alexametrics

Home Visit Siswa yang Alami Kendala Belajar, Terobosan di Tengah Pandemi

Oleh : Nanin Sri Riyandiningsih, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pandemi Covid-19 berdampak bagi seluruh aspek kehidupan. Salah satunya di dunia pendidikan. Meminimalkan penyebaran Covid-19 dengan menerapkan belajar dari rumah (BDR) atau pembelajaran jarak jauh (PJJ) melalui dalam jaringan (daring) atau online.

Secara sederhana, pembelajaran jarak jauh adalah pendidikan yang diajarkan dari jarak jauh, tanpa ruang kelas secara fisik. Historisnya, istilah dari pembelajaran jarak jauh terkait dengan program perguruan tinggi yang memungkinkan mahasiswanya belajar dari jarak jauh (https://raharja.ac.id).

Pada bulan November, pemerintah membuka kesempatan untuk pelaksanaan belajar tatap muka bertahap dan terbatas. Dengan pembelajaran secara daring ini, muncul berbagai masalah. Siswa tidak aktif seperti dalam pembelajaran daring, kurangnya kesadaran dalam mengumpulkan tugas, manajemen waktu dalam kegiatan belajar di rumah, motivasi belajar yang mulai berkurang, dan mengalami kejenuhan dalam pembelajaran daring.

Masalah tersebut semakin berat ketika peserta didik bersikap acuh. Peserta didik sulit dihubungi. Mereka tidak merespons dengan baik meski wali kelas, guru mata pelajaran, maupun guru BK sudah mengingatkannya.

Baca juga:  Karakter Distangwab Siswa di Era Belajar Online

Masalah tersebut juga dialami semua jenjang dari kelas VII, VIII, IX di SMP Negeri 1 Srumbung. Kepala SMP Negeri 1 Srumbung menginstruksikan agar guru melakukan terobosan untuk pendekatan kepada peserta didik, sehingga bisa mengetahui keadaan peserta didik yang sebenarnya.

Selaku guru bimbingan konseling (BK) merespons apa yang menjadi instruksi kepala sekolah karena pembelajaran di masa pandemi saat ini harus ditangani secara khusus. Terkait tugas pembelajaran yang dilakukan secara daring.

Pelayanan secara responsif ini diberikan terus-menerus kepada peserta didik yang mengalami hambatan melalui pelayanan home visit atau kunjungan rumah. Home visit merupakan salah satu teknik pengumpulan data siswa yang dilakukan oleh guru BP/BK atau wali kelas dengan cara mengunjungi tempat tinggal siswa tertentu. Tujuannya memperoleh informasi yang lebih lengkap dan akurat tentang permasalahan siswa. (https://disdik.purwakartakab.go.id).

Guru BK bekerja sama dengan wali kelas melakukan pemantauan dan mengawasi peserta didik. Selain belajar melalui daring, SMP Negeri 1 Srumbung juga menerapkan pembelajaran luring.

Baca juga:  Audio Visual Senam Lantai Tingkatkan Hasil Belajar Siswa

Berdasarkan data dari guru mata pelajaran terdapat beberapa peserta didik yang tidak mengumpulkan tugas. Guru BK bersama wali kelas melakukan home visit atau kunjungan rumah kepada peserta didik yang mengalami kendala.

Hal itu dilakukan karena komunikasi dengan orang tua yang tidak secara langsung melalui telepon atau WA juga tidak mengalami perkembangan yang baik secara signifikan.

Dari home visit, diperoleh alasan yang menjadi kendala dalam pembelajaran secara daring. Ketersediaan paket data atau kuota bagi peserta didik yang tidak mampu menjadi salah satu sebab terhambatnya pembelajaran daring. Belum lagi masalah signal internet yang tidak sepenuhnya bagus.

Pelayanan responsif yang diberikan kepada peserta didik merupakan pemberian bantuan kepada konseli yang menghadapi kebutuhan dan masalah yang memerlukan pertolongan dengan segera. Sebab jika tidak segera dibantu dapat menimbulkan gangguan dalam proses penyelesaian tugas-tugas pembelajaran. Akhirnya, peserta didik mengalami hambatan dalam menyelesaikan tugas pembelajaran secara daring.

Baca juga:  Mengurangi Perilaku Prokrastinasi Akademik dengan Konseling Singkat Berfokus Solusi

Selain itu, home visit juga merupakan salah satu layanan pendukung dari kegiatan bimbingan dan konseling oleh guru BK dengan mengunjungi orang tua atau tempat tinggal peserta didik. Home visit untuk melakukan pembahasan dan pengentasan permasalahan peserta didik. Sehingga ada solusi bagi peserta didik yang mengalami kesulitan dalam pembelajaran secara daring dan bisa mengumpulkan tugas-tugas yang diberikan oleh guru dengan tepat waktu.

Dengan layanan bimbingan dan konseling melalui home visit ini, guru BK diharapkan menjalin kerja sama yang baik. Termasuk dengan orang tua dalam memotivasi belajar putra-putrinya. Guru juga mampu mengetahui kendala yang dialami oleh peserta didik serta memahami permasalahan secara tepat. Sehingga masalah siswa dapat terentaskan dengan baik. Peserta didik juga lebih meningkatkan pemahaman diri untuk lebih bertanggung jawab dan lebih mandiri dalam pelaksanaan pembelajaran daring. (ms1/lis)

Guru BK SMPN 1 Srumbung, Kabupaten Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya