alexametrics

Perdalam Pemahaman Keberagaman Ekonomi dengan Pembelajaran STAD

Oleh: Yuni Ikewati,S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PENINGKATAN sumber daya manusia tidak lepas dari masalah pendidikan. Oleh karena itu, komponen-komponen yang berkaitan dengan pendidikan harus mampu mengupayakan peningkatan mutu pendidikan. Upaya meningkatkan mutu pendidikan dan kualitas sumber daya manusia khususnya di Sekolah Dasar (SD) sangat bergantung pada kualitas proses pembelajaran yang dikelola oleh seorang guru, disinilah guru memegang peranan penting dan dituntut lebih profesional dalam meningkatkan kinerjanya.

Keberhasilan dalam suatu proses pembelajaran ditunjukkan oleh sebuah indikator yaitu peserta didik dapat menguasai materi yang diajarkan. Namun kenyataannya dalam pembelajaran PPKn kelas VI SD Negeri 01 Mulyorejo, Kecamatan Kesesi, Kabupaten Pekalongan, materi keberagaman ekonomi prestasi anak rata – rata masih rendah. Pada Kompetensi Dasar 3.3 Menelaah keberagaman sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat, nilai rata-rata yang dicapai siswa belum mencapai KKM yang ditetapkan.

Strategi atau metode yang digunakan guru dalam pembelajaran masih sederhana. Guru hanya menggunakan metode ceramah, latihan dan penugasan saja. Media yang digunakan kurang bervariasi dan tidak menarik siswa.

Baca juga:  Metode Cara Cepat Belajar Membaca

Melihat kondisi tersebut, guru harus lebih kreatif terutama dalam menggunakan metode pembelajaran dikelas. Menurut Hastut (2017) Faktor yang paling menentukan keberhasilan pendidikan/pengajaran adalah guru, sehingga guru sangat dituntut kemampuannya untuk menyampaikan bahan pengajaran kepada siswa dengan baik, untuk itu guru perlu mendapatkan ilmu pengetahuan tentang metode dan media pengajaran yang dapat digunakan dalam proses belajar mengajar.

Model yang bisa diterapkan agar siswa lebih memahami materi pembelajaran adalah model pembelajaran kooperatif tipe STAD yang menekankan pada aktivitas dan interaksi diantara siswa untuk saling memotivasi dan saling membantu dalam menguasai materi.

Student Teams Achievement Divisions (STAD) merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang paling sederhana dan merupakan model yang paling baik untuk permulaan bagi guru yang baru menggunakan pendekatan dengan cara kooperatif. STAD terdiri atas lima komponen utama antara lain presentasi kelas, tim, kuis, skor kemajuan individual dan rekognisi tim (Slavin, 2005: 143).

Baca juga:  Belajar Penemuan Optimalkan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis

Menurut Trianto (2009: 68) STAD merupakan model pembelajaran kooperatif dengan menggunakan kelompok kecil dengan anggota tiap kelompok 4-5 orang siswa secara heterogen, diawali dengan penyampaian tujuan pembelajaran, penyampaian materi, kegiatan kelompok, kuis, dan penghargaan kelompok.

Langkah-langkah pembelajaran kooperatif tipe STAD sebagai berikut : a). Penyampaian tujuan dan motivasi. Guru menyampaikan semua tujuan pembelajaran yang ingin dicapai pada pembelajaran tersebut dan memotivasi siswa belajar, b). Pembagian kelompok. Guru mengorganisasikan siswa kedalam kelompok kooperatif, c). Presentasi dari guru. Guru menyajikan informasi kepada siswa dengan jalan demonstrasi atau lewat bahan bacaan, d). Kegiatan belajar dalam tim (kerja tim). Guru membimbing kelompok-kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas mereka, e). Kuis (evaluasi). Guru mengevaluasi hasil belajar yang telah dipelajari atau masing-masing kelompok mempresentasikan hasil kerjanya, f). Penghargaan prestasi tim. Guru mencari cara untuk menghargai baik upaya maupun hasil belajar individu dan kelompok.

Baca juga:  Belajar Pengurangan dengan Teknik Menghitung Mundur

Keunggulan model pembelajaran kooperatif tipe STAD yaitu siswa bekerja dalam kelompok sehingga siswa dapat memahami konsep materi yang ada dengan bantuan teman kelompok mereka. Selain itu pembelajaran kooperatif tipe STAD menekankan pada aktifitas dan interaksi diantara siswa untuk saling memotivasi saling membantu dalam menguasai materi pelajaran guna mencapai prestasi yang maksimal.

Setelah melaksanakan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD mampu meningkatkan hasil belajar siswa kelas VI SD Negeri 01 Mulyorejo. Siswa antusias mengikuti pembelajaran PPKn. Siswa termotivasi untuk mendapatkan hasil belajar yang baik dengan segala kemampuan yang dimiliki. Hal-hal tersebut berhasil membuat siswa lebih percaya diri dalam melakukan berbagai hal berkaitan dengan kegiatan belajar di sekolah. (bk1/zal)

Guru SDN 01 Mulyorejo, Kab. Pekalongan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya