alexametrics

Google Meet Obati Rindu Sekaligus Tingkatkan Kemampuan Berbicara Bahasa Inggris

Oleh : Nur Kesumawati, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pandemi Covid-19 mengajarkan banyak hal bagi penulis sebagai guru di SMAN 1 Sragi. Diawali keterbatasan fasilitas dan kemampuan untuk menyelenggarakan pembelajaran jarak jauh (PJJ). Khususnya secara daring, namun pada akhirnya PJJ daring berjalan lancar.

Di awal pandemi Covid-19, penulis menggunakan aplikasi WhatsApp sebagai moda PJJ daring. Dengan pertimbangan aplikasi ini dimiliki dan mampu digunakan seluruh siswa di SMAN 1 Sragi. Penulis mulai mengombinasikan moda PJJ daring menjadi WhatsApp (WA), Telegram, Google Classroom di awal semester genap.

Namun kemudian muncul rasa rindu ingin bertatap muka dengan peserta didik. Sedangkan pembelajaran tatap muka belum diizinkan karena masih level 3. Penulis pun mulai melirik Google Meet yang juga dikenal sebagai Google G Suite for Education. Google Meet gratis untuk semua pengguna Google. Versi gratis mendukung hingga 100 peserta. Selain itu, batas waktu untuk pengguna gratis adalah 60 menit.

Keunggulan utama platform Google Meet dibandingkan aplikasi perpesanan seperti Google Hangouts, Facebook Messenger, WhatsApp, Viber, dan Telegram, adalah Google Meet menyertakan tools yang komprehensif untuk produktivitas dan interaktivitas. Misalnya, fitur share screen memungkinkan pembicara mempresentasikan dokumen, spreadsheet, presentasi, atau tab browser kepada peserta.

Fitur lain termasuk polling untuk pengambilan keputusan real-time, berbagi file dan gambar, dan chat. Google Meet juga terintegrasi dengan Google Contacts dan Google Calendar untuk panggilan sekali klik atau partisipasi rapat.
Versi berbayar melalui akun Google Workspace membuka lebih banyak fitur, termasuk teks tertutup real-time menggunakan speech recognition, nomor telepon dari negara tertentu, noise cancellation, dan panggilan terenkripsi (Ruangmuda.com).

Tatap Muka Daring Menggunakan Google Meet

Penulis mulai menjadwalkan di pertemuan sebelumnya bahwa untuk pertemuan selanjutnya akan ada tatap muka melalui Google Meet. Sebagian besar siswa di kelas XII MIPA 3 bersemangat tatap muka melalui Google Meet. Hanya ada beberapa siswa yang menghubungi penulis menyatakan takut tidak bisa masuk ke google meet karena letak rumah mereka yang loss signal dan minim kuota.

Kemudian penulis memberikan solusi bagi mereka yang bertempat tinggal di daerah yang loss signal atau yang mempunyai minim kuota untuk bergabung dengan teman yang rumahnya mempunyai signal bagus dan tidak terlalu jauh dengan tempat tinggal mereka.

Kuota yang digunakan bisa ditanggung secara berkelompok. Permasalahan yang menjadi ketakutan siswa untuk bertatap muka melalui google meet pun sudah teratasi. Mereka membuat kelompok-kelompok kecil dengan teman yang bertempat tinggal dekat dan daerah yang mempunyai signal bagus.

Hari yang dinanti pun datang, penulis membuat ruang di google meet untuk pertemuan ini. Dan siswa yang sudah berkelompok mulai bergabung di google meet. Senyum mereka merekah manakala bertemu dengan teman-teman dan guru di google meet. Ada yang meng-on off -kan kamera karena merasa malu, ada yang berisik karena bisa bertatap muka dengan teman-teman mereka di ruang ini.

Pengalaman yang luar biasa bagi penulis dan anak-anak bisa menggunakan kecanggihan teknologi sekarang ini. Setelah beberapa menit penulis dan anak-anak saling sapa tentunya menggunakan bahasa Inggris yang kemarin-kemarin hanya bisa kami dengarkan melalui fitur voice note di WhatsApp atau Telegram.

Mulailah penulis berdiskusi dengan anak-anak tentang materi yang sedang kami pelajari. Mereka saling berebut ingin menjawab, mungkin karena ini pertama kalinya kami saling bertatap muka. Di akhir pertemuan ada celotehan salah satu siswa yang membuat penulis lebih bersemangat lagi untuk membuat ruang pertemuan di google meet. Kata salah satu siswa “Bu, besok kayak gini lagi ya… rame Bu”.

Dengan senyum merekah tergambar di wajah salah satu siswa tersebut dan di sambut tepuk tangan oleh beberapa siswa yang lain. Dengan bertatap muka melalui Google Meet bisa memberikan motivasi belajar sekaligus meningkatkan kemampuan berbicara dalam bahasa Inggris.

Google Meet bagi penulis salah satu kecanggihan teknologi yang menjadi obat rindu bagi penulis dan siswanya. Juga meningkatkan kemampuan berbicara dalam bahasa inggris melalui Google Meet. (pr2/lis)

Guru Bahasa Inggris SMA Negeri 1 Sragi

Menarik

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya