram, open camera saat zoom meeting, google meet, FCC, atau media lainnya. Untuk pembelajaran yang aktif dan interaktif guru harus olah pikir mencari sesuatu yang mendukung. Lesson study harapannya dapat mengurangi kegundahan guru agar siswa lebih produktif, aktif, kreatif, dan kolaboratif. Prinsipnya siswa diarahkan untuk belajar bersama teman untuk memecahkan persoalan yang dihadapi. Bila sudah melakukan diskusi dan menemukan caranya, selanjutnya dapat belajar mandiri.

Baca juga:  Menonton Tayangan Film Memudahkan Siswa Menulis Cerpen

Guru dalam menerapkan pembelajaran desain lesson study, melalui tahap plan, do, see. Guru merancang, melaksanakan pembelajaran dan melakukan refleksi dengan sesama guru selaku observer. Guru utama mengajar sementara beberapa guru lain mengamati semua kegiatan di dalam kelas. Saat refleksi ditemukanlah lesson learn untuk perbaikan pengajaran berikutnya.

Di sinilah esensi penerapan lesson study bagi guru. Sehingga kualitas mengajarnya meningkat. Selain itu, untuk siswa pun akan menjadi terbiasa untuk berkomunikasi dengan teman, bersama-sama dalam memecahkan masalah sehingga hasil belajar/prestasi pun akan meningkat.

Seiring perubahan zaman, pembelajaran tidak hanya berpusat pada kemampuan kognitif tetapi juga keterampilan personal dan sosial. Keterampilan yang dimaksud yakni critical thinking, creativity, collaboration, dan communication. Itulah yang diterapkan dalam pelajaran bahasa Indonesia. Kualitas belajar bahasa meningkat setelah anak mampu berpikir kritis memecahkan masalah melalui kelompok kecil. Kemudian siswa kreatif mencari data dengan berselancar/salindia di internet mencari referensi pendukung, dilanjutkan dengan berkolaborasi dengan teman sejawat.

Baca juga:  Tingkatkan Minat Menulis Cerpen dengan  STAD

Manakala sudah menemukan mereka berkomunikasi dengan aktif. Di sinilah terbangun habit dalam lesson study, siswa menjadi berani berpendapat, bersosialisasi dengan teman yang baru dikenal, berani menuangkan ide. Bahkan lebih percaya diri manakala presentasi dan diberi penghargaan oleh guru.

Dengan lesson study, penerapan discovery learning atau problem based learning semakin jelas terarah. Sehingga desain ini dapat diterapkan dalam pelajaran apapun karena dapat membangun suatu komunitas yang positif. Demikian juga bentuk penanaman budi pekerti melalui diskusi antarteman akan terbangun. Kualitas proses belajar jadi makin bermakna baik bagi guru maupun siswa. (mn1/lis)

Guru Bahasa Indonesia, SMA Negeri 5 Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya