alexametrics

Belajar Kesebangunan lebih Menyenangkan dengan Metode Think, Pair, Share

Oleh: Khodhiroh, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, MATEMATIKA bagi sebagian besar siswa dianggap pelajaran yang paling ditakuti dan dianggap sukar sehingga guru matematika harus berusaha memotivasi siswa untuk tertarik pada pelajaran matematika. Untuk itu diperlukan metode pembelajaran yang tepat supaya siswa tertarik dan senang belajar matematika.

Untuk mengajarkan materi Kesebangunan pada pelajaran matematika SMP kelas 9 penulis sebagai guru di SMP Negeri 1 Tulis Batang memilih metode Think, Pair ,share .sebelumnya guru menjelaskan terlebih dahulu tentang materi kesebangunan.
`
Kesebangunan adalah kesamaan perbandingan panjang sisi dan besar sudut antara dua buah bangun datar atau lebih. Pengertian kesebangunan sepertin ini berlaku umum untuk setiap bangun datar. Dua bangun datar dikatakan sebangun jika memenuhi dua syarat yaitu panjang sisi – sisi yang bersesuaian dari kedua bangun itu memiliki perbandingan senilai dan sudut – sudut yang besesuaian dari kedua bangun itu sama besar.

Baca juga:  Hitung Pecahan melalui Metode Pembelajaran Matematika Realistik

Pengertian kesebangunan dalam matematika mengutip buku aplikasi konsep kesebangunan dalam pelajaran matematika yang dituliskan oleh kementrian pendidikan dan Kebudayaan . ada beberapa konsep yang dipakai yakni kesebangunan dan kekongruenan. Kesebangunan merupakan dua segi banyak, poligon, segitiga bisa dikatakan sebangun jika memenuhi dua syarat,yakni sudut –sudut yang bersesuaian sama sama besar, semua perbandingan panjang sisi-sisi yang bersesuaian sama dengan menggunakan prinsip dua segitiga yang sebangun kita bisa memperkirakan tinggi sebuah benda.

Cara memperkirakan tinggi sebuah benda yaitu dengan menggunakan bayangan benda yang dimaksud dengan bayangan benda lain. Rumus yang dipakai adalah menggunakan perbandingan dua buah segitiga yaitu perbandingan tinggi benda yang diamati dengan tinggi penggris/tongkat dan panjang bayangan benda yang diamati dengan panjang bayangan penggaris/tongkat dengan menggunakan kedua perbandingan itu maka tinggi benda bisa kita perkirakan.

Baca juga:  Mudah Pahami Operasi Bilangan Bulat dengan Media Katak Lompat

Setelah menjelaskan materi guru membagi kelas menjadi beberapa kelompok. Tiap kelompok terdiri atas 4 anak. Setiap kelompok harus mengamati minimal 4 benda untuk ditaksir tingginya. Setiap kelompok harus menyiapkan alat –alat nya yaitu penggaris panjang, tongkat dan tali serta alat tulis. Setiap kelompok harus bisa kerja sama supaya tugas terselesaikan.

Cara kerja kegiatan ini adalah dengan menentukan obyek / benda yang akan diamati terlebih dahulu, kemudian mengukur panjang bayangan pohon atau obyek dengan menggunakan tali dan meteran. Setelah itu, menancapkan tongkat di tanah, mengukur panjang tongkat yang sebenarnya, mengukur panjang bayangan tongkat dan diakhiri mencatat waktu pengamatan. Hal ini dilakukan setiap kelompok sampai 4 buah obyek.

Baca juga:  Keterbatasan Sarpras Bukan Kendala dalam Pelajaran Atletik

Setelah itu semua hasil yang dicatat diselesaikan dengan menggunakan perbandingan dengan cara membandingkan tinggi pohon sebenarnya dan tinggi tongkat sebenarnya dengan panjang bayangan pohon dan panjang bayangan tongkat. Nah, dengan cara perbandingan seperti itu maka tinggi sebenarnya dari pohon atau obyek bisa kita taksir. Setelah semua selesai, guru menyuruh siswa masuk kembali ke dalam kelas.

Setiap kelompok harus melaporkan hasil pengamatan dan kerjanya di depan kelas, ditanggapi oleh kelompok yang lain. Secara bergiliran dan guru bertindak sebagai moderator serta menarik kesimpulan.

Melalui metode Think, Pair dan Share ini siswa bermain dan belajar dengan penuh tanggung jawab serta bekerjasama dengan kelompoknya. Dan metode ini bisa digunakan untuk memotivasi siswa dalam belajar matematika. (rn2/zal)

Guru SMPN 1 Tulis, Batang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya