alexametrics

Membuat Mind Map Lebih Memahami Norma dan Keadilan di Masyarakat

Oleh : Siti Rochmawati, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pembelajaran tatap muka terbatas sudah berjalan beberapa waktu. Peserta didik sudah dapat diajak menghidupkan suasana pembelajaran di kelas. Guru harus dapat mengaktifan pembelajaran, walaupun masih harus menjaga protokol kesehatan.

Guru juga harus benar-benar memilih metode pembelajaran yang dapat menjaga protokol kesehatan 5M. Yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan juga mengurangi mobilitas. Strategi pembelajaran ini harus dapat memanfaatkan kegiatan belajar yang menarik perhatian peserta didik serta menggunakan waktu efektif sebaik mungkin.

Materi mata pelajaran PPKn pembelajaran kelas VII semester ganjil tentang memahami norma-norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat untuk mewujudkan keadilan. Materi ini membahas tentang mendeskripsikan pengertian dan macam-macam norma, menunjukkan perilaku sesuai norma dan menganalisis pentingnya norma.

Materi yang termasuk materi yang cakupannya luas. Hal ini menantang guru untuk dapat menyampaikan, membimbing, mengarahkan dan menumbuhkan kompetensi kepada peserta didik, agar dapat memahami isi materi pelajaran dengan baik dan benar.

Baca juga:  Pembelajaran Kelas yang Menyenangkan melalui Video di Masa Pandemi

Untuk mempermudah pembelajaran, dapat digunakan kombinasi pembelajaran tatap muka dan daring (blended learning) supaya pembelajaran dapat saling melengkapi. Dilanjutkan dengan menciptakan pembelajaran aktif yang berpengaruh terhadap karakter dan kemandirian peserta didik. Kali ini dengan menggunakan metode mind map atau peta pikiran. Metode mind map atau peta pikiran merupakan cara kreatif untuk meminta tiap peserta didik untuk membuat ringkasan materi yang memungkinkan mereka untuk mengindetifikasi dengan jelas dan kreatif apa yang telah mereka pelajari atau apa yang tengah mereka rencanakan.

Perintahkan mereka mengungkapkan tiap gagasan menggunakan gambar, dengan menyertakan sedikit mungkin kata-kata (Merlin L. Silberman, 2004 : 217). Mind map atau peta pikiran adalah ringkasan materi atau bab menjadi suatu bagan yang dapat membantu untuk lebih paham mengenai materi atau bab yang dibahas. Pembelajaran ini berbasis aktivitas mandiri yang dapat sesuai dengan kompetensi dan materi pembelajarannya.

Baca juga:  Mengatasi Rasa Malas pada Anak Didik

Prosedurn mind map atau peta pikirannya dengan cara peserta didik membuat ringkasan materi atau memajang konsep mereka dengan menunjukkan konsep bagannya sehingga mudah memahami gagasannya. Dapat juga disertai penjelasan yang berisi uraian lebih rinci. Proses pembelajaran ini dengan tujuan agar peserta didik dapat memahami materi yang dipelajari dengan cara mereka sendiri dan lebih mudah untuk dipahami.

Peserta didik dapat menyajikan materi visual mereka, dan berkeliling untuk mengamati pekerjaan masing-masing. Dapat juga dimasukkan dalam tugas-tugas portofolio tugas yang lain.
Peserta didik akan merasa bertanggung jawab untuk mencari informasi secara individual. Peserta didik belajar untuk memahami, menyimpulkan, mendengarkan orang lain dan menyampaikan informasi yang didapatnya. Peserta didik dapat berkomunikasi dengan yang lain. Guru mendorong peserta didik dapat mengungkapkan pemahamannya melalui bagan yang dibuat berwarna, menarik. Menyarankan peserta didik dapat melihat karya bagan peserta didik yang lain.

Baca juga:  Layanan Bimbingan Klasikal dengan Game Edukasi Online Wordwall

Metode mind map atau peta pikiran inilah yang digunakan oleh guru mata pelajaran PPKn di MTs Negeri 1 Yogyakarta pada materi memahami norma-norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat untuk mewujudkan keadilan di kelas VII semester ganjil. Di akhir pembelajaran, guru memberikan evaluasi mengenai metode pembelajaran ini.

Ketertarikan peserta didik meningkat terhadap materi yang harus mereka pelajari, Proses belajar mengajar menjadi lebih bermakna, peserta didik lebih antusias dan termotivasi dalam pembelajaran. Peserta didik menyatakan senang, tertarik dan termotivasi dalam belajar, dan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan memahami bagan materi. Dengan demikian tujuan pembelajaran dapat tercapai lebih optimal. sehingga berdampak pada hasil belajar. (fkp2/lis)

Guru PPKn di MTs Negeri 1 Yogyakarta

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya