alexametrics

Doa Rosario bagi Siswa Katolik Secara Virtual

Oleh: Yuliana Anggorowati, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pandemi yang belum selesai, membuat semua aktivitas di berbagai bidang kehidupan menjadi terbatas. Termasuk pembelajaran di sekolah yang mengharuskan pembelajaran secara jarak jauh atau online. Pelaksanaan pembelajaran online juga berlangsung di SMA N 1 Jetis Bantul Jogjakarta.

Selama pandemi, pembelajaran Pendidikan Agama Katolik dan Budi Pekerti di SMA N 1 Jetis Bantul Jogjakarta berlangsung secara online. Pembelajaran tidak hanya dilakukan dengan memberikan materi pelajaran sesuai kurikulum, tetapi juga melaksanakan program pengembangan kerohanian siswa katolik di SMA N 1 Jetis Bantul.

Banyak tantangan dan hambatan dalam melaksanakan program pengembangan kerohanian siswa katolik secara online. Program pengembangan kerohanian siswa harus tetap dilaksanakan. Tetapi satu sisi masih terjadi pandemi Covid-19, yang mengharuskan semua kegiatan di sekolah terbatas. Dengan tetap menjaga protokol kesehatan untuk mengurangi penularan Covid.

Banyak pendidik yang kebingungan untuk menentukan aplikasi yang bisa dipakai dalam melaksanakan program pengembangan karakter di sekolah secara online. Program pengembangan kerohanian siswa katolik di SMA N 1 Jetis Bantul selama satu tahun meliputi beberapa hal.

Baca juga:  Media Konkret Maksimalkan Hasil Belajar Debit

Antara lain doa pagi, pendalaman Bulan Kitab Kitab Suci Nasional, Doa Rosario, Renungan Advent, perayaan Natal Bersama siswa Kristen Katolik, pendalaman Aksi Puasa Pembangunan (APP), Perayaan paskah bersama, pendalaman Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN), pendalaman Bulan Katekese Liturgi (BKL), ziarah bersama, bina iman/ retret/ rekoleksi.

Pelaksanaan program pengembangan kerohanian siswa katolik di dilaksanakan secara online. Begitu juga dengan pelaksanaan doa rosario bagi siswa-siswi katolik.

Pertanyaan besar muncul, kira-kira bagaimana pelaksanaan doa rosario bagi siswa-siswi katolik agar tetap dapat dilaksanakan mengingat kondisi pandemi masih terjadi? Ada beberapa pilihan pelaksanaan doa rosario secara online atau virtual. Salah satunya dapat dilakukan dengan menggunakan google meet. Google Meet merupakan sebuah aplikasi Google yang menyediakan layanan komunikasi video (conference) yang dapat digunakan untuk meeting atau bertatap muka secara online (Daffa Althof, 2021).”.

Baca juga:  Meningkatkan Karakter Religius Siswa PAKatBP melalui Metode SBDP

Dengan menggunakan google meet kita dapat melakukan doa rosario secara virtual. Menjadi solusi bagi terlaksananya doa rosario di tengah pandemi. Kita juga bisa berjumpa dengan bapak ibu guru dan siswa dalam doa rosario secara tatap muka meskipun dengan terpisahkan jarak dan ruang.

Google Meet memudahkan untuk berdoa rosario secara komunikatif dan aktif dari peserta lain. Doa rosario kita menjadi lebih hidup dan menarik dengan fitur-fitur yang ada misalnya share screen. Dimana peserta doa dapat membagikan atau melihat video, teks lagu rohani, panduan doa, ayat Kitab Suci, dan sebagainya.

Tetapi ada beberapa perbedaan Ketika doa rosario dilaksanakan secara virtual maupun dilaksanakan langsung. Beberapa perbedaan antara lain pelaksanaan doa rosario bisa dipimpin dua orang atau lebih.

Dapat diatur secara spontan pembagiannya saat pelaksanaan doa rosario berlangsung. Sedangkan untuk pelaksanaan doa rosario secara virtual dengan menggunakan google meet operator harus dipersiapkan termasuk kesepakatan yang ada.

Baca juga:  Aquascape Penyokong Peningkatkan Literasi Sains di Sekolah

Begitu juga dengan pelaksanaan rosario setiap peristiwanya. Jika pelaksanaan doa rosario secara langsung pelaku pergantian doa rosario untuk setiap peristiwanya dapat bergantian secara spontan. Berbeda dengan pelaksanaan doa rosario secara virtual terlebih dahulu sudah ditentukan urutan pelaku doanya. Hal dilakukan agar pelaksanaan secara virtual dapat berjalan dengan lancar.

Dengan pelaksanaan doa rosario secara virtual menggunakan google meet, siswa-siswi SMA Negeri 1 Jetis Bantul Jogjakarta terlihat sangat semangat dan antusias di dalam mengikutinya.

Google Meet merupakan salah satu solusi untuk tetap diadakannya doa rosario di tengah pandemi. Di samping itu, dengan menggunakan google meet siswa-siswi SMA Negeri 1 Jetis Bantul menjadi lebih tertarik di dalam mengikuti proses pelaksanaan doa rosario. (*/fth)

Guru Pendidikan Agama Katolik SMA Negeri 1 Jetis Bantul DI Jogjakarta

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya