alexametrics

Belajar Menyenangkan dengan Picture and Picture

Oleh: Susmiyanti, S. Pd.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, MENENTUKAN metode pembelajaran yang tepat menjadi salah satu tugas guru pada saat menyiapkan pembelajaran. Ada banyak metode pembelajaran yang dapat digunakan guru untuk membantu dalam proses pembelajaran. Metode pembelajaran merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran.

Idealnya, dalam menentukan metode pembelajaran, guru menggunakan analisis berdasarkan permasalahan. Penulis sebagai guru kelas II SD Negeri Sidomulyo 02, Kecamatan Limpung Kabupaten Batang menemui beberapa permasalahan yang muncul di kelas. Diantaranya adalah rendahnya partisipasi peserta didik, proses pembelajaran yang tidak efektif sehingga kompetensi yang diharapkan tidak tercapai oleh peserta didik.

Proses pembelajaran pada umumnya masih dilakukan dengan metode pembelajaran yang biasa. Dilakukan secara verbal melalui kegiatan ceramah yang tidak memungkinkan peserta didik untuk aktif dalam pembelajaran, karena itu tidak jarang ditemukan peserta didik yang mengalami kebosanan, kurang termotivasi dan cenderung bersikap pasif. Kondisi tersebut menjadi salah satu indikasi penggunaan metode pembelajaran yang kurang tepat.

Sebagai solusi atas permasalahan yang terjadi, penulis menerapkan metode pembelajaran Picture and Picture. Metode Picture and Picture menurut Suprijono (2014) adalah metode pembelajaran yang memanfaatkan gambar (atay produk visual lain) sebagai media pembelajarannya.

Artinya pembelajaran akan terbantu oleh media gambar yang akan memberikan konteks lebih, selain itu mengharuskan siswa untuk menyusun gambar-gambar yang telah diacak untuk kemudian disusun berdasarkan urutan logis akan menumbuhkan daya kreasi interaktivitas peserta didik terhadap materi pembelajaran.

Senada dengan Suprijono, Shoimin (2014, hlm.122) menyatakan bahwa pengertian metode pembelajaran Picture and Picture adalah model belajar yang mengandalkan gambar yang menjadi faktor utama dalam proses pembelajaran, tepatnya gambar dipasangkan atau diurutkan menjadi urutan logis.

Alasan penulis menggunakan metode pembelajaran Picture and Picture karena metode ini cukup sederhana dan mudah dilakukan oleh peserta didik namun dapat menumbuhkan daya interaktivitas dan kreatifitas sehingga peserta didik lebih aktif pada saat kegiatan pembelajaran.

Sebagai salah satu metode yang spesifik, menggunakan beberapa langkah khas, Picture and Picture memiliki beberapa karakteristik diantaranya adalah aktif, melalui metode pembelajaran Picture and Picture peserta didik akan lebih aktif karena pendidik menggunakan gambar-gambar yang menarik. Inovatif, karena metode ini membutuhkan daya cipta yang lebih tinggi.

Kreatif, peserta didik akan terpancing daya kreasi dan imajinasinya yang berujung memotivasi sisi kreatif dari peserta didik. Menyenangkan, gambar adalah media kuat yang efektif untuk menarik perhatian peserta didik, ditambah lagi dengan permainan menyusun dereta logis dari susunan gambar acak, sehingga pembelajaran akan terasa lebih menyenangkan

Langkah-langkah metode pembelajaran Picture and Picture yang pertama guru menyiapkan dan menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai dan menyajikan materi sebagai pengantar. Langkah yang kedua guru menunjukkan atau memperlihatkan gambar-gambar kegiatan berkaitan dengan materi. Ketiga, guru menunjuk peserta didik secara bergantian memasang atau mengurutkan gambar-gambar menjadi urutan yang logis.

Langkah keempat guru menanyakan alasan atau dasar pemikiran urutan gambar tersebut dan dari alasan atau urutan gambar guru mulai menanamkan konsep atau materi sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai. Langkah terakhir guru memberikan kesimpulan terhadap pekerjaan yang telah dilakukan oleh peserta didik dalam pembelajaran.

Beberapa kelebihan dari metode pembelajran Picture and Picture adalah guru lebih mengetahui kemampuan masing-masing peserta didik dan peserta didik dilatih berfikir logis dan sistematis, peserta didik dibantu belajar berfikir berdasarkan sudut pandang suatu subjek bahasan dengan memberikan kebebasan peserta didik dalam proses berfikir, sehingga memungkinkan peserta didik untuk lebih aktif dan termotivasi dalam kegiatan pembelajaran. Namun demikian penggunaan metode ini memakan banyak waktu dan membutuhkan dukungan fasilitas, alat dan biaya. (fkp2/zal)

Guru SDN Sidomulyo 02, Batang

Menarik

Artikel Terkait

Terbaru

Lainnya

Populer

Artikel Menarik Lainnya