alexametrics

Menggairahkan Belajar IPA melalui PBL dengan Yel-Yel

Oleh: Sarmuji, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, DALAM pembelajaran IPA, siswa sering dihadapkan pada materi-materi yang bersifat abstrak dan verbal, sehingga secara riil tidak dapat dipahami oleh siswa secara utuh dan guru tidak cukup terfokus pada satu metode atau teknik tertentu saja karena setiap materi dan setiap siswa memiliki karakteristik yang berbeda, untuk itu dibutuhkan teknik yang berbeda pula.

Kenyataan selama ini menunjukkan bahwa guru sering menggunakan metode atau teknik pembelajaran monoton, sehingga siswa cepat merasa bosan, kurang kreatif, menampakkan sikap kurang bergairah, kurang bersemangat dan kurang siap menerima pelajaran, yang menyebabkan interaksi antara guru dan siswa jarang terjadi bahkan cenderung pasif yang pada akhirnya proses dan hasil belajar siswa belum sesuai dengan harapan.

Di SMPN 2 Banyudono Boyolali pada pembelajaran materi kelistrikan semangat akttifitas peserta didik tidak bisa maksimal sehingga hal ini berpengaruh pada hasil prestasi belajar siswa pada materi kelistrikan. jika hal ini dibiarkan akan menjadikan siswa kurang memahami atau bahkan tidak dapat mengerti suatu materi atau kompetensi dasar dari materi yang dipelajari.

Baca juga:  Meningkatkan Prestasi Belajar IPA dengan Picture And Picture

Untuk itu, guru sebagai salah satu pilar pendidikan yang paling strategis dalam peningkatan mutu pendidikan dan proses serta hasil belajar pada khususnya dituntut untuk melakukan introspeksi dan perubahan-perubahan dalam melaksanakan kegiatan pembelajarannya. Diantaranya guru perlu mencoba menggunakan pendekatan pembelajaran yang menarik dan sesuai dengan tuntutan materi dan karakteristik siswa, seperti penggunaan pendekatan Problem Bases Leaning (PBL).

Melihat kondisi serti ini model Pembelajaran Problen Bases Learning (PBL) dengan yel yel perlu diterapkan di SMPN 2 Banyudono Boyolali. Menurut Tan (dalam Rusman,2010: 229) PBLmerupakan penggunaan berbagai macam kecerdasan yang diperlukan untuk melakukan konfrontasi terhadap tantangan dunia nyata, kemampuan untuk menghadapi segala sesuatu yang baru dan kompleksitas yang ada.

Pendapat di atas diperjelas oleh Ibrahim dan Nur (dalam Rusman, 2010:241) bahwa PBL merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang digunakan untuk merangsang berpikir tingkat tinggi siswa dalam situasi yang berorientasi pada masalah dunia nyata, termasuk di dalamnya belajar bagaimana belajar. Seperti yang telah diungkapkan oleh pakar PBL Barrows (dalam gaya hidup alami.wordpress.com,2014) PBL merupakan sebuah model pembelajaran yang didasarkan pada prinsip bahwa masalah (problem) dapat digunakan sebagai titik awal untuk mendapatkan atau mengintegrasikan pengetahuan (knowledge) baru.

Baca juga:  Diagnosis dan Terapi Tolak Peluru Gaya Belakang

Menurut Kamus Bahasa Indonesia yel yel adalah teriakan atau sorakan untuk memberikan dorongan semangan kepada team atau regunya yang sedang bertanding. PBL adalah suatu model pembelajaran yang berorientasi pada pemecahan masalah yang diintegrasikan dengan kehidupan nyata. Dengan yel-yel dalam pembelajaran Model PBL akan meningkatkan motivasi dan rasa senang siswa dalam belajar.

Sintaks model pembelajaran PBL dengan yel yel pada materi kelistrikan sebagai berikut: Guru membagi siswa dalam kelompok kecil, setiap kelompok membuat yel yel yang meniimbulkan semangat. Setiap kelompok diberikan permasalahan actual yang berhubungan dengan materi. Setiap kelompok mengumpulkan data /referensi sebanyak banyaknya dari berbagai sumber baik buku maupun internet yang berkaitan dari masalah yang sedang dibahas. Setelah data/informasi yang dikumpulkan cukup,maka didikusikan untuk membuat laporan/konsep dari permasalahan. Mempresentasikan hasil laporan yang dibuat. Membuat kesimpulan bersama – sama dengan bimbingan guru.

Baca juga:  Pembelajaran PPKn Jadi Menyenangkan dengan Paman

Model pembelajaran PBL dengan yel yel yang diterapkan pesrta didik menjadi bersemangat dalam mengikuti pelajaran IPA .Dalam proes belajar mengajar siswa lebih aktif karena mencari referensi serta saling berdiskusi sesame anggota kelompok . Model PBL dengan yel yel suasana kelas menjadi hidup dan menyenangkan.Dengan semangat belajar meningkat,siswa aktif dalam pembelajaran maka prestasi belajar menjadi meningkat. (rn2/zal)

Guru SMPN 2 Banyudono Boyolali

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya