alexametrics

Permainan Lompat Tali dapat Meningkatkan Hasil Belajar dalam Lompat Jauh

Oleh : Suprihono, S.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Sebelum mengartikan lompat jauh, kita perlu pahami terlebih dahulu perbedaan antara “lompat” dengan “loncat”. Perbedaannya itu terletak pada tumpuannya. Loncat menggunakan 2 tumpuan kaki, sedangkan lompat hanya menggunakan satu tumpuan kaki.

Lompat jauh adalah suatu gerakan melompat ke depan atas dalam upaya membawa titik berat badan selama mungkin di udara (melayang di udara) yang dilakukan dengan cepat dan dengan jalan melakukan tolakan pada satu kaki untuk mencapai jarak yang sejauh-jauhnya.

Lingkungan belajar didesain sedemikian rupa, diatur secara seksama untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan seluruh ranah, baik kognitif, afektif mauoun psikomotor. Namun pada pelaksanaannya dalam pembelajaran tidaklah seideal karakteristik tujuan yang ada.

Slameto (2003) menyatakan faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar meliputi internal, eksternal dan situasional. Permasalahan nyata jasmani di SD Negeri Kandeman 01, Batang adalah pada standar kompetensi permainan dan olahraga, Kompetensi Dasar : mempraktikkan olahraga atletik, materi lompat jauh. Lompat jauh adalah salah satu nomor lompat pada olahraga atletik yang memiliki kerumitan teknik tersendiri dibandingkan dengan nomor-nomor yang lain. Untuk itu salah satu alternatif yang dapat membantu adalah dengan penguatan media pembelajaran berupa permainan lompat tali.

Baca juga:  Pembelajaran IPS dengan Metode Teka-Teki Silang di Masa Pandemi Covid-19

Secara garis besar jenis dan bentuk permainan lompat tali di kalangan masyarakat Jawa (khususnya Batang) terdiri dari 2 macam yaitu lompat tali secara sendiri dan lompat tali berkelompok. Skenario pembelajaran diawali dengan memberikan apersepsi mengenal lompat jauh.

Dilanjutkan pemanasan berlari keliling lapangan dengan kecepatan sedang. Berlari keliling lapangan diselingi sesekali jingkat (ingkling/ engklek) dengan aba-aba peluit panjang. Setiap ada peluit panjang siswa melakukan jingkat dengan kaki yang terkuat, diakhiri dengan kedua kaki jatuh bersamaan.

Selanjutnya siswa dikelompokkan. Masing-masing kelompok mempraktikan permainan lompat tali secara bersamaan. Dimulai dengan awalan kaki terkuat dilanjutkan kaki kedua. Lalu tali diputar secara perlahan. Selanjutnya siswa dialihkan menuju lapangan lompat jauh untuk melakukan latihan lompatan, yang sebelumnya diberi penjelasan secukupnya berkaitan dengan teknik lompat jauh.

Baca juga:  Menguasai Descriptive Text Menggunakan Student Teams Achievement Division

Lompat jauh mempunyai empat fase gerakan, yaitu awalan, tolakan, melayang dan mendarat. Serta terdapat tiga macam gaya yang membedakan antara gaya yang satu dengan gaya yang lainnya pada saat melayang di udara.

Pertama, awalan atau ancang-ancang. Tujuan ancang-ancang untuk mendapatkan kecepatan yang setinggi-tingginya agar dorongan massa ke depan lebih besar. Latihan kecepatan awalan dapat dilakukan dengan latihan sprint 10 – 20 meter yang dilakukan berulang-ulang.

Panjang langkah, jumlah langkah, dan kecepatan berlari dalam mengambil awalan harus selalu sama. Menjelang tiga sampai empat langkah sebelum balok tumpu, seorang pelompat harus dapat berkonsentrasi untuk dapat melakukan tumpuan dengan kuat.

Cara melakukan awalan atau ancang-ancang lompat jauh sebagai berikut: lari ancang-ancang tergantung pada kemampuan masing-masing. Tambah kecepatan lari ancang-ancang sedikit demi sedikit sebelum bertumpu atau bertolak pada balok tumpu.

Baca juga:  Model Pembelajaran Berbasis Proyek Tingkatkan Kemampuan Menulis Teks Berita

Kedua, tumpuan atau tolakan. Merupakan gerakan yang penting untuk menentukan hasil lompatan yang sempurna. Badan sewaktu menumpu jangan terlalu condong seperti halnya melakukan lari/ancang-ancang.

Ketiga, melayang di udara. Gerakan melayang pada saat setelah meninggalkan balok tumpuan dan diupayakan keseimbangan tetap terjaga dengan bantuan ayunan kedua tangan sehingga bergerak di udara.

Keempat mendarat. Gerakan-gerakan waktu pendaratan harus dua kaki. Kedua kaki mendarat secara bersamaan diikuti dorongan pinggul ke depan sehingga badan tidak cenderung jatuh ke belakang yang berakibat merugikan si pelompat itu sendiri.

Berdasarkan hasil pembelajaran materi lompat jauh menggunakan media permainan lompat tali ternyata sangat menarik perhatian siswa. Dengan suasana pembelajaran yang menyenangkan, semua siswa terlibat aktif. Dengan media permainan ini diharapkan bisa meningkatkan prestasi belajar siswa, meningkatkan keterampilan mengajar guru. (ms1/lis)

Guru PJOK SDN Kandeman 01, Kabupaten Batang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya