alexametrics

Meningkatkan Keterampilan Menulis Puisi dengan SAVI

Oleh: Fazatun Azizah

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kemampuan siswa kelas VI SD Negeri 1 Cipawon menulis kreatif puisi cukup minim. Hal ini berdampak kurangnya minat motivasi siswa dalam menulis.

Kesulitan memulai proses menulis, penguasaan kosakata, serta mengungkapkan ide ke dalam larik puisi membuat siswa enggan menulis kreatif puisi. Dalam hal ini guru harus berusaha mengembangkan model pembelajaran inovatif sehingga kreativitas pembelajaran tercapai.

Supriyadi (2008: 181) mengatakan, guru dalam menulis kreatif puisi hanya memberikan penugasan bertumpu pada hasil. Tanpa memperdulikan cara serta proses peserta didik mengerjakan.

Peserta didik tidak dapat berkreasi terdikte serta tertekan kepentingan guru. Tidak adanya panduan bimbingan optimal, menjadikan mereka semakin kehilangan arah untuk mewujudkan pemikiran mereka menjadi sebuah karya puisi.

Guru dituntut menerapkan pendekatan pembelajaran tepat efektif. Diantaranya pembelajaran yang menyenangkan dan nyaman. Tidak hanya terpaku pengajaran teori. Sehingga siswa tidak merasa terpaksa/jenuh mengikuti pembelajaran.

Baca juga:  Implemetasi Silogisme pada Materi Algoritma Pemrograman Dasar

Siswa lebih mudah menulis kreatif puisi karena senang mengikuti pembelajaran. Mengungkapkan ide, gagasan, pikiran, perasaan ke dalam media tulisan materi menulis kreatif puisi sebagai kegiatan produktif.

Berkomunikasi tertulis, diperlukan kemampuan menulis sesuai kaidah penulisan dalam bahasa Indonesia. Melalui keterampilan menulis kreatif puisi siswa mengungkapkan pikiran, perasaan setelah menjalani proses pembelajaran dalam berbagai tulisan (Nurgiyantoro, 2007:309).

Salah satu caya yang bisa dilakukan dengan menerapkan model Somatic Auditory Visualization Intellectualy (SAVI). Model ini bisa membantu mengembangkan ide gagasan siswa dalam bentuk tulisan.

Hosnan (2014: 337). Karena pembelajaran kerangka konseptual atau operasional, melukiskan prosedur sistematis dalam mengorganisasikan pengalaman belajar mencapai tujuan belajar tertentu berfungsi sebagai pedoman bagi para pengajar dalam merencanakan, dan melaksanakan aktivitas pembelajaran.

Baca juga:  Optimalisasi Hasil Belajar IPA melalui “Learning Cycle”

Pembelajaran SAVI Dave Meier tahun 1980 berlandaskan pada Accelerated Learning. Meier (2002: 100) berpendapat belajar bisa optimal jika keempat unsur SAVI ada dalam suatu peristiwa pembelajaran. Belajar dengan bergerak (S), belajar dengan berbicara dan mendengarkan (A), belajar dengan melihat (V), dan belajar melalui berpikir (I).

Orang belajar lebih banyak aktivitas pengalaman yang dialami. Dibandingkan belajar dengan duduk di depan penceramah, buku panduan, televisi, ataupun komputer. Menghalangi gerakan tubuh berarti menghalangi pikiran untuk berfungsi secara maksimal. Sebaliknya melibatkan tubuh dalam belajar cenderung membangkitkan kecerdasan terpadu manusia sepenuhnya (Meier, 2002: 90-91).

Siswa akan belajar maksimal apabila melibatkan gerakan seluruh tubuh, atau alat indera. Model menggabungkan gerakan fisik, indra pendengaran, penglihatan, intelektual dalam satu situasi gaya belajar kombinasi menyerap, mengatur ,mengolah informasi. Menemukan gaya belajar anak adalah langkah penting dalam melaksanakan pembelajaran gaya belajar anak yang berbeda dapat mempengaruhi cara belajar anak dan cara anak menangkap materi pembelajaran.

Baca juga:  Asyiknya Belajar Bahasa Jawa dengan Instagram

Peningkatan keterampilan menulis puisi disebabkan partisipasi aktif siswa dan kinerja guru. Sehingga bisa tercipta suasana belajar aktif dan kreatif. Membuat belajar menyenangkan memuaskan, memberikan sumbangan sepenuhnya kebahagiaan, kecerdasan, kompetensi, dan keberhasilan sebagai manusia.

Melihat tingkat efektivitas (signifikansi) SAVI, kemampuan siswa mengolah diksi menjadi kata-kata indah mengalami peningkatan. Pembelajaran menghargai perbedaan proses belajar masing-masing individu. Pembelajaran SAVI mampu menjangkau gaya belajar anak yang berbeda-beda, sehingga Pembelajaran SAVI cocok diterapkan dalam keterampilan menulis puisi. (*/fth)

Guru SD Negeri 1 Cipawon, Kecamatan Bukateja, Kabupaten Purbalingga

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya