alexametrics

Blended Learning Mudahkan Siswa Belajar Sistem Pencernaan Manusia

Oleh: Rini Pujiarti, S.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SISTEM belajar dari rumah pada tahun pelajaran 2021/2022 masih harus diterapkan mengingat kebijakan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas belum juga diberlakukan. Penerapan PTM secara resmi masih menunggu keputusan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Pemalang.

Mau tidak mau, suka tidak suka guru tetap harus melaksanakan pembelajaran dalam keterbatasan intensitas tatap muka. Daring murni telah beralih menjadi sistem belajar secara kombinasi dengan luring (luar jaringan). Seperti itulah sistem belajar yang diterapkan di SDN 07 Jebed Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang. Pada muatan pelajaran IPA kompetensi Menjelaskan Organ Pencernaan dan Fungsinya, guru menggunakan metode Blended Learning.

Menurut Rovai and Jordan dalam (Sa’ud, Udin Saefudin, 2008) model blended learning pada dasarnya merupakan gabungan keunggulan pembelajaran yang dilakukan secara tatap muka dan secara virtual (e-learning). Pembelajaran online dalam blended learning menjadi perpanjangan alami dari pembelajaran ruang kelas tradisional yang menggunakan model tatap muka.

Lewat model blended learning, proses pembelajaran akan lebih efektif karena proses belajar mengajar klasikal akan dikombinasikan dengan pembelajaran e-learning yang dalam hal ini berdiri di atas infrastruktur teknologi informasi dan bisa dilakukan kapan pun dan di manapun, blended learning bukan hanya mengurangi jarak yang selama ini ada di antara siswa dan guru, tetapi juga meningkatkan interaksi kedua belah pihak.

Baca juga:  Peningkatan Minat Baca Siswa SD melalui Classroom Reading Program

Setiap metode atau model pembelajaran tentulah memiliki tujuan pada penerapannya. Adapun tujuan pembelajaran dengan menggunakan blended learning antara lain: a) membantu peserta didik untuk berkembang lebih baik di dalam proses belajar, sesuai dengan gaya belajar dan preferensi dalam belajar; 2) menyediakan peluang yang praktis realistis bagi guru dan peserta didik untuk pembelajaran secara mandiri, bermanfaat, dan terus berkembang; 3) meningkatan fleksibilitas bagi peserta didik, dengan menggabungkan aspek terbaik dari tatap muka dan instruksi online. Kelas tatap muka dapat digunakan untuk melibatkan para peserta didik dalam pengalaman interaktif. Sedangkan porsi online memberikan peserta didik dengan konten multimedia pada setiap saat, dan di mana saja selama masih memiliki akses Internet.

Baca juga:  Tingkatkan Keterampilan Membaca Siswa Bersama SULTAN

Ada beberapa manfaat yang didapatkan dalam penggunaan Blended Learning, yaitu: Proses belajar mengajar tidak hanya tatap muka saja, tetapi ada penambahan waktu pembelajaran dengan memanfaatkan media online. Mempermudah dan mempercepat proses komunikasi antara guru dan peserta didik (mitra belajar). Membantu memotivasi keaktifan peserta didik untuk ikut terlibat dalam proses pembelajaran. Hal ini akan membentuk sikap kemandirian belajar pada peserta didik. Meningkatkan kemudahan belajar sehingga peserta didik menjadi puas dalam belajar.

Selain manfaat, Blended learning juga memiliki kelebihan dan kelemahan. Kelebihan blended learning antara lain: Dapat digunakan untuk menyampaikan pembelajaran kapan saja dan dimana saja. Pembelajaran terjadi secara mandiri dan konvensional, yang keduanya memiliki kelebihan yang dapat saling melengkapi. Pembelajaran lebih efektif dan efisien.

Meningkatkan aksesbilitas. Dengan adanya Blended Learning maka pembelajar semakin mudah dalam mengakses materi pembelajaran. Pembelajaran menjadi lebih luwes dan tidak kaku.

Baca juga:  Belajar Teks Narrative dengan Media Wayang

Ada kelebihan, tentu ada kekurangan. Kelemahan Blended learning yaitu: Media yang dibutuhkan sangat beragam, sehingga sulit diterapkan apabila sarana dan prasarana tidak mendukung. Tidak meratanya fasilitas yang dimiliki pembelajar, seperti komputer dan akses Internet. Padahal dalam Blended Learning diperlukan akses Internet yang memadai, apabila jaringan kurang memadai akan menyulitkan peserta dalam mengikuti pembelajaran mandiri via online.

Kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap penggunaan teknologi. Tidak meratanya fasilitas yang dimiliki siswa seperti komputer dan akses Internet. Membutuhkan strategi pembelajaran yang tepat untuk dapat memaksimalkan potensi dari Blended Learning.

Terlepas dari kelemahan yang dimiliki, Blended learning masih relevan diterapkan pada situasi pembelajaran di era pandemi ini. Peran guru dan peserta didik menjadi kunci keberhasilan metode ini dengan meningkatnya hasil belajar pada kompetensi Menjelaskan Sistem Pencernaan Manusia. (rn2/zal)

Guru SDN 07 Jebed, Pemalang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya