alexametrics

Cerita Gambar Seri, Menulis Cerita Narasi Lebih Asyik dan Bermakna

Oleh : Ratna Dewi Ekawati, S.Pd.SD.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Dalam sistem pendidikan saat ini Indonesia menggunakan Kurikulum 2013 sebagai acuan dalam pembelajaran.

Kurikulum 2013 atau sering disebut dengan kurikulum tematik terpadu dalam pembelajaranya disesuaikan dengan tahap perkembangan anak, karakteristik cara belajar anak, konsep belajar dan pembelajaran bermakna. Yaitu dengan membangun mata pelajaran terpadu yang menyatukan mata pelajaran yang berbeda ke dalam satu kesatuan makna dan mengaitkanya dengan kehidupan riil.

Menurut Daryanto (2014: 3), “Pembelajaran tematik diartikan sebagai pembelajaran yang menggunakan tema untuk mengaitkan beberapa mata pelajaran sehingga dapat memberikan pengalaman yang bermakna.”

Dalam penyampaian kepada siswa dibutuhkan komunikasi yang baik antara siswa dengan guru. Penyampaian pembelajaran diharapkan dapat memberikan pengalaman yang mampu mengembangkan pengetahuan siswa.

Peran guru dalam keberhasilan siswanya sangat penting. Selain sebagai perancang pengajaran seorang guru harus mampu meningkatkan keterampilan siswa pada pelajaran tertentu dengan menggunakan bahasa komunikasi yang baik.

Baca juga:  Lingkar Terpilih Strategi dalam Pembelajaran Tematik

Komunikasi dibedakan menjadi dua macam. Yaitu komunikasi langsung dan komunikasi tidak langsung. Komunikasi langsung dapat dilihat melalui berbicara dan juga mendengar yaitu dilakukan dengan dua orang ataupun lebih.

Komunikasi tidak langsung dilihat dari kegiatan membaca dan juga menulis. Keterampilan menulis merupakan salah satu cara dari empat keterampilan berbahasa, yang mempunyai peranan sangat penting didalam kehidupan manusia.

Keterampilan menulis merupakan keterampilan berbahasa yang bersifat kompleks karena bertujuan untuk mengaktifkan siswa berfikir, mengembangkan, menata beragam pengetahuan yang terdapat pada anak terutama dalam kegiatan berbahasa. Bahasa Indonesia sangat diperlukan untuk menguasai mata pelajaran yang diajarkan di sekolah dasar.

Kesulitan siswa melakukan aktivitas menulis di sekolah maupun kekurangtepatan guru memilih strategi dan media pembelajaran menulis menjadi faktor penyebab ketidakberhasilan sekolah menjadikan menulis sebagai suatu budaya/tradisi baik bagi siswa dan guru.

Baca juga:  Membaca Paragraf Berhuruf Jawa melalui TPS Mekar

Indikasi hal ini juga terlihat saat pembelajaran menulis narasi di kelas IV SDN Sidoagung 2, Kecamatan Tempuran, Kabupaten Magelang. Berdasarkan observasi penulis pada saat pembelajaran menulis berlangsung siswa terlihat kurang antusias dalam mengikuti pembelajaran, siswa juga menunjukkan sikap acuh tak acuh dan tidak memperhatikan pelajaran sepenuhnya.

Merujuk pada permasalahan di atas, penulis membuat solusi dalam pembelajaran menulis salah satunya pada penggunaan media pembelajarannya. Di sini penulis menggunakan media pembelajaran yang berupa Cerita Gambar Seri.

Gambar seri termasuk media yang tidak diproyeksikan dan dapat dinikmati oleh semua orang sebagai perpindahan dari keadaan yang sebenarnya mengenai orang, suasana, barang, pemandangan, dan benda-benda lain, media ini juga disebut sebagai media visual yang memungkinkan seorang guru untuk menyampaikan pesan dalam pembelajaran muatan pelajaran bahasa Indonesia pada keterampilan menulis narasi.

Gambar seri yang kelihatannya sangat sederhana sebenarnya mengandung banyak arti. Maka, pemilihan gambar harus tepat, menarik, dan merangsang siswa untuk dapat menuangkan pikiran ke dalam bahasa tulis dengan baik. Adapun langkah-langkah penerapan media ini yaitu guru membagi siswa menjadi 5 kelompok setiap kelompok terdiri dari 4 siswa.

Baca juga:  Mengenal Organ Pencernaan Manusia melalui Model Picture And Picture

Guru menyampaikan tata cara mengenai penggunaan media gambar seri, setiap kelompok diberi media gambar seri yang berbeda dengan kelompok yang lain. Setiap kelompok menuangkan kreativitas mereka dalam mengarang sesuai media gambar seri yang sudah diterima.

Perwakilan kelompok secara bergantian maju membacakan hasil cerita yang telah mereka tulis, guru memberikan penghargaan bagi kelompok terbaik dan memotivasi kelompok yang belum berhasil. Dengan penggunaan media tersebut ternyata mampu meningkatkan keterampilan menulis narasi siswa. Siswa menjadi lebih mudah menemukan ide untuk dituangkan ke dalam tulisan. (ms2/lis)

Guru SDN Sidoagung 2, Kec. Tempuran, Kabupaten Magelang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya