alexametrics

Dengan Quantum Learning Siapkan Siswa Belajar Tatap Muka

Oleh : Suprihanto Triadi S.Pd.SD

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PENYELENGGARAAN kegiatan belajar mengajar secara tatap muka (PTM) sudah mulai dilaksanakan. Pemerintah mendorong penerapan PTM secara terbatas dengan protokol kesehatan (prokes) ketat untuk mengurangi risiko dampak sosial berkepanjangan.

Dampak sosial tidak hanya kualitas pendidikan, melainkan terkait tumbuh kembang dan hak anak. Hal itu disambut antusiasme oleh guru dan siswa SD Negeri 1 Winong, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara.

Hubungan timbal balik antara guru dan siswa dalam kegiatan pembelajaran merupakan syarat utama. Peran guru dalam proses pembelajaran relatif tinggi yaitu sebagai motivator agar pembelajaran berjalan kondusif dan dapat memberikan hasil belajar yang memuaskan.

Usaha menciptakan suasana belajar yang nyaman, dengan cara memanfaatkan unsur yang ada pada siswa dan lingkungan belajarnya melalui interaksi yang terjadi di dalam kelas. Ini merupakan salah satu motivasi sehingga terjadi antusiasme pada siswa untuk memahami materi yang disampaikan dan mencapai hasil belajar maksimal.

Baca juga:  Menulis Job Application Letter dengan Model Pembelajaran Hybrid Learning

Hasil belajar adalah kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Setelah belajar diharapkan memiliki sikap, nilai, pengetahuan, dan keterampilan.

Berdasarkan realita di SD Negeri 1 Winong kelas VI saat pembelajaran secara daring dan luring melalui kegiatan Belajar dari Rumah (BDR) menunjukkan hasil kurang maksimal. Terutama dalam pembelajaran IPS.

Antusiasme siswa yang kurang, dukungan orangtua yang belum maksimal, dan pekerjaan sekolah yang tidak dikerjakan dan tidak disetorkan setiap minggunya.

Untuk mengatasi masalah tersebut dalam pelaksanaan PTM, perlu diterapkan model pembelajaran yang lebih variatis. Salah satunya model pembelajaran Kuantum (Quantum Learning).

Ini merupakan metode belajar yang mengajak siswa belajar dalam suasana yang lebih nyaman dan menyenangkan, sehingga siswa lebih bebas menemukan berbagai pengalaman baru dalam belajarnya.

Baca juga:  Ajak Peserta Didik Belajar Ketok Magic dari Rumah

Quantum learning ialah kiat, petunjuk, strategi, dan seluruh proses belajar yang dapat mempertajam pemahaman dan daya ingat, serta membuat belajar sebagai suatu proses yang menyenangkan dan bermanfaat (Trianto, 2009:87).

Adapun kerangka perencanaan dalam pembelajaran kuantum adalah TANDUR (Tumbuhkan, Alami, Namai, Demonstrasikan, Ulangi, dan Rayakan).

Tumbuhkan, maksudnya menyertakan diri peserta didik, mengajaknya, memuaskan keingintahuannya, membuatnya tertarik atau penasaran tentang materi yang akan diajarkan. Alami, maksudnya memberikan peserta didik pengalaman belajar, menumbuhkan kebutuhan untuk mengetahui. Namai, maksudnya memberikan data yang tepat saat minat peserta didik memuncak, mengenalkan konsep-konsep pokok dari materi pelajaran.

Demonstrasikan, maksudnya menyediakan kesempatan bagi siswa untuk mengaitkan pengalaman dengan data baru, sehingga mereka menghayati dan membuatnya sebagai pengalaman pribadi. Ulangi, maksudnya merekatkan gambaran materi secara keseluruhan dan ulangi secara intensif untuk mengingatkan pada materi yang sudah diajarkan. Rayakan, maksudnya pemberian penghargaan bagi yang telah mengalami belajar saat itu bisa memberikan semangat dan dampak positif. Dengan kondisi akhir siswa yang senang, akan menimbulkan kegairahan siswa dalam belajar lebih lanjut.

Baca juga:  Solusi Cerdas Mengatasi Kesulitan Siswa Menulis Puisi dengan Astuti

Dengan belajar menggunakan Quantum Learning bisa menghasilkan beragam manfaat yaitu bersikap positif, meningkatkan motivasi, keterampilan belajar seumur hidup, kepercayaan diri, dan sukses atau hasil belajar yang meningkat. (ms1/ida)

SDN 1 Winong, Kecamatan Bawang, Kabupaten Banjarnegara

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya