alexametrics

Mudahnya Mencari Bilangan Prima dengan Saringan Eratosthenes

Oleh : Sulistiyawati, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Matematika merupakan alat untuk memberikan cara berpikir, menyusun pemikiran yang jelas, tepat, dan teliti. Hudojo (2005) menyatakan, matematika sebagai suatu objek abstrak, tentu saja sangat sulit dicerna anak-anak Sekolah Dasar (SD) yang oleh Piaget, diklasifikasikan masih dalam tahap operasi konkret.

Siswa SD belum mampu untuk berpikir formal maka dalam pembelajaran matematika sangat diharapkan bagi para pendidik mengaitkan proses belajar mengajar di SD dengan benda konkret.

Matematika merupakan pelajaran yang kurang disukai oleh sebagian siswa. Salah satu alasannya karena menurut siswa pelajaran matematika adalah pelajaran yang sangat sulit, susah, terlalu banyak rumus dan pelajaran matematika berhubungan dengan hitungan dan angka.

Kebanyakan siswa mengikuti pelajaran tersebut hanya karena terpaksa. Bahkan ada siswa yang tidak masuk ketika ada pelajaran matematika pada hari tersebut. Selain itu, kurangnya minat siswa terhadap pelajaran matematika adalah faktor guru dalam memberikan metode pembelajaran cenderung membosankan.

Misalnya guru terlalu serius dalam menjelaskan materi, kurangnya metode pembelajaran yang mengasyikkan dan menyenangkan siswa. Metode pembelajaran yang berbelit-belit juga menyebabkan siswa sulit dalam memahami materi pelajaran.

Permasalahan di atas juga terjadi di sekolah SD Negeri Ngadirejo 01 Kecamatan Reban, Kabupaten Batang. Pelajaran matematika masih merupakan momok yang menakutkan bagi siswa. Mereka merasa kesulitan dalam memahami materi pelajaran matematika sehingga mereka malas untuk mengikuti pelajaran Matematika.

Untuk itu dibutuhkan metode yang tepat untuk mengajar tiap-tiap materi pelajaran matematika. Pada pelajaran matematika kelas 4 semester 1 terdapat KD 3.5 Menjelaskan bilangan prima. Bilangan prima yaitu bilangan yang hanya mempunyai tepat dua faktor yang berbeda.

Dengan kata lain hanya bisa habis dibagi oleh tepat dua bilangan yaitu 1 dan bilangan itu sendiri. Siswa kelas 4 banyak yang mengalami kesulitan ketika disuruh mencari bilangan prima. Oleh karena itu, dibutuhkan metode yang mudah digunakan oleh siswa untuk mencari bilangan prima.

Salah satu metode yang bisa digunakan untuk mencari bilangan prima diantaranya adalah dengan menggunakan saringan Eratosthenes. Saringan ini ditemukan oleh Eratosthenes, seorang ilmuwan Yunani kuno. Cara ini merupakan cara paling sederhana dan paling cepat untuk menemukan bilangan prima, sebelum ditemukan saringan Atkin pada tahun 2004.

Cara mencari bilangan prima dengan saringan Eratosthenes yang pertama adalah mengurutkan bilangan dari angka 1 sampai n. Misalnya disini n= 100 dalam bentuk tabel. Kedua, mencoret angka 1. Ketiga, melingkari angka 2 dan mencoret semua angka yang merupakan kelipatan 2. Keempat, melingkari angka 3 dan mencoret semua angka yang merupakan kelipatan 3. Kelima, melingkari angka 5 dan mencoret semua angka yang merupakan kelipatan 5.

Keenam, melingkari angka 7 dan mencoret semua angka yang merupakan kelipatan 7. Yang terakhir, untuk memudahkan siswa melihat bilangan prima, warnai angka yang sudah dicoret. Maka pada tabel akan terlihat angka yang merupakan bilangan prima. Angka yang tidak diwarnai berarti bilangan prima. Jadi bilangan prima dari 1 sampai 100 adalah : 2, 3, 5, 7, 11, 13, 17, 19, 23, 29, 31, 37, 41, 43, 47, 53, 59, 61, 67, 71, 73, 79, 83, 89, dan 97.

Demikianlah cara mencari bilangan prima menggunakan cara saringan Erathosthenes. Semoga cara ini bisa memudahkan siswa dalam mencari bilangan prima. (ra2/lis)

Guru SDN Ngadirejo 01, Kec. Reban, Kabupaten Batang

Menarik

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya