alexametrics

Tingkatkan Kemampuan Operasi Hitung dengan Metode Demonstrasi dan Media Potongan Lidi

Oleh: Tri Muah,S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, MATEMATIKA sebagai salah satu mata pelajaran di sekolah dianggap sangat penting karena matematika dapat meningkatkan pengetahuan siswa dalam berpikir logis, rasional, kritis, cermat, efektif, dan efisien. Oleh karena itu, pengetahuan matematika harus dikuasai sedini mungkin oleh siswa.

Pentingnya siswa kelas VII SMPN 2 Tuntang mempelajari operasi hitung penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat sebagai modal awal dalam melanjutkan ke jenjang sekolah yang lebih tinggi. Karena matematika merupakan pelajaran yang berjenjang, maka setiap sub bab akan berhubungan erat dengan sub bab berikutnya.

Untuk itu siswa kelas VII harus benar-benar mampu menguasai operasi hitung penjumlahan dan pengurangan sebagai dasar awal untuk mempelajari materi matematika selanjutnya.

Kondisi riil yang terjadi saat ini berkaitan dengan hasil belajar siswa kelas VII di SMPN 2 Tuntang tentang operasi hitung penjumlahan dan pengurangan yang kurang optimal. Hal ini terlihat ketika proses pembelajaran berlangsung anak terlihat bosan, cenderung pasif dan tidak antusias dalam belajar.

Baca juga:  Asyik Memecahkan Masalah PBL dengan 5 Meme Japri

Untuk menyampaikan materi dan mudah dipahami oleh siswa, diperlukan metode dan media yang tepat dalam pembelajaran. Siswa kelas VII di SMPN 2 Tuntang masih dalam tahap pembelajaran dalam tahap operasional konkrit, oleh karena itu media tempel dan metode demonstrasi merupakan salah satu metode yang dapat diterapkan dalam pembelajaran di sekolah. kelas VII di SMP N 2 Tuntang.

Menurut Muhibin syah (dalam Adrian, 2004: 8) metode demonstrasi adalah metode mengajar dengan memperagakan barang, dan urutan pelaksanaan suatu kegiatan, baik secara langsung maupun melalui penggunaan media pengajaran yang relevan dengan mata pelajaran atau materi yang sedang dipelajari. disajikan.

Kegiatan pembelajaran dalam upaya meningkatkan kemampuan belajar siswa kelas VII di SMPN 2 Tuntang dalam proses penjumlahan dan pengurangan bilangan sangat membutuhkan metode dan media yang tepat. Siswa kelas I tidak akan berhasil belajar jika hanya menghafal konsep. mengingat siswa kelas I masih identik dengan dunia bermain dan sangat membutuhkan alat bantu nyata untuk memahami konsep. Maka alangkah baiknya jika dalam proses pembelajaran juga menggunakan alat bantu benda konkret.

Baca juga:  Trias UKS Solusi Kepsek dalam Mewujudkan Sekolah Sehat

Sebelum penelitian tindakan kelas dilakukan, peneliti dibantu oleh beberapa guru untuk melakukan observasi lapangan sebagai tindakan awal. Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besar tingkat ketuntasan belajar siswa dalam melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan dalam pembelajaran matematika.

Dari data tersebut dapat disimpulkan bahwa operasi penjumlahan dan pengurangan bilangan belum berhasil. Kemudian penulis mencoba meningkatkan kemampuan siswa dalam melakukan penjumlahan dan pengurangan bilangan dengan menggunakan metode demonstrasi dan media tongkat karena media nyata dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam berhitung.

Hal ini sesuai dengan teori Bruner bahwa dalam proses pembelajaran anak diberi kesempatan untuk memanipulasi benda atau alat peraga dan mengotak-atik alat peraga sehingga siswa akan memahami suatu konsep matematika. Oleh karena itu, guru hendaknya menggunakan media dalam proses belajar mengajar sehingga dapat merangsang siswa untuk belajar dan mengoptimalkan intelektual siswa.

Baca juga:  Belajar Nilai-Nilai Kristiani dengan Model Blended Learning

Dengan menggunakan metode demonstrasi dan media tongkat siswa terlibat langsung dalam proses belajar mengajar, siswa dapat memanipulasi media sehingga siswa berperan aktif dalam pembelajaran untuk memahami konsep matematika dan mengembangkan kemampuan intelektualnya.

Hal ini sesuai dengan teori Bruner bahwa dalam proses pembelajaran anak diberi kesempatan untuk memanipulasi benda atau alat peraga dan mengotak-atik alat peraga sehingga siswa akan memahami suatu konsep matematika. Oleh karena itu, guru hendaknya menggunakan media dalam proses belajar mengajar sehingga dapat merangsang siswa untuk belajar dan mengoptimalkan intelektual siswa.

Penggunaan metode demonstrasi dan media tongkat dapat menarik perhatian siswa, memperjelas pemahaman konsep penjumlahan dan pengurangan serta menjadikan siswa aktif dalam pembelajaran. Terjadi peningkatan aktivitas belajar, suasana belajar yang menyenangkan sehingga akhirnya kemampuan melakukan penjumlahan dan pengurangan pada siswa kelas VII di SMPN 2 Tuntang meningkat. (fkp/zal)

Guru SMPN 2 Tuntang, Kabupaten Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya