alexametrics

Mengenal Aksara Jawa dengan Permainan Ular Tangga

Oleh: Fauziah Yuniarti, S.Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, SEKOLAH merupakan salah satu tempat dimana proses pembelajaran berlangsung antara guru dengan murid yang dilakukan secara sistematis dan terencana, dan tujuan pembelajaran dapat tercapai, sehingga diharapkan bisa membentuk siswa yang berkarakter.

Salah satu pendukung dalam pembentukan karakter yaitu mata pelajaran Bahasa Jawa yang merupakan salah satu mata pelajaran muatan lokal propinsi yang harus diajarkan dari tingkat SD sampai dengan SMA /SMK di tiga propinsi yaitu Jawa Tengah, Jawa Timur dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dalam pembelajaran Mapel Bahasa Jawa, tentunya tidak terlepas dengan materi Aksara Jawa yang terdiri dari 20 huruf / aksara Jawa, 20 Aksara Pasangan, Aksara Sandhangan , Aksara Murda, Angka Jawa dan lain – lain.
Agar anak bisa menulis dan membaca huruf Jawa harus sering berhadapan dengan aksara Jawa itu.Anak dalam memahami Aksara Jawa membutuhkan ketelitian dan kecerdasan bahkan kesabaran untuk bisa menguasai atau memahaminya.

Baca juga:  Peran Guru BK di Era Pandemi

Pada saat ini sebagian besar pembelajaran sudah dilakukan secara tatap muka, sehingga proses pembelajaran saat ini guru harus bisa lebih kreatif, inovatif dan menyenangkan untuk mencapai kompetensi yang diinginkan.Untuk mencapainya sebagai seorang pendidik harus bisa memilih media yang paling tepat.
Pengelompokan Media Pembelajaran (perkembangan teknologi) Arsyad,2006 : 29. Media hasil teknologi cetak. Media hasil teknologi audio visual. Media hasil teknologi berbasis computer. Media hasil gabungan teknologi cetak dan computer.

Definisi media pembelajaran adalah bahan, alat atau teknik yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar dengan maksud agar proses interaksi, komunikasi, edukasi antara guru dan siswa dapat berlangsung secara tepat guna dan berdaya. (menurut Latuheru).

Baca juga:  MOJIG Tingkatkan Aktivitas dan Hasil Belajar IPS

Media pembelajaran sangat diperlukan sebagai alat bantu dalam pengajaran, karena memperjelas dan mempermudah pengertian materi yang diajarkan.Jenis media yang ada saat ini cukup banyak sehingga guru dapat memilih, membuat dan menggunakan sesuai dengan materi yang diajarkan.Penggunaan media pembelajaran sangat menunjang proses pembelajaran dan pencapaian tujuan pembelajaran bahasa terutama bila dikaitkan dengan pembelajaran keterampilan Bahasa Jawa.

Selama bertahun – tahun pembelajaran Bahasa Jawa dalam kompetensi menulis atau membaca aksara Jawa hanya diajarkan menulis / membaca dibuku.Dan di SMP Negeri 1 Kemusu di awal pembelajaran tahun ini dipilihlah pembelajaran menggunakan media yang lain dari pada yang lain.

Agar siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Kemusu, Boyolali, lebih tertarik lagi dalam memahami aksara Jawa , maka media yang dipergunakan adalah media teknologi cetak berupa Ular Tangga dengan berhuruf Jawa.

Baca juga:  Urgensi Pembelajaran PPKn terhadap Pendidikan Karakter Anak di Sekolah

Dalam proses pembelajarannya,kelas dibagi beberapa kelompok dan setiap kelompok terdiri dari empat anak ( laki – laki dan perempuan) dan guru sebagai fasilitator. Dengan permainan ular tangga tersebut siswa merasa lebih senang seperti dalam bermain pada umumnya,sehingga waktu dua jam pelajaran tidaklah terasa lama.

Sehingga setelah permainan selesai siswa bisa lebih mengenal dan memahami Aksara Jawa dengan baik dan benar. Ternyata dalam bermain ular tangga tersebut siswa bisa menunjukkan belajar, sikap, kecerdasan, emosi dan sosial masing – masing. (fkp1/zal)

Guru SMP Negeri 1 Kemusu, Boyolali

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya