alexametrics

Melatih Keberanian Menjawab Pertanyaan dengan Talking Stick

Oleh: Nofi Gunarti, S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PEMBELAJARAN adalah proses komunikasi antara guru dengan siswa dalam lingkungan belajar. Sehingga dalam proses pembelajaran tersebut harus diatur sedemikian rupa untuk tercapainya proses pembelajaran yang diinginkan. Tentunya di sini diperlukan kreativitas guru dalam penyajian kegiatannya.

Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) pada satuan pendidikan Sekolah Dasar memuat kajian manusia, tempat, dan lingkungan, sistem sosial budaya, perilaku ekonomi dan kesejahteraan, serta waktu, keberlanjutan dan perubahan. Berkaitan dengan belajar IPS, seringkali siswa dihadapkan pada materi-materi yang berhubungan dengan fakta, konsep, generalisasi yang membutuhkan deskripsi, analisis dan terkadang demonstrasi.

Pembelajaran IPS pada Kelas V KD 3.2 Menganalisis bentuk-bentuk interaksi manusia dengan lingkungan dan pengaruhnya terhadap pembangunan sosial, budaya dan ekonomi masyarakat Indonesia, indikator 3.2.1 Menjelaskan bentuk-bentuk interaksi manusia, 3.2.2 Mengidentifikasi aktivitas masyarakat sekitar dalam upaya pembangunan sosial budaya Indonesia. Saat kegiatan pembelajaran di SD Negeri 03 Wanarejan Kec. Taman Kab. Pemalang, siswa kurang aktif, mereka merasa jenuh, dan cenderung diam saat guru mengajukan beberapa pertanyaaan.

Baca juga:  Mudah Pahami Negara ASEAN dengan Metode Make A Match

Mereka kurang percaya diri untuk mengemukakan pendapat atas jawaban mereka sehingga kegiatan pembelajarannya menjadi kurang bersemangat. Dengan melihat kondisi yang semacam ini guru harus mencari solusi karena bila hal ini dibiarkan saja tentunya akan mempengaruhi terhadap hasil belajar mereka.

Salah satu cara yang bisa dilakukan guru adalah dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif yaitu Talking Stick. Menurut Carol Locust (dalam Ramadhan 2010) mengutarakan bahwa Talking Stick (tongkat berbicara) adalah model pembelajaran yang dilakukan dengan bantuan tongkat, di mana siswa yang memegang tongkat wajib menjawab pertanyaan yang diberikan oleh guru setelah siswa mempelajari materi pokoknya. Tongkat akan berputar dengan iringan lagu yang dinyanyikan oleh siswa secara bersama-sama hingga berhenti, kemudian siswa yang mendapatkan tongkat saat lagu berhenti harus menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru.

Baca juga:  Sederhana Hasil Maksimal

Menurut Imas dan Berlin (2016: 83), kelebihan dari model pembelajaran Talking Stick adalah menguji kesiapan siswa dalam menguasai materi, melatih membaca dan memahami dengan cepat materi yang telah disampaikan, agar lebih giat belajar (belajar dahulu) karena siswa tidak pernah tahu tongkat (stick) akan sampai pada gilirannya. Model pembelajaran ini dapat melatih siswa untuk dapat lebih giat belajar dan memahami materi agar ketika mendapat giliran untuk menjawab pertanyaan guru, siswa dapat dengan mudah menjawab pertanyaan tersebut dan juga melatih siswa dalam meningkatkan keberanian mengkomunikasikan jawabannya dan tentunya membuat suasana belajar jadi lebih menyenangkan.

Siswa yang berhasil menjawab dengan benar akan mendapatkan reward dari guru sedangkan yang tidak bisa menjawab dapat diberikan sebuah hukuman yang bersifat edukatif seperti menyanyi, menari atau berpantun dengan tujuan untuk menimbulkan motivasi pada diri siswa agar mereka lebih giat lagi dalam belajar.

Baca juga:  Role Playing dengan Media Video Menumbuhkan Karakter Semangat Kebangsaan

Dalam pembelajaran IPS di Kelas V SD Negeri 03 Wanarejan Kec.Taman Kab. Pemalang, dengan menggunakan model pembelajaran Talking Stick dapat menciptakan keaktifan siswa dalam memperoleh keterampilan intelektual, sikap, dan keterampilan motorik. Selain itu dapat menimbulkan respon yang positif, suasana belajar yang menyenangkan, menciptakan hubungan yang lebih akrab dan kerja sama antar teman serta dapat menanamkan sikap percaya diri dan rasa tanggung jawab siswa. (rn2/zal)

Guru SDN 03 Wanarejan, Pemalang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya