alexametrics

Mengatasi Kecanduan Game Online dengan Literasi

Oleh: M. Ichsan Shofi, S.Pd.I.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, DEWASA ini perkembangan teknologi informasi dan komunikasi berkembang dengan pesat. Teknologi komunikasi seperti smartphone telah berkembang dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat dari anak usia dini sampai orang dewasa. Anak usia sekolah dan remaja menggunakan teknologi ini untuk berbagai keperluan. Masa mewabahnya Covid-19 smartphone merupakan sarana utama untuk mengikuti pelajaran secara daring (online).

Selain untuk mencari informasi dan belajar, smartphone juga digunakan untuk bermain game online. Para guru dan orang tua dilanda kekhawatiran dengan adanya game online ini. Anak-anak bermain game berjam-jam tanpa memikirkan waktu. Perilaku anak-anak telah berubah menjadi pribadi individualis karena asyik bermain dengan smartphone tanpa memikirkan aktivitas sosial di lingkungannya. Anak menjadi lupa akan tugas utama yaitu belajar.

Kecanduan game online ini membawa dampak lain yaitu menurunnya minat membaca di kalangan anak usia sekolah. UNESCO menyebut bahwa Indonesia menempati urutan ke dua dari bawah soal litersi dunia. Artinya minat baca sangat rendah.

Baca juga:  Pembiasaan Literasi Pagi dapat Menumbuhkan Semangat Baca

Menurut data UNESCO, minat baca rakyat Indonesia sangat memprihatinkan, hanya 0,001%, artinya dari 1000 orang Indonesia Cuma satu orang yang rajin membaca. TEKNOLOGI Masyarakat Indonesia:Malas Baca Tapi Cerewet di Medsos.
(10-2017).Diakses pada Nopember 22,2021 dari kominfo.go.id/content/detail/teknologi-masyarakat-indonesia-malas-baca-tapi-cerewet-di-medsos/0/sorotan_media.

Rendahnya reading literacy bangsa kita menyebabkan Sumber Daya Manusia tidak kompetitif karena kurangnya penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai akibat lemahnya minat dan kemampuan membaca dan menulis.

Melihat kondisi ini, pemerintah kemudian mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2015 tentang penumbuhan budi pekerti. Penumbuhan budi pekerti ini dalam rangka pembiasaan sikap dan perilaku positif di sekolah salah satu kegiatannya adalah Gerakan Literasi Sekolah (GLS).

Menurut Elizabeth Sulzby “1986”, Literasi ialah kemampuan berbahasa yang dimiliki oleh seseorang dalam berkomunikasi “membaca, berbicara, menyimak dan menulis” dengan cara yang berbeda sesuai dengan tujuannya. 8 pengertian literasi menurut para ahli dan jenis, manfaat.(2021,September 8). Diakses pada Nopember 22,2021 dari karawangpost.pikiran-rakyat.com/ragam/pr-1422555478/8-pengertian-literasi-menurut-para-ahli-dan-jenis-manfaat.

Baca juga:  Jawab Tantangan Transformasi, BRI Implementasikan Hybrid Bank

Melihat data yang menunjukkan betapa rendahnya minat membaca dan menulis, maka MI Negeri 7 Magelang membuat program gerakan literasi. Gerakan ini diharapkan dapat menjadikan MI Negeri 7 Magelangmenjadi taman belajar yang menyenangkan dan ramah anak.

Teknik pelaksanaan kegiatan literasi di MI Negeri 7 Magelang terdiri dari beberapa konsep, di antaranya adalah: Pertama, program membaca buku-buku fiksi dan buku pengetahuan umum. Peserta didik setiap pagi sebelum pembelajaran diberi waktu 10 menit untuk membaca. Kegiatan membaca merupakan kegiatan yang menyenangkan dan sangat baik bagi perkembangan psikis serta moril.

Setelah itu, diberi waktu 5 menit untuk membuat ringkasan dari buku yang baru dibaca. Manfaat menulis ringkasan ini selain untuk melatih daya ingat, juga untuk melatih otak kanan dan kiri yang membantu membuka sisi kreatif dan intuisi peserta didik. Membaca pagi dilakukan di perpustakaan, pojok literasi di sepanjang lorong, dan pojok baca setiap kelas.

Baca juga:  Membuat Pembelajaran Menyenangkan dengan Pembelajaran Deferensiasi

Kedua, mendorong agar peserta didik membuat karya untuk dipajang di majalah dinding. Mading menjadi media apresiasi sebuah karya. Media ini dapat memotivasi peserta didik untuk menulis dan berbagai kreatifitasnya seperti mengarang, membuat puisi, dan menggambar.

Ketiga, MI Negeri 7 Magelang menyelenggarakan berbagai lomba: lomba membaca, mendongeng, berpuisi, dan menggambar/mewarnai. Sekolah juga memberi apresiasi berupa hadiah atau penghargaaan bagi peserta didik yang mendapat nilai terbaik dalam bidang literasi.

Itulah berbagai kegiatan yang bisa diagendakan dalam upaya membantu mensukseskan Gerakan Literasi Sekolah untuk mengurangi ketergantungan peserta didik terhadap penggunaan gadget seperti smartphone dengan game onlinenya. (ms2/zal)

Guru MI Negeri 7 Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya