alexametrics

Pembelajaran Mastery Learning Tingkatkan Pemahaman Materi Keliling Lingkaran

Oleh: Fatimah, S.Pd.I

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, MATEMATIKA merupakan salah satu materi penting karena berhubungan dengan materi lain serta penerapan dalam kehidupan sehari-hari sangat dibutuhkan.

Matematika adalah mata pelajaran yang diberikan siswa dengan kemapuan berpikir logis, analitis, kreatif, kritis serta kemampuan kerja sama agar dapat nemiliki kemampuan memperoleh, mengelola dan memanfaatkan informasi untuk bertahan hidup pada keadaan yang selalu berubah, tidak pasti, dan kompetitif (BNSP, 2006:36).

Sehingga dalam kegiatan pembelajaran Matematika memerlukan ketepatan memilih metode atau model pembelajaran yang tepat, untuk meningkatkan pemahaman materi maupun hasil belajar siswa.

Salah satu model pembelajaran yang menjadi alternatif penyampaian materi matematika adalah Mastery Learning (Belajar Tuntas). Model pembelajaran Mastery Learning atau Belajar Tuntas adalah model belajar yang menyajikan suatu cara yang menarik dan ringkas untuk meningkatkan unjuk kerja siswa ke tingkat pecapaian suatu pokok bahasan yang lebih memuaskan (Made Wena, 2014:184).

Berawal dari kesulitan menyampaikan KD.3.5. Menjelaskan taksiran keliling dan luas lingkaran kepada siswa kelas VI MI Islamiyah Kebumen, dimana peserta didik mengalami kesulitan dalam menentukan keliling lingkaran maka penulis dalam menyampaikan materi memilih model pembelajaran Mastery Learning.

Baca juga:  Menyikapi Masa Pubertas Pada Anak dengan Media Poster

Model pembelajaran ini penulis pilih karena memiliki kelebihan: Pembelajaran tuntas lebih efektif. Pencapaian siswa dan retensi (daya tahan konsep yang dipelajari) lebih tahan lama.

Efesiensi belajar siswa secara keseluruhan lebih tinggi, siswa yang tergolong lambat menguasai standar kompetensi secara tuntas dapat belajar hampir sama dengan siswa yang memiliki kemampuan yang lebih tinggi. Sikap siswa yang ditimbulkan akibat mengikuti pembelajaran tuntas lebih positif (Mariana:2003)

Menurut Made Wena (2014), langkah-langkah model pembelajaran Mastery Learning sebagai berikut: orientasi (orientation), penyajian (presentation), latihan terstruktur (structured practices), latiha terbimbing (guided practice), dan latihan mandiri (independen practice).

Tahap pertama yaitu Orientasi, pada tahap ini guru menjelaskan tujuan pembelajaran, tugas-tugas ayang akan dikerjakan dan menhgembangkan tanggung jawab siswa. Langkah-langkah yang penting yang harus dilakukan pada tahap ini yauitu: guru menjelaskan tujuan pembelajaran, menjelaskan materi pembelajaran serta kaitannya dengan pembelajaran terdahulu serta pengalaman sehari-hari siswa, guru mendiskusikan langkah-langkah pembelajaran seperti berbagai komponen-komponen isi pembelajaran dan tanggung jawab siswa yang diharapkan selama proses pembelajaran.

Baca juga:  Pembelajaran PJJ IPA Masa New Normal via Pemanfaatan Teknologi

Tahap kedua yaitu penyajian, pada tahap ini guru menjelaskan konsep atau ketrampilan baru disertai contoh-contoh. Pada tahap ini juga perlu dilakukan evaluasai seberapa jauh siswa paham dengan materi, sehingga tidak mengalami kesulitan pada tahap berikutnya.

Tahap ketiga adalah Latihan Terstruktur, pada tahap ini guru memberikan siswa siswa contoh praktik penyelesaian masalah, berupa langkah-langkah penting secara bertahap.

Misalnya cara mencari π (phi) dengan cara mengukur keliling suatu lingkaran (bisa menggunakan benang) dibagi panjang garis tengah. Tahap keempat yaitu Latihan Terbimbing, pada tahap ini guru memberikan kesempatan pada siswa untuk latihan menyelesaikan suatu permasalahan, tetapi masih di bawah bimbingan.

Tahap ini memungkinkan guru untuk menilai kemampuan siswa dalam menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan dan melihat kesalahan-kesalahnnya. Tahap terakhir adalah Latihan Mandiri, tahap ini adalah inti dari model pembelajaran ini.

Baca juga:  Pembelajaran Menulis Puisi Langsung Ning Alam Lebih Efektif

Latihan mandiri dilakukan apabila siswa telah mencapai skor unjuk kerja antara 85%-90% dalam tahap latihan terbimbing. Peran guru dalam tahap ini adalah menilai hasil kerja siswa setelah selesai.

Berdasarkan tahapan-tahapan model pembelajaran Mastery Learning yang dilakukan pada proses pembelajaran materi keliling lingkaran dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran ini dapat meningkatkan pemahaman siswa pada materi keliling lingkaran. Model pembelajaran ini juga membantu siswa yang pemahamannya lambat dapat memahami materi hampir sama dengan siswa yang pemahamannya cepat serta mendorong keaktifan siswa. (unw1/zal)

Guru MI Islamiyah Kebumen

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya