alexametrics

Implementasi Supervisi Akademik untuk Meningkatan Prestasi Madrasah

Oleh: Drs.H.Gunartomo,M.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, FENOMENA yang terjadi di MTs Negeri 1 Magelang berkaitan dengan aktivitas guru dan kepala madrasah dalam melaksanakan tugasnya adalah sebagai berikut: Sebagian besar guru masih menerapkan pembelajaran yang konvesional dengan metode ceramah, tanya jawab, dan pemberian tugas.

Minat dan motivasi guru dalam inovasi yang masih rendah, hal ini ditunjukkan dengan adanya sikap guru yang cenderung apatis dengan adanya berbagai pembaharuan, dan merasa nyaman dengan kondisi rutinitas.

Sebagian besar guru belum berpartisipasi aktif dalam mengikuti perlombaan. Supervisi dilaksanakan satu kali dalam satu bulan dengan tujuan untuk menumbuhkan semangat guru dalam membimbing peserta didik untuk lebih semangat dalam meraih prestasi.

Terdapat permasalahan yang menghambat, antara lain: Masih banyak guru yang kurang mendukung terhadap guru-guru yang mau dan mampu berinovasi. Peserta didik yang berpartisipasi aktif dalam kegiatan lomba jumlahnya masih sedikit. Hambatan-hambatan tersebut perlu untuk segera diatasi, jika tidak segara diatasi akan berpengaruh pada prestasi madrasah.

Berdasar hal tersebut dapat dikategorikan prestasi guru di MTs Negeri 1 Magelang masih rendah. Padahal tuntutan yang ada guru adalah agen perubahan, dan menjadi seorang yang benar-benar profesional dalam bidangnya demi terwujudnya Madrasah Berprestasi.

Baca juga:  Belajar Suggestion and Offer melalui Seni Peran

Sebagai upaya untuk memperbaiki kondisi tersebut, kepala madrasah selaku manajer SDM telah melakukan kegiatan yang mampu mewujudkan tercapainya sumber daya manusia yang bermutu melalui kegiatan supervisi.

Keberhasilan kepala madrasah dalam hal kegiatan supervisi ini, merupakan suatu prestasi kerja yang dapat disebut sebagai best practice, oleh sebab itu penulis akan mendokumentasikan keberhasilan kepala madrasah ini dengan pembuatan artikel yang dikirimkan ke media provinsi yaitu Jawa Pos Radar Semarang.

Kepala madrasah melakukan supervise yang meliputi hal-hal sebagai berikut. Yang pertama administrasi, disiplin jam mengaja atau ketepatan waktu dalam memulai dan mengakhiri pelajaran yang sedang diampunya, metode yang digunakan oleh guru apakah sudah bervariasi atau modern apa belum, media yang dipakai oleh guru apakah sudah memanfaatkan media digital atau belum.

Dalam rangka menjaga prestasi baik peserta didik maupun guru maka dalam kegiatan manajamen SDM dapat menerapkan fungsi manajerial dalam manajemen sumber daya manusia (MSDM) seperti perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan (Wukir, 2013: 52). Fungsi-fungsi tersebut lebih fokus penekanan pada peningkatan SDM guru karena guru adalah agen perubahan di madrasah.

Teknik supervisi ada dua jenis, yaitu teknik supervisi individual dan teknik supervisi kelompok (Sahertian, 2010: 34). Tekik supervisi individual dilakukan dengan beberapa cara, yaitu: Kunjungan Kelas, observasi kelas, percakapan piribadi, inter-visitasi, menyeleksi berbagai sumber bahan mengajar, dan menilai diri sendiri.

Baca juga:  Pembelajaran Materi Hewan Halal dan Haram dengan Make a Match

Teknik supervisi kelompok ada beberapa cara, yaitu: pertemuan orientasi bagi guru baru, panitia penyelenggara, rapat guru, studi kelompok antar guru, diskusi sebagai proses kelompok, tukar-menukar pengalaman, lokakarya/workshop, diskusi panel, seminar, simposium, demosntarsi mengajar, perpustakaan jabatan, buletin supervisi, membaca langsung, mengikuti kursus, organisasi jabatan, laboratorium kurikulum, dan perjalanan sekolah untuk anggota staf.

Berdasarkan kegiatan supervisi sebagai best practise yang telah dilaksanakan oleh kepala madrasah, maka dapat disimpulkan bahwa kegiatan supervisi akademik mampu meningkatkan keseluruhan aspek yang menjadi titik kelemahan guru yang menjadi permasalah di MTsN 1 Magelang.

Aspek-aspek kelemahan guru telah mengalami penurunan dan menunjukkan hasil ke arah yang positif atau sudah dapat teratasi. Mulai dari kedisiplinan masuk jam mengajar, ketertiban dokumen akademik, kesadaran terhadap inovasi pendidikan, penerapan CTL, pemanfaatan media dan internet dalam pembelajaran, serta penggunaan IT dalam aktivitas akademik sudah mengalami perubahan ke arah postif (meningkat), meskipun belum mencapai kesempurnaan.

Baca juga:  Tingkatkan Belajar Senam Kesegaran Jasmani dengan Demonstrasi

Dalam rangka meningkatkan SDM guru MTsN 1 Magelang yang lebih maksimal maka teknik yang lain juga harus dilaksanakan secara terprogram seperti kegiatan pembinaan, penerapan kompensasi, pelaksanaan MGMP, pelatihan-pelatihan dan pelaksanaan kegiatan-kegiatan ilmiah seperti seminar, simposium, lokakarya dan konferensi semua perlu diterapkan untuk mewujukan SDM guru yang benar-benar profesional. Adapun teknik supervisi akademik ini juga kemungkinan dapat diterapkan di madrasah lain dengan kondisi permasalahan yang hampir sama.

Kepala madrasah telah berhasil menyikapi keadaan tentang rendajnya prestasi guru di madrasah tempat kerjanya. Sesuai dengan tuntutan yang ada, guru adalah agen perubahan, dan menjadi seorang yang benar-benar profesional dalam bidangnya demi terwujudnya Madrasah Berprestasi. Sebagai upaya untuk memperbaiki kondisi tersebut, kepala madrasah selaku manajer SDM telah melakukan kegiatan yang mampu mewujudkan tercapainya sumber daya manusia yang bermutu melalui kegiatan supervisi.

Keberhasilan kepala madrasah dalam hal kegiatan supervisi ini, merupakan suatu prestasi kerja yang dapat dapat memberikan keberhasilan dalam penyampaian materi pelajaran kepada para siswa oleh guru di MTsN 1 Magelang. Selanjutnya harapan sebagai Madrasah Berprestasi menjadi terwujud dengan gemilang. (rn2/zal)

Kepala MTsN 1 Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya